Xian H-6 bombers at the Chinese Aviation Museum in Beijing (2008)
@violetpilot1 via X
seen from United States
seen from Pakistan
seen from Taiwan
seen from Finland
seen from Germany
seen from Japan
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from China
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from Maldives
seen from United States
Xian H-6 bombers at the Chinese Aviation Museum in Beijing (2008)
@violetpilot1 via X
Total H-6 Death
@Heatloss1986 via X
One Day in the Shop: May 25, 2012
Two Hispanos, a Bugatti and a U-16 Miller… A typical day at Phil Reilly & Co, on Paradise Drive in Corte Madera, California. The variety of projects under way at any given point in time was remarkable, with this snapshot in time featuring four pre-war powerplants and a hint of the future in the back, the roll hoops of two ’70’s Grand Prix cars poking up from the Hispano Suiza J12’s shiny black…
View On WordPress
Healthy Quarantine Journal: Menjaga Sehat
Menjadi sehat luar dalam bisa dibilang merupakan impian semua orang. Yang sakit ingin segera sehat, yang sehat sudah pasti ingin tetap sehat. Maka tidak heran, semoga sehat selalu, adalah kalimat doa yang sering kita ucapkan. Tapi apa iya, kita sudah tau betul apa itu sehat?
Kalau mengintip definisinya WHO, sehat itu tidak hanya kondisi tidak adanya penyakit dalam tubuh. Ia mencakup sehat secara fisik, juga sehat secara mental, yang dari keduanya kita bisa menjalankan peran-peran sosial kita dengan maksimal sehingga kita juga sehat secara sosial.
Ketiganya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan, maka untuk mencapai tingkat sehat yang sebenarnya, tiga aspek tersebut sebetulnya perlu diperhatikan dengan baik.
Bicara sehat secara fisik, ada hal yang sebetulnya cukup menggelisahkan. Kalau teman-teman mengikuti perkembangannya, tren penyakit manusia sebenarnya sudah bergeser dari waktu ke waktu. Berpuluh-puluh tahun yang lalu, penyebab kematian tertinggi adalah penyakit-penyakit infeksi seperti flu, diare, kolera. Saat ini, ketiganya sudah turun posisi, digantikan oleh penyakit-penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan sebagainya.
Untuk penyakit infeksi sejenis kolera, harus ada bakteri koleranya dulu baru bisa terkena penyakitnya. Kalau penyakit jantung dan diabetes? Tidak. Dia banyak sekali dipengaruhi oleh faktor-faktor intrinsik dalam tubuh. Yang seharusnya, bisa kita kendalikan. Ya asupan makanan, ya aktivitas fisik, ya pola istirahat, dan lain sebagainya.
Mereka, si penyakit-penyakit tidak menular itu, tidak timbul secara spontan, tapi perlahan-lahan. Penyakit jantung, misal. Butuh bertahun-tahun penimbunan lemak di pembuluh darah jantung, sampai bisa menghambat total si pembuluh darah jantung, kemudian terjadilah serangan jantung. Jantung yang tidak dapat asupan darah dari pembuluh darahnya jadi tidak bisa bekerja, dan inilah yang menjadikannya bahaya.
Ini nakut-nakutin nggak sih? wkwk. Sebetulnya bukan ke arah sana tujuannya, tapi supaya kita jadi terbuka aja, bahwa sebetulnya bisa saja tanpa kita sadar kita sedang memupuk bibit-bibit penyakit itu, dan jadi termotivasi buat berusaha menjaga kesehatan fisik kita.
Tapi sebetulnya, balik lagi ke definisi sehat tadi. Sepertinya bagus juga, kalau motivasi hidup sehat kita adalah bukan hanya karena takut penyakit, tapi karena khawatir tidak bisa menjalani peran-peran kita dengan baik.
Nah terus, niat aja kan nggak cukup. Langkah selanjutnya apa dong?
Healthy Quarantine Journal: Physical Distancing harus disertai dengan Physical Exercise.
Pertama, biar nggak mekar-mekar amat gitu, sih. Karena jujur aja selama karantina ini, mamaku masak yang bener-bener terus-terusan. Sampai aku sendiri mau coba beberapa resep, gak enak, karena takut masakan mama gak dimakan, walaupun sebenarnya aku tahu akan habis juga, sih.
Keluargaku pemakan segala. Eh, maksudnya kami suka makanan apa aja, buah apa aja, sayur apa aja, frozen food apa aja, jajanan apa aja. Bahkan yang dicari sejak jam 6 pagi adalah sesuatu yang bisa digigit, diemut-emut dan ditelan. Kebayang gimana rasanya jadi Mamaku selama karantina ini? Bahkan kata Mama, beliau sampai sebelum tidur memikirkan 'besok masak apa ya? belinya yang paling murah di mana ya?'
Kedua, mengembalikan kesegaran dan fokus. Tipe workout yang aku pilih adalah cardio. Beatnya memang agak cepat, tapi aku merasa cardiolah yang bisa membuatku menyalurkan segala uneg-unegku karena stress PJJ.
Cardio yang paling nyaman hingga saat ini adalah campuran antara 3 channel workout favoritku, yaitu Fitness Blender, Blogilates, dan Popsugar. Kenapa 3 itu? Karena ketiganya selalu membersamaiku dengan personal trainer yang selalu mengingatkanku untuk 'keep breathing', tetap bernapas dalam artian bernapas yang cukup gitu ya, bukan akhirnya ngos-ngosan. Ritme boleh cepet, tapi napas harus selalu diatur, they said.
Workoutku biasanya dimulai dengan warm-up cardio dari Fitness Blender, cuma 5 menit tapi beneran buat seluruh badan panas. Relax, minum dengan kaki selonjor. Only 2 minutes, ya, break-nya. Lanjut ke olahraga inti, sejauh ini favoritku dari blogilates, karena ada musiknya dan ritmenya agak lebih tenang dan no-equipment, sekitar 10 menit ajaa. Istirahat 2 menit lagi untuk minum. Lanjut ke cool down alias pendinginan dari fitness blender lagi sekitar 5 menit. So it only take 20 minutes for workout, guys.
Rasanya segar dan lega banget ketika keringat bercucuran karena di situlah letak momen di mana akhirnya kosong lagi dari stress. Lebay amat ya? But I feel that on my brain :p Menariknya, jantung kita akan selalu 'meminta lebih' ketika kita menyelesaikan satu tahapan. Sport is a developing system, kata siapa ya, kata coachku sepertinya. Misalkan hari ini lari 1 putaran, maka besok kalau lari 1 putaran akan terasa kurang, dan ternyata ketika dicoba untuk 2 putaran kita bisa. Begitulah kapasitas jantung dan paru-paru meningkat, kata pelatih basketku dulu.
Ketiga, physical exercise is one of the self-love act I will choose second after sleep. Bukan mau menyombongkan diri, tapi jujur, pelarian terbaikku ketika stress selain tidur adalah berolahraga. Kalau di kuliah sekarang, jogging yang jadi pilihan. Waktu SMA dan SMP, main basket itu udah yang paling bikin greget, karena shooting ball is like hitting the face of the person you hate hahahaha. Kalau waktu SD, memang hampir sepekan sekali berenang bersama Bapak dan Nisa dan Mail, sampai-sampai kolam berenang berasa private pool. Bayangkan berenang dari jam 8 pagi sampai 5 sore :) Iya, sampai kolam berenangnya mau tutup kami baru mau mandi dan salin baju.
Kenapa kok termasuk dalam self-love action? Karena dampak positif dari olahraga itulah kita jadi sehat, kan? Melakukan sesuatu yang membuat kita sehat sama saja mencintai diri sendiri, ya kan?
Saya ulang yaa, physical distancing harus dibarengi dengan physical exercise. Okay? Jangan lupa.
17 April 2020
P. S: Quote dari Tiva, anak Fisika UI tapi sukanya tae kwon do. Temen beranteman kalo tae kwon do di asrama. Karena katanya power kita sejajar. Kalau tiva sama orang lain yg jadi lawannya, lawannya bisa tumbang. Sending all the best prayers for Tiva, Kak Ainul, and Atikah yang terpaksa masih di asrama. Semangat kaliaaannnnnnn :")
H-6K
H-6K
Dia (Allah) berfirman "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua,Aku mendengar dan melihat. "
QS. Taha : 46