No title available
𓃗
No title available
Sade Olutola
taylor price
Noah Kahan
occasionally subtle
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS
d e v o n
Today's Document
sheepfilms
The Stonewall Inn
Sweet Seals For You, Always
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
will byers stan first human second
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
cherry valley forever

tannertan36
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Norway
seen from Bangladesh
seen from Japan
seen from Canada
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
@aisyahnuraeni
aku dan mei 2026
Kebanyakan orang mungkin suka dengan bulan Mei tahun ini karena banyak tanggal merahnya. Kalau aku, selain ini bulan kelahiranku dan anakku, banyak sekali core memories yang dibuat dan akan dibuat. Mulai dari hari ulang tahun yang bertepatan dengan Field Trip sekolah sampai proses menyapih yang sungguh emosional.
Awal bulan ini, aku lulus dari 2 tahun menyusui. Rasanya campur aduk banget, karena anakku tipe yang feed to sleep. Yang dulunya bisa 2 jam sekali aku ditempelin bayik untuk nyusu, tiba-tiba harus berlepas diri dari bayikk dengan mode ditempelin yang tetap 24/7 saat weekend. Kalau dia nangis, senjata paling ampuh kan biasanya nyusu. Sekarang, kalau dia nangis, aku perlu cari cara lain supaya dia tenang.
Yang menambah spesial, bulan Dzulqa'dah dan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah bertepatan di bulan ini. Kesempatan panen pahala dan ampunan besaaaaar dan terbuka sangat lebarrrr. Kayak dikasih kesempatan kedua sama Allah buat melengkapi bolong-bolongnya Ramadhan :")
Dua bulan hijriyah ini seumpama pelipur lara sekaligus pengingat, bahwa secinta-cintanya aku sama anakku, anakku bukan sepenuhnya milikku, pun sebaliknya. Manusia berubah-ubah dan perpisahan adalah sebuah keniscayaan. Satu-satunya yang konstan, stabil, dan selalu ada hanya Allah semata.
I'm praying for one day living free from this burden. I'm praying for one day prioritizing myself than the others. I'm praying for one day making a decision without considering things I have in my heavy luggage.
I deserve that day even though it seems impossible. I deserve that peaceful life where I can pursue my dreams, do what I want, do what I love, without the worry of not earning. I deserve it, right?
I know life is a test and the struggle itself is a success. I obviously know that I should be grateful for everything I have now and things I don't. I know, right?
I just want to know the answer, "when is this gonna end?". Some days, the luggage becomes lighter, but most days it gets heavier. I wonder if I could bring it into life, it would be a gigantic luggage.
Can I ask for that day? Do I really deserve it? Or am I gonna die without experiencing it once? Am I really that suffering? Will my life be like this forever? My whole life? 🥲
butuh reset
idiiiih apaan nih, ramadhan gue kok loyo bgt. padahal gak puasa 😭
ternyata ini akumulasi dari distress-distress kecil yang tertumpuk dan gak dikelola dengan baik
fiuuh.. bener kata medina, kalau emang salah satu cara supaya gak tertumpuknya adalah dengan cerita, ya cerita aja sama yang dipercaya
huhu sedihnya gini nih, kalo gak LDM kan bisa cerita face fo face tiap hari 😭
puk puk dan gws aja deh gue
Hey!!
Emang bolehhh selucuuuw inii nak?!
Best Part
"I just realized that jews and zionists are not the same, Ms", one of my students reached me out after today's session.
Oh dear, you made me realize that the best part of being a teacher (and educator) is speaking up the truth, being on the right side of the history, standing up for the humanity.
Oh how I love my job. Alhamdulillah.
All I know now is your smell when you wake up next to me, I know I'm gonna miss this smell when you grow up.
All I try now is to calm your nerves down in your bed time, I try to soak it all in, nursing you means having a quality time that is soooo limited.
I scrolled down my camera roll and found the picture of mini you, I couldn't hold my tears pondering how far you've changed, I've changed. Becoming a mother is embracing my imperfections, unpacking my fears and vulnerabilities. I love being this vulnerable with you.
Cheers to more adventures, Nak. I love you to the moon and the saturn and backk!
Ibu Guru Mellow Mikirin Murid + Anak Sendiri
Hari ini anak-anakku di sekolah sudah melalui hari besarnya. Playground of Nusa Nipa, di Ciputra Artpreneur. Ini playground ketigaku, lihat anak-anak Year 3 nari kunang-kunang, aku takjub wujud mereka sekarang. 3 tahun lalu, aku membersamai mereka saat mereka masih di Year 1. Kok udah besar aja, Nak? Udah ada yang bisa jadi supporting cast pula, reaaal main teater 😭
Ibuk guru ini langsung wondering, how would your parents feel, Nak? Bcs I'm wondering how would I feel if I see my son on stage for the first time, how would I feel when I realize that you're no more a little baby — you'll be able to do great things in life.... How would I feel? I would feel sooo proud.
Tapi, Faiq shaliih. I'll love you conditionally, Nak. You don't need to be on stage to get my attention. You don't need to win the competitions to make me proud of you. Your presence is everything I need 🤍
Tombol-tombol Ajaib
Kuasa Allah, tanpa perlu aku melihat kilatan antar saraf yang saling berkoneksi di otak, Faiq kian hari menunjukkan perkembangan yang amat pesat. Sudah tahu bagaimana caranya salim, caranya dadah, caranya tepuk tangan. Sudah tahu apa yang dilakukan ketika orang rumah bernyanyi "kalau kau suka hati" dengan merespon tepuk tangan, "kepala.. pundak.. lutut kaki" dengan merespon memegang kepalanya dengan tangannya, dan "aramsamsam" dengan menggulung-gulung kedua tangannya.
Kata Abbanya, "Makin hari makin banyak tombol-tombol ajaibnya". Awalnya aku gak paham apa maksudnya. Ternyata maksudnya memahami perintah dan instruksi, mengasosiasikan satu hal dengan yang lainnya.
Hari ini tombol ajaibnya ada pada koordinasi mata dan tangan — jari-jarinya yang mungil tapi padat. Hari ini ia menunjukkan bisa mengambil partisi yang berbentuk bangun ruang yang ada pada push-walkernya, setelah beberapa hari hanya melihat Umma bongkar pasang partisi tersebut.
Selain punya tombol-tombol ajaib, anak juga peniru ulung. Masya Allah, betul-betul jadi pengingat agar melakukan segala aktivitas secara mindful — utuh dan penuh, kini dan di sini. Karena segala sesuatu yang anak lihat kita lakukan, terekam pada memorinya. Semoga Allah selalu memandu kita untuk melakukan hal-hal baik dan yang membawa kebaikan. Aamiin ya rabbal 'alamiin.
Kalau dipikir-pikir dan sedikit mau mengeneralisir, para perempuan yang baru pertama kali jadi Ibu biasanya akan merasakan hal-hal ini:
1. Adaptasi harian yg banyaknya tidak menentu karena mengurus bayi newborn;
kurang tidur, lupa/kurang makan, ga sempat mandi jadi hal biasa (butuh diingatkan dan diback-up handle bayinya untuk sementara).
2. Merasa semua perhatian tercurah untuk bayi.
Terlebih ketika bayi masih under 1 tahun, prioritas jadi beralih ke pengasuhan basic need-nya si bayi (minum ASI, mandi, tidur, cebok, diberi stimulasi ketika wake up time-nya). Yg membuat urusan si ibu dikesampingkan terlebih dahulu.
Entah itu urusan kerjaan kantor, urusan domestik bahkan urusan yg lebih besar lagi; aktualisasi diri selaku pribadi.
3. Merasa ngga mencapai apa², kayak ngga ngapa²in dalam hidup padahal seharian udah ngurus anak + suami + rumah. Menganggap kalau itu bukan pencapaian, bukan tugas utama.
Padahal kalau disadarkan kembali, itu justru peran yang sangat mulia dan sangat Allah sukai. Rewarding banget tiap detiknya. (Andai ada notif pahala yg bisa kelihatan, pasti buibu pada seneng udah nabung pahala segitu banyak tiap hari~ hehe)
4. Makin lama, ketika diri lagi low dan kepeleset, suka jadi mikir: "aku kehilangan diriku"...
Valid kok bu perasaan yang berwarna-warni itu :') ragam emosi yg silih berganti. Ada senang, ada sedih, ada cemas, ada ragu, ada haru, ada bangga, dan serangkaian perasaan lainnya.
Itu semua bisa muncul karena kita sedang jadi individu baru; yg ga pernah kita temui dan rasakan kalau belum jadi seorang Ibu.
Challenge-nya beda, feeling-nya beda, pengalamannya baru semua, ngga familiar makanya bikin cemas. Tapi dengan diupgrade-nya keilmuan kita tentang fase yg sedang kita hadapi, akan memudahkan kita untuk tenang dan aman.
Karena tau pijakannya, tau landasannya dan sadar bahwa semua itu butuh waktu. Butuh proses untuk mengaplikasikan semua materi ajarnya.
Menjadi orang tua memang tidak ada "sekolah formalnya". Kita perlu belajar sendiri. Namun yg pasti zaman sekarang sudah cukup banyak kok para ahli yg membuat kelas untuk persiapan jadi orang tua yg bisa kita akses.
Semoga kita terus semangat belajar mengasuh anak ya! 🥲💪🏻✨️
Tangerang, 6 Februari 2025 | 22.58 WIB
Udara Segar 2025
"Nisa dipanggil wawancara hari ini", sebuah pesan yang berhasil membuat mataku terbelalak di grup keluarga siang tadi. Kuingatkan dia beberapa hal yang perlu didiskusikan dengan user-nya, sebagaimana briefing ala-ala yang kusiapkan di malam sebelumnya. Adikku berhak untuk dapat pekerjaan yang lebih baik, adikku berhak berkembang, sama halnya ia berhak mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Di kantornya saat ini, kesejahteraan karyawan dinomorduakan. Bahkan aku terlalu baik untuk mengatakannya sebagai nomor dua, karena realitanya jauh sekali dari ideal. Setelah 5 tahun ya, Dik. Bismillaah, akan kuajarkan dia merapal do'a yang Allah abadikan di dalam al-Quran:
وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا
Artinya, "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)". (Q.S Al-Isra ayat 80)
❤️ربّ هبلي من الصّلحين
Have you done something today to make you deserve Jannah?
Kepergian Nasya rasanya masih meninggalkan duka yang cukup dalam, karena salah satunya, Nasya adalah pendengar yang baik. Nasya bersedia mendengarkan cerita, keluh kesah, dan sumpah serapah orang-orang di sekitarnya — teman kuliahnya, teman asramanya, teman satu organisasinya, teman satu kepanitiaannya. Sehingga kemudian yang bersedih bisa meluapkan air matanya. Yang merasa kesepian bisa merasa didengar dan dihargai keberadaannya. Yang sedang menanggung beban bisa lebih ringan pundaknya.
Have you done something today to make you deserve Jannah?
Kembali ke pattern tidur pukul 7 atau 8 malam, kemudian bangun dini hari pukul 2 atau 3. Shalat isya (ya, sulit sekali shalat isya di awal waktu ketika punya bayi di jam tidur yang mepet waktu isya) dilanjut shalat-shalat sunnah — yang rakaatnya semakin banyak ketika semakin butuh ketenangan. Shalat di waktu-waktu ini memang terbaik — chef's kiss. Dalam tiap sujudku, do'aku berlabuh. Dudukku di antara dua sujud, jiwaku direngkuh. Sembuh. Semua sembuh.
Aku bukan orang yang konsisten beribadah, bukan pula orang yang bisa diandalkan ketika ditanyakan perihal-perihal agama. Tapi momenku ketika berduaan dengan-Nya, tolong jangan diganggu dan hanya waktu-waktu inilah momen itu bisa terasa syahdu. Allah, tolong hadirkan ketenangan ini tiap hari, tiap jam, tiap detik.
Anakku masih pulas ketika adzan shubuh berkumandang. Entah bagaimanalah posisi tidurnya sekarang, pipinya yang cempluk itu membuatku gak tahan mendaratkan kecupan demi kecupan yang semoga tidak membangunkannya. Biasanya ia bangun tidak lama setelah shalat shubuh, tanpa tangisan, hanya suara babblingnya "ta..ta.." dan senyumnya yang merekah. Matanya yang hitam legam mencuri perhatian.
Assalamualaikum, selamat pagi, anak shalihnya Umma-Abba.
Persis di tahun lalu, kamu masih di dalam perutku. Salam dan sapa pagiku masih hanya kusampaikan dengan elusan lembut di atas perut — rahimku, yang jadi rumahmu. Dua tahun yang lalu, kabar hadirmu bahkan belum ada. Kabar yang kami tunggu-tunggu. Sampai-sampai di jurnalku pada hari itu, tergambar betul betapa aku dibuat kemrungsung dengan lontaran ibu dokter yang konon katanya dokter kandungan (sungguh, menyebalkan) "Mana bisa hamil kalau ayah bundanya jauh-jauhan?".
Hah, sudahlah. Rasa kesalnya sudah terbayar. Allah yang membuktikan kuasa-Nya, karena ketika Ia bilang "Jadilah" maka jadi semuanya. Tanpa cela. Tanpa jeda. Di kala aku dan suamiku betul-betul siap mengemban amanah menjadi orangtua.
Begitulah penantian. Kalau pakai kalkulatornya manusia, kita akan terus dirundung kecewa. Penghitungan-Nya akan selalu jauuuuuh lebih sempurna.
Bekasi, 8 Jan 2025.
Nama foto ini di laptop Umma, "Faiq sayangku", "Faiq sayangkuu", "Faiq sayangkuuu lucu sekali nak". Sudah 6 bulan lebih kamu hadir dalam hidup Umma, hari-hari kita lewati sama-sama meskipun Umma banyak haduh-haduhnya. Hadirmu jadi hadiah terbesar di tahun ini, sehat-sehat sayang :)
Hari-hari bersama Faiq adalah hari-hari yang bahagianya berlapis-lapis. Kadang masih gak nyangka, lho ini yang ditunggu 2 tahun sekarang sudah jalan 4 bulan. Tidurnya di sebelahku, tawanya jadi penghiburku.
Anak ini betul-betul hadiah dari Allah. Jadi teman yang hadirnya bukan hanya menghilangkan kesepian, tapi memberikan rasa aman. Padahal tubuhnya masih kecil (besar dan berat sih, tapi belum sebesar orang dewasa) — tapi hatinya sungguh bikin iri karena masih begitu bersih, polos, dan suci.
Kehadirannya membuat aku memaknai keberadaan diriku lebih dalam lagi. Aku bukan sekadar manusia yang diciptakan tanpa tujuan, karena melalui aku, anakku bisa merasakan kasih sayang Allah yang tidak terbilang. Kok bisa ya, amanah besar ini, Allah letakkan di pundakku? Padahal aku masih banyak kurangnya, masih malas-malasan ibadahnya. Lalu aku sadar, melalui Faiq pulalah aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang Allah buatku. Allah hadirkan Faiq sebagai sebaik-baik teman perjalananku. No matter how bumpy the road is, we'll always have each other 🤍
Dipikir-pikir lucu juga ya rumah tangga yang gue jalanin. Udah nikah, punya anak bahkan, tapi kayak pacaran karena jauh-jauhan 😂 Tapi halal, tapi ada greget-gregetnya, tapi ada kangen-kangenannya.
Sehat-sehat di sana yaa, Mas. Sekarang yang nunggu kamu pulang bukan cuma aku 🤪