Riyadh as-Salihin
باب الإخلاص وإحضارالنية
وعن أبي بكرة نفيع بن الحارث الثقفى رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: "إذ التقى المسلمان بسيفيهما فالقاتل والمقتول في النار" قلت يارسول الله، هذا القاتل فما بال المقتول؟ قال: "إنه كان حريصاً على قتل صاحبه" ((متفق عليه))
Abu Bakrah Ath-Thaqafi (May Allah be pleased with him) reported:
The Prophet (ﷺ) said: "When two Muslims are engaged in a combat against each other with their sword's and one is killed, both are doomed to Hell". I said, "O Messenger of Allah! As to the one who kills, it is understandable, but why the slain one?" He (ﷺ) replied: "He was eager to kill his opponent".
[Al-Bukhari and Muslim].
Abu Bakrah Ath-Thaqafi adalah sahabat Rasul saw yang sebelumnya adalah seorang budak. Namun dimerdekakan dengan "Allah dan Rasul telah memerdekakannya."
Faidah hadist: 1. Menunjukkan haramnya berperang karena urusan dunia yang tidak dibenarkan oleh syari'at. Ex: fanatisme, jabatan, harta, dan wanita. 2. Rasul saw bersabda, "Tidak akan datang kiamat sampai kita ada suatu zaman, seorang pembunuh membunuh tanpa alasan yang jelas", sahabat bertanya, "kok bisa?", Rasul menjawab, "itu zaman fitnah." 3. Ketika sudah ada niat melakukan dosa (dalam konteks ini membunuh saudara sesama muslim), tapi dia ternyata terbnuh, maka dia tetap mendapatkan dosa (atas niat dan upayanya).







