Hari Hak Asasi Hewan? Memangnya ada yah? Ada! Hari ini diperingati setiap tangal 15 Oktober.
Hak asasi hewan, adalah ide bahwa hak-hak dasar hewan non-manusia harus dianggap sederajat sebagaimana hak-hak dasar manusia. Meski ada berbagai macam pendekatan dan pandangan tentang ini, tapi para penggagas semua setuju bahwa hewan harus dipandang sebagai orang non-manusia dan anggota komunitas moral, serta tidak digunakan sebagai makanan, pakaian, subjek penelitian, atau hiburan. (sumber: wikipedia)
Jadi hewan juga punya hak asasi, gaes! Berikut tulisan kami, @kitasulawesi sebagai bentuk penerimaan pada keberadaan mereka yang juga makhluk hidup...
Hutan ditebang, habitat mereka dijarah, mereka diburu sampai hampir punah. Apa yang manusia lakukan? Apa yang kita inginkan? Apa nanti sampai hewan tak ada, baru mereka puas? Baru kita puas? Mereka, juga makhluk hidup seperti kita, juga butuh tempat tinggal, butuh untuk berkembang biak. Apa tak ada lagi yang bisa dilakukan, selain menjarah, membakar, dan memburu? Atau mungkin nanti bila semuanya punah, baru manusia sadar, bahwa kita memang butuh mereka.
Dan mereka menjerit dalam tatapan mata penuh iba. "Aku yang tidak semua orang menganggap keberadaanku, aku yang terkatung-katung mengiba makanan dan kebebasan. Kalian meratakan rumahku dan hutanku yang juga menjadi sumber hidupmu. Kalian membakar rumahku dan hutanku yang membunuh umatmu pula. Tidak ingatkah engkau apa itu simbiosis mutualisme? Kita bisa saling menguntungkan dan membutuhkan jika kalian tidak serakah. Kalian menyelamatkanku dari kerusakan rumahku dan memindahkanku ke rumah buatan yang sama sekali tidak berjiwa untukku. Maka dengarlah jeritan kami meminta hak kami seperti kalian umat manusia berkoar-koar meminta hak asasi kalian".
@duaapuluhtiga ~ @aininnisa
Ini tentang mereka yang memiliki kebebasan untuk hidup nyaman yang direnggut begitu saja. Tentang binatang-binatang yang sangat patuh pada empunya bahkan rela dijadikan pesuruh demi seonggok koin untuk tuannya. Bukankah dengan memelihara kemudian menjadikan mereka budak lalu mendapatkan kentungan adalah sebuah tindakan yang telah melaggar hak asasi mereka? Tentang binatang-binatang sirkus misalnya. Atau sebut saja si raja topeng monyet, Sarimin. Sangat ironis rasanya memanfaatkan seekor monyet hanya untuk mendapatkan sepeser uang. Tidak berakal dan tidak mampu untuk berpikir layaknya kita manusia memang itulah adanya mereka. Tapi 1 hal yang harus selalu kita ingat bahwa mereka juga merupakan makhluk ciptaan-Nya.
Lantas sanggupkah kita manusia menanggung pertanggungjawaban di hari kemudian, saat mereka kelak menjadi saksi atas perbuatan yang telah kita lakukan?
(Note: ada hadisnya)
@ramuusss ~ @nurulfadhilahkdr
Untuk hak asasi hewan, kali ini Saya tidak akan membahas tentang Gajah lampung yang jadi arti sirkus, Harimau sumatra yg kepopulerannya disabotase sinetron Manusia Harimau, Orang Utan yang diperkosa, Burung Maleo yg habitatnya tinggal seiprit, atau si monyet Bekantan yg jadi maskot Dufan... ahh. sudah ada Angelina Jolie dan Greenpeace yang getol memperjuangkannya. tohh saya pun belum pernah meilihat mereka, mungkin anak cucu saya pun akan seperti itu.
Saya cuma mengajak kalian semua memperhatikan hewan kecil disekitar kita, hewan yang masuk kingdom animalia kasta rakyat jelata, kucing jalanan, mudah dan hewan yang paling sering kita jumpai, hewan yang harus kita hindari dan tidak boleh pegang bulunya karena kata ibu atau guru kita, punya virus Toksoplasma gondii yang memakan janin. Karenanya si pusspuss ini sering dilempar sapu, disiram air, ditembak buat ngetest senapan angin, selalu dikasih peran antagonis di kartun sampai film-film box office, dijadikan bahan penelitian bedah sama mahasiswa kedokteran, saya paling sedih kalau ke rumah sakit liat kucing yg jalan sempoyongan dengan bekas jahitan di perutnya. paling kejam sampe di bikin bakso. Aduuhh sedih....
Padahal pus meong ini adalah hewan kesayangan Nabi, Beliau bahkan rela memotong lengan jubahnya karena tidak mau mengganggu kucing kesayangannya yg tertidur pulas diatas lengan jubahnya. okehh.. saya tidak memaksa orang untuk menyukai si pus meong... tapi jangan mendoktrin adik-adik kita untuk membenci hewan ini, nyatanya kucing adalah hewan paling bersih.. paling rajin membersihkan dirinya, virus tokso sendiri berasal dari kotoran kucing yang diberi makanan tidak layak, bukan karena bulunya. seperti penderita HIV... menyentuh dan berjabat tangan tidak akan menularkan virusnya. mebelai si pupuss juga hak mereka, coba saja liat tingkah polanya kalau dielus-elus. Tidak mau pelihara?? tak masalah. sesekali kalau nemu kucing di jalanan coba beri sedikit air atau sedikit makanan. Atau kalau niat... coba taruh semangkuk makanan dan air yang di taruh di pojok dekat lingkungan rumah kita yang bisa sering jadi basecamp ngumpul si pus meong.
Puput Kitty @littlecarnation
Semerbak angin di laut
Terasa damai pemandangan di depan mata
Matahari cukup menyilaukan, namun tak mengapa
Alam serasa berbicara
Si laut menyanyikan ceritanya senja ini
Ia salah satu simbol kebesaran Tuhan yang ku lihat
Jangan tanyakan rasa ku kini
Damai ku tiba-tiba terusik oleh berita
Sebab seorang bapak tua menarik kail pancingnya
Diangkatnya seekor paus dengan air mata di pipinya
Lantas diceritakannya,
Tentang datang berbondong baja raksasa; lebih besar darinya
Menginjak, menjejak luka, merampas rumah mereka
Silau benar matahari kini
Aku bahkan tak lagi melihat
Aku tak lagi mendengar
Jerit dan ratap di laut yang menjadi hak mereka
Tuhan, ada yang sementara tidak baik-baik saja.
Tolong jawab;
Apakah aku, baja raksasa, atau seisi laut yang sedang sakit di sana?
@mqmk-mariyal ~ @fahrysamudera
Sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, manusia dan binatang hidup rukun dan memiliki hubungan yang erat. Mereka bersahabat dan saling mengasihi. Tapi entah karena moderenisasi atau kemajuan yang semakin pesat, persahabatan itu ternodai oleh sebagian manusia yang tidak punya hati, ia membantai binatang dan merusak habitatnya. Memperlakukan binatang seperti tak berperasaan.
Perlakuannya pun tak adil. Yang harusnya melenggang bebas terbang di udara jadi hidup sempit kerangkeng kawat, yang harusnya riang menari di lautan jadi tersiksa hidup dalam kolam, yang riang bergantungan di pepohonan pun akhirnya hanya jadi hiburan mata lalu bergantung di sebatang dahan.
Padahal secara anatomi kita hampir sama namun yang membedakan akal dan pikiran kita. Coba saja binatang diberi kelebihan seperti manusia, atau paling tidak kita bertukar posisi dengannya hari ini. Mungkin, salah satu dari kita tidak ada yang sanggup menjadi seperti binatang (?) namun bagaimana dengan binatang yang sudah jadi binatang.
Setidaknya pernah walau masih perselesihan, ada hasil uji ilmiah yang mengata bahwa manusia berasal dari ulat sebab ditemukannya ulat belatung menggeliat pada sepotong daging eksperimen. Secara kimiawi pun tak bedanya bahwa penyusunnya pun ada amonia, hanya saja manusia lebih dari sisi imajinasi dan ruhiyah.
Ku rasa kita tak harus menyiksanya seperti sebagian manusia lainnya. Dan mari kita memberinya kasih sayang, haknya pun harus terpenuhi dengan kita memberi makan, tdk menyiksa dan menjaganya selalu.
Sebab menyiksanya pun sama halnya mencederai ruhiyah manusia. Sejarah mencatat bahwa pemuka-pemuka peradaban banyak meninggikan sesosok hewan, diperdewakan, dan sakral untuk dibunuh. Menyakiti hewan sama halnya mengacau imajinasi, apa jadinya jikalau kicau burung tak menyuara memenuhi sore, desik jangkrik tak meramai pagi, dan saut ayam jantan tak mengangkat fajar ?
Ini kali pertama saya mendengar dan tahu jika ada tanggal yang dijadikan sebagai hari peringatan untuk Hewan (lebih sopannya).
Mungkin bukan hanya saya yg sekurang tahu ini (semoga iya), namun terlepas dari pegetahuan saya yang baru ini, Sedari kecil saya diajari untuk memperlakukan hewan apapun tidak dengan semena-mena.
Mereka makhluk hidup yang diberi hak untuk menempati ruang yang sama dengan kita - manusia di bumi ini.
Mereka berhak untuk menjaga kelangsungan hidup sama seperti kita - manusia.
Meski tanpa ada peringatan Hari Hak Asasi Binatang, mari membiasakan untuk mengerti bahwa kita sesama makhluk hidup akan terus berdampingan, sudah selayaknyalah kita menyanyangi mereka.
***
Mengapa kita perlu ikut andil dan turut serta dalam hari Hak Asasi Binatang? Karena sebagaimana kita adalah manusia yang memiliki hak untuk dijaga dan dilindungi, binatang juga sudah selayaknya memiliki hak tersebut. Kesejahteraan hewan adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan (Amanat UU No. 16 tahun 2009). Binatang memang tidak memiliki akal, namun binatang juga makhluk ciptaan Tuhan yang sudah sepantasnya dijaga dan diberikan pelayanan baik oleh kita manusia yang memiliki akal. Adapun kesejahteraan yang sudah selayaknya binatang terima diantaranya :
1.Bebas dari rasa lapar dan haus
2. Bebas dari rasa sakit, cidera, dan penyakit
3. Bebas dari ketidaknyamanan, penganiayaan dan penyalahgunaan
4. Bebas dari rasa takut dan tertekan
5. Bebas mengekspresikan perilaku alaminya.
***
Berbicara tentang HAH (Hak Asasi Hewan) artinya berbicara tentang menjaga keselamatan mereka. Menjaga agar mereka tetap bisa hidup tanpa ketakutan akan dibunuh. Sebenarnya HAH ini cukup menarik si ya buat dibahas lebih dalam, apakah memang telah diterapkan baik atau masih sebatas 10% saja penerapannya.
Sejauh ini masyarakat kita masih kurang paham betul tentang HAH ini. Mereka masih belum tahu apa saja hak-hak hewan yang harus dijaga baik. Kenapa kita harus menjaga hak itu, padahal hewan kan gak pernah mikir ya. Kalian pukul kepalanya paling disangka tanda sayang. Banyak dari kita yang masih belum paham betul sih.
Saya awalnya jujur mikir, tanggal 15 Oktober nanti apa sih yang bakal orang-orang lakukan untuk memperingati HAH ini? Apakah melakukan kampanye nyata? Atau hanya melakukan kampanye lewat media sosial? Nah, kan timbul lagi pertanyaan, jika kita mendukung adanya HAH ini apa sih yang bisa kita lakukan?
Nah kan makin lama makin banyak tanya saya. Yo wess, sekira kita sudah tahu sedikit perihal HAH marilah sama-sama mulai menerapkannya. Cara termudah seperti sering-seringlah bawa makan hewan untuk di bagi sama mereka yang kelaparan di jalanan.
Paling penting nih kayaknya. Hewan bukan benda, mereka tergolong dalam kategori non-manusia. Dan hampir memiliki hak yg sama dengan manusia kecuali dalam bidang pendidikan kali ya (becanda doang) 😂
***
Mari sayangi makhluk ciptaan Tuhan seperti kita menyayangi diri sendiri.
@coretangaje ~ @ariniaris ~ @sitimasruroh
cc: @curhatmamat @tumbloggerkita