Untuk Makassar dan sekitarnya, datang yuk! Tiada kesan tanpa kehadiranmu! Kalau ada yang ingin ditanya, langsung dm ke ig: @kitasulawesi yah! Salam cinta yang selalu penuh.
Show & Tell
hello vonnie
almost home
sheepfilms
official daine visual archive
YOU ARE THE REASON

Discoholic 🪩

#extradirty
The Bowery Presents
Jules of Nature
tumblr dot com
NASA
Misplaced Lens Cap

pixel skylines

if i look back, i am lost
The Stonewall Inn

Love Begins
Noah Kahan
TVSTRANGERTHINGS
No title available
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Iraq

seen from Switzerland
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Argentina
seen from United States
Untuk Makassar dan sekitarnya, datang yuk! Tiada kesan tanpa kehadiranmu! Kalau ada yang ingin ditanya, langsung dm ke ig: @kitasulawesi yah! Salam cinta yang selalu penuh.
Surat Perpisahan
Hai kalian…
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Hari ini kebetulan karena lagi bedrest dan lagi kosong banget saya sempetin nulis buat @kitasulawesi mengingat selama November ini saya jarang sekali ikut writing project November Menulis, yang satu ini semoga bisa menghibur.
Bicara soal KITA, memang selalu gak ada habisnya. Ada banyak sih yang cukup disimpan di kotak kenangan untuk bisa jadi pengobat rindu nantinya. KITA itu udah kayak rumah, isinya orang-orang yang membuat nyaman walau sebagian ada yang ngeselin but KITA itu sempurna dalam beberapa hal.
Saya selalu berharap Kita Sulawesi bisa mulai bahas proker-proker yang baik untuk semuanya, mengingat di dalam KITA itu ada banyak sekali orang-orang berbakat. Sebenarnya bukan kata “SIBUK” yang membuat kita gak bisa melakukan apapun, melainkan kurangnya management waktu kita.
Saya juga selalu berharap grup bisa serame dulu. Bisa berisi lawakan di suatu hari, bisa berisi curhat di lain hari, berisi puisi di hari berikutnya, berisi kegiatan-kegiatan yg positif di lain harinya. Bukan sekedar berisi curhatan memilukan pun menyakitkan semata. *kemudian di hajar member grup*
Saya juga pengen sekali member-membernya muncul sekali-kali, jangan SR saja, kan KITA bukan bagian dari keluarga tak kasat mata. Atau sekalian adain kopdar lagi yuk, sisihkanlah waktu luangmu sehari saja, toh yang kita akan temui adalah bagian dari keluarga juga. Tidak akan ada yang cuekin kita selama bertemu.
Tetaplah menulis @kitasulawesi tetap jadi anak sulawesi yang membanggakan dengan karya-karya keren kalian. Ini surat perpisahan awal saya, semoga di lain waktu kita masih bisa duduk bareng buat ngomongin buku, patah hatimu, kisah hidupmu, dan cerita konyol lainnya.
Jangan heran ketika ID Line arini_aris menambahkan kalian, semata-mata biar pas ntar ada butuh bisa langsung japri kalian saja.
Teruntuk @coretangaje dan kak putri (lupa nama tumblr ta kak, maafkan kak 😂), terima kasih sudah menerima dengan sangat baik, membantu setiap kali saya datang dengan sekelebat masalah dunia. Keep in touch nah, cause I’m leaving soon. #eaaaaa
Yah sudah, selamat tinggal November dan selamat datang Desember. Semoga masih ada waktu KITA bisa berjumpa lagi baik dalam aksara dilaman biru tua ini pun dalam kehidupan nyata.
Salam Teduh,
The Unique Weirdie
Tentang Kita
kita itu saling asing tapi kemudian menjadi dekat satu sama lain kita itu sebuah pertemuan yang semoga tidak ada perpisahan kita itu belajar mengeja harapan, melepaskan kenangan memintal kata menyematkan ikatan, selamanya…kuat tanpa usai kita itu hal baru yang tiba-tiba saja datang lalu saling mengenal kita itu bagaimana melepas topeng masing-masing dan saling tertawa bersama kita adalah masing-masing diri yang apa adanya dan menjelma dalam temu dan tawa kemudian menjadi kenangan
kita adalah canggung yg menjadi akrab, membagi kisah yang nanti tercatat dalam memori kita yang tanpa spasi
kita itu cerita yang panjang seperti duduk di lingkaran pertemuan ini menerima semua cerita dan melebur jadi satu kita adalah bagian dari perjalanan, perjalanan mempersiapkan kematian kita adalah apa-apa yg dipertemukan melalui rangkaian aksara berkumpuk, tertawa, bercerita tentang apa saja. sebelum kembali kedalam riuhnya sepi masing-masing kita adalah kebersamaan yang mengakrabakan diri dengan tawa kita adalah kertass hitam yang berisi tentang cerita yg mengagumkan, menyenangkan. kertas hitam dengan tinta emas seperti hari ini di akhir januari kita adalah kamu aku dan kalian, melebur menjadi satu
2 tahun @kitasulawesi, 7 jan 2018. sayang kalian
Puisi bersama, karya @kitasulawesi
Selamat mendengarkan...
Novelis days7 : impian awal tahun yg belum/sudah tercapai
Ciieee… Mimin kepo sama impian orang cieeeee…
Sudah hampir empat tahun saya tidak menulis resolusi awal tahun diatas kertas atau di blog ini, biasanya sih nulis.
Impian saya untuk tahun ini gak banyak sih, cuma pengen bisa nikah gitu, soalnya yamg lain-lain sampai saat ini saya masih merasa cukup sih yah, saya ino semakin bangkotan kayaknya semakin karatan impiannya wkwkkwk. Soal kerjaan misalnya, berkali-kali di suruh ikut test naik ke 2nd level. Tapi rasanya udahnyaman biarin aja di 1st level biar gajinya lebih kecil daripada naik posisi tapi bikin pusing, jadi sederhananya gini maksudnya.. Saya ibaratnya anak kelas 6SD nih, mau di naikin ke 1Smp, iming-imingnya dikasih jajan lebih, tapi males naik kelas karena malas pusing belajar lebih susah. Jangan di tiru 😀
Orang tuh kan biasanya pengen bisa nerbitin buku kek, atau punya perpustakaan mini kek… Eh gak ding, itu sebenernya impian lama saya sendiri, tapi mungkin karena usia bertambah prioritas jg makin bergeser. Saya ngebet pengen nikah jadi fokus di satu impian itu aja sih kemaren.
Naaah, PR beratnya tuh di taon depan. Resolusi eyke buanyaaakk. Tapi ntar..nanti aja bikin listnya.
November menulis bersama @kitasulawesi
Min, sory gak pake hastag, gak ngarti kalo di hp tu hastag-hastag gak muncul.
November Menulis
Novelis days7 : impian awal tahun yg belum/sudah tercapai
Ciieee… Mimin kepo sama impian orang cieeeee…
Sudah hampir empat tahun saya tidak menulis resolusi awal tahun diatas kertas atau di blog ini, biasanya sih nulis.
Impian saya untuk tahun ini gak banyak sih, cuma pengen bisa nikah gitu, soalnya yamg lain-lain sampai saat ini saya masih merasa cukup sih yah, saya ino semakin bangkotan kayaknya semakin karatan impiannya wkwkkwk. Soal kerjaan misalnya, berkali-kali di suruh ikut test naik ke 2nd level. Tapi rasanya udahnyaman biarin aja di 1st level biar gajinya lebih kecil daripada naik posisi tapi bikin pusing, jadi sederhananya gini maksudnya.. Saya ibaratnya anak kelas 6SD nih, mau di naikin ke 1Smp, iming-imingnya dikasih jajan lebih, tapi males naik kelas karena malas pusing belajar lebih susah. Jangan di tiru 😀
Orang tuh kan biasanya pengen bisa nerbitin buku kek, atau punya perpustakaan mini kek… Eh gak ding, itu sebenernya impian lama saya sendiri, tapi mungkin karena usia bertambah prioritas jg makin bergeser. Saya ngebet pengen nikah jadi fokus di satu impian itu aja sih kemaren.
Naaah, PR beratnya tuh di taon depan. Resolusi eyke buanyaaakk. Tapi ntar..nanti aja bikin listnya.
November menulis bersama @kitasulawesi
Min, sory gak pake hastag, gak ngarti kalo di hp tu hastag-hastag gak muncul.
Ehh disuruh nulis impian ya min.
(Ikutan novelis pake reblog ini saja)
Sejauh ini sih ya hidup saya sampai menjelang penutupan tahun masih aman, sedikit melenceng dari apa yang jadi resolusi awal tahun. Tapi, tapi, mimpi yang belum kesampaian itu hem…engg.. ingin pindah ke mars -___-
Tolong kalo mimin punya waktu untuk bisa membantu saya pindahan berkabar yah 😄😄
@kitasulawesi
November Menulis
Dari awal tahun sampai 1 bulan sebelum akhir tahun dan bahkan bertahun-tahun yang lalu ada beberapa keinginanku yang belum tercapai yakni :
1. menulis novel
entah kenapa impian ku yang satu ini sulit sekali tercapai, padahal aku sudah beberapa kali mensiasati diri sendiri untuk melaksanakannya. seperti menulis sedikit demi sedikit. namun, adaaaa saja yang membuatnya terbengkalai, ditambah dengan faktor M (malas dan menunda-nuda) menuliskan ide yang tiba-tiba ada. Jadinya, impian ini hanya impian.
2. menjadikan dental dream nyata
Jadi aku punya impian untuk membuat aplikasi yang bernama dental dream. Nantinya di aplikasi ini bertujuan memberikan sarana edukasi Mahasiswa Kedokteran gigi dan Keperawatan Gigi untuk memperlajari hal umum mengenai gigi dengan metode yang inovatif dan tidak monoton seperti membaca buku. impianku tentang aplikasi ini sedikit mendapat kesempatan besar. Namun sayang, waktu luangku untuk fokus kurang. Padahal, aku sudah mempelajari dasar membuat suatu aplikasi dari Indonesia Android Kejar.
3. membuat komunitas
Nah impianku yang ini berawal dari hatiku yang terunggah ketika menjadi volunteering di beberapa komunitas. Pernah salah seorang temanku menasehatiku seperti ini “kra, berhentilah menjadi followers. kini saatnya kamu yang bergerak. pengalamanmu saat ini sudah cukup untuk menjadikanmu leaders dan membuat satu komunitas serupa”. Aku mengakui itu benar, tapi kenyataannya menyakinkan seseorang itu tidak seperti memutar balikkan tangan. Jadi impian ini menjadi urung kulakukan sebab kurasa aku masih perlu banyak belajar.
sebenarnya masih banyak lagi keinginanku atau impianku yang belum tercapai di tahun ini. Namun yang paling kuingat adalah tiga hal diatas. kuharap dengan menuliskannya dan menceritakannya kepada kalian. aku bisa menemukan cara untuk merealisasikannya ditahun depan. Amin
“November Menulis bersama @kitasulawesi ”
#day7 #novelis #MenulisBersama #WPKitaSulawesi
November Menulis
Sebelumnya,maaf ya min baru sempat lagi ikut NOVELIS
OK tema kali ini adalah……tedeeeengggg
Keinginan Yang belum tercapai ditahun ini atau akhir-akhir tahun ini(.?)
Keinginan banyak tapi usaha secuil ya inilah penyebab terbengkalanya segala keinginan itu.
Scaller (alat pembersih karang gigi) yang anak gigi atau yang sering berkunjung diklinik gigi pasti tau ini. Keinginan yang sebenarnya sudah ada didaftar You must to do 2016 membeli scaller,tahun lalu hampir saja sudah tercapai tapi si uang malah kepincut oleh tiket pesawat ya sudah uang scaller beralih kejalan-jalan hahaha. Beginilah kalau tidak dilandasi oleh niat plus plus.
Jadi founder digerakan sosial. Setelah beberapa lama terjun digerakan sosial yang berbau kerelawanan saya terinspirasi membuat wadah untuk para pemuda yang memiliki jiwa kepedulian untuk berkontribusi. Tapi belum saja tercapai,mungkin belum waktunya atau nggak usahaku untuk menemukan waktu yang tepat masih terbilang kecil.
Buku (tulisan bergambar). keinginanku kali ini terinspirasi oleh si illustrator & writer Naela Ali. selain menggambar adalah salah satu kebiasaan yang sangat aku gemari maka dari itu aku ingin dari kebiasaan itu bisa menghasilkan sebuah karya yang lebih bermanfaat dan terjual tentunya hahaha. Tapi ‘katanya’ aku harus lebih banyak belajar terutama dalam menulis,semisal buat outlinenya biar lebih fokus dan terarah. Ya kita coba sampai tahun depan aja kali.
cukup ya
kalau aku sebutin sebuah nanti jadinya curhat dan keluar dari tema hahahah. Maaf kalau ada tutur kalimat yang kurang baik.
@kitasulawesi
November Menulis
Novelis Days5 : Cinta Pertama
Mimin lagi kepo sama cinta pertama nih, jadinya di kasih tema kayak ginih, oraiitt…
Sejujurnya saya gak tau saya pernah jatuh cinta beneran atau tidak. Cinta-cintaan sih iyaa… Dari kelas 3SD pertama kalinya Cinta monet kalo kata orang tua, bahkan sama si pak suami saya gak tau itu cinta apa bukan, wuadduuuuhh…. 😁😁
Sampai sekarang repeat pertanyaan yang paling sering kami saling tanyakan adalah : “Yayank cinta gak sama aku?” “Kok bisa sih cinta sama aku?” Dan jawaban masing-masing sebenernya masih belum memuaskan. Tapi intinya kami saling menyayangi, cintanya biarkan ditumbuhkan sama Allah.
Intinya lagi, saya gak tau pernah jatuh cinta sama siapa. Jadi cinta pertama saya tetep the one and only jatuh kepada : My Dad.
Waktu itu saya umur 17tahun, dan tidak ada rasanya patah hati yang terberat selain ditinggal cinta pertama saya ini, tapi setelah itu belasan tahun berikutnya tidak ada laki-laki lain yang bisa mematahkan hati saya sampai sesakit hari itu. Tidak pernah ada air mata sederas hari itu. Sampai hari itu toba kembali, saat malam pengajian sebelum saya akad nikah. Air mata saya kembali pecah mengenang hari patah hati itu.
Tapi ada satu lagi cinta yang akhirnya saya tau. Kamu sangat mencintai seseorang lebih dari siapapun sebelum bertemu dengannya. My baby 😳
November menulis bersama @kitasulawesi
November Menulis
cinta pertama (?)
Bicara soal cinta pertama, hal yang pertama muncul dibenakku adalah “siapa?”. Yah, siapa gerangan cinta pertamaku.
lalu tiba-tiba saya flashback ke masa dimana saya masih kelas 3 SD, saat saya pertama kali kenal alm. farid. Beliau adalah murid baru di sekolahku. Gayanya keren dengan rambut belah samping.
Kalau ada yang bilang cinta itu dari mata turun ke hati. Maka aku percaya itu benar.
Saya masih ingat betul ketika jam istirahat, beliau dengan sombongannya duduk di motor ibu sri (guru IPAku).
beliau yang mendengarku kala itu, tak henti-hentinya menatapku. entah apa yang ada di pikirannya. Dia cuman terdiam tak membalas. Akupun ikut diam dan tak pernah lagi bicara dengannya.
Waktupun berlalu, ternyata dia tidak seperti apa yang terlihat. Dia adalah orang yang begitu cerewet, sukasekali bercerita dan penganggu.
Kalau ada yang bilang benci bisa jadi cinta. maka aku percaya itu benar.
Jadi pernah suatu ketika didalam kelas, ketika guru tidak ada. Dia dengan temannya lagi bermain jujur berani dengan pulpen sebagai alat permainannya.
Masih manis di ingatanku, waktu itu dia yang kena bagian ditunjuk oleh arah pulpen yang diputar oleh temannya yang juga temanku. ketika dia disuruh memilih antara jujur atau berani. Dia memilih jujur.
kalau kalian bertanya kenapa aku begitu tau permainan mereka? sebab mereka bermain tepat dibangku kedua dari terakhir, yang mana berada disamping kiri depan mejaku. aku yang menulis kala itu masih bisa mendengar apa yang mereka katakan.
kurang lebih seperti ini percakapannya ::
“Farid, siapa orang yang paling kau suka dalam kelas?”
“Orang yang saya suka adalah orang yang lagi duduk dibelakang sambil menulis” katanya setelah memutarkan badannya lalu menunjukku.
aku sontak grogi lalu menjatuhkan pulpenku. jangan berfikir aku fokus sedari tadi menulis, nyatanya mata dan telingku turut larut dalam permainannya. Dan aku tau betul mata-mata temannya lagi melihatku. sehingga aku langsung saja jongkok mencari pulpenku.
lalu ia mengulang lagi, “orang yang saya suka adalah orang yang lagi memungut pulpennya.”
aku mendengar suranya lagi dan langsung saja berdiri. dan untuk ketiga kalinya dia mengulang “orang yang aku suka adalah orang yang lagi berdiri.”
aku terdiam terpaku melihatnya dan hanya menangis. entah aku menangis karna alasan apa, tpi satu yang kutau. aku takut mamaku marah karna ada orang yang menyukaiku.
Dan semenjak hari itu, kami jadi bahan olok-olokan temas sekelas, kalau farid nembak ikra, farid suka sama ikra, ikra suka sama farid. pokoknya seperti begitulah.
Dan selanjutnya hari-hariku bersamanya sudah tentu seperti kisah tom and jerry, yang tidak pernah akur. aku menyalahkan dia karna sikapnya yang bodoh sehingga kita jadi bahan olok-olokan teman2.
Seperti itulah cintaku bermula, cinta pertama atau lebih tepatnya cinta monyet.
Kalau ada yang bilang cinta pertama itu sulit dilupakan. Maka aku percaya itu benar.
“November Menulis bersama @kitasulawesi ”
#day6 #novelis #MenulisBersama #WPKitaSulawesi
November Menulis
Ini cinta pertamaku, perempuan 17 tahun yang lahir dari rahim yang sama denganku, perempuan yang tak sempat mengenal banyak ayahnya sebelum di panggil sama Allah SWT. Perempuan dengan segudang rindu yang menumpuk di pundaknya, perempuan yang terpisah jauh dari kakak dan ibunya, perempuan yang dengan tabah membunuh banyak waktu demi masa depannya..
Tumbuhlah besar dengan segala ketabahanmu, gapai semua cita-citamu, dan jadilah Anggun. 😇
November menulis bersama @kitasulawesi
November Menulis
Ada satu waktu yang sangat ingin kukunjungi kembali, yaitu lima ribu enam puluh hari dari saat ini sedang kutulis.
Aku ingin kesana, menjumpai “aku” dengan senyum yang sepenuhnya, mengusap pundaknya sembari berkata “semua akan berlalu, semua akan berlalu, semua akan berlalu”
Hanya itu.
@kitasulawesi
November Menulis
Cinta pertama
Kalo ditanya cinta pertama saya siapa… Mungkin kata tanya dari kalimat itu bisa diubah.
“Apa cinta pertama saya?”
Jujur saya jatuh cinta pertama kali pada angka-angka dan matematika. Saat Umur saya 3 tahun, saya telah lancar berhitung bilngan 1 sampai 100 saat anak seusia saya hanya pandai berhitung 1 sampai 10.
Saya juga telah hafal pecahan mata uang sedari kecil. Efeknya? Saya orgnya agak perhitungan dan hobi jajan.
Kecintaan itu berlanjut hingga kini. Namun sekarang telah di bumbui sedikit rasa benci karena ia menjadi rumit…. Hihiii….
Itu cinta pertamaku, kalau kamu?
Novelis bersama @kitasulawesi
November Menulis
Hal yang paling ingin kuulangi agar masa kiniku dan masa depanku berubah adalah zaman ketika aku masih SMA.
Aku sadar betapa banyaknya waktu yang aku buang sia-sia hanya untuk bermain dan hura-hura. Kini aku merasakan bagimana pahitnya kebodohan hingga rasanya aku ingin merutuki diriku, menyalahkan ketidaktahuanku akan banyak hal. Namun tak ada gunanya aku menyesali semuanya.
Berandai, menggulangnya menggunakan Mesin Waktu pun rasanya percuma, karena Mesin Waktu hanya ada dicerita doraemon. Dan bukankah doraemon hanya fiktif belaka?
jadi sama sekali tidak ada pentingnya aku menyesali masa lalu, karena yang harusku perbaiki adalah masa kiniku agar masa depanku lebih baik. setidaknya dimasa depan aku bisa berterima kasih untuk diriku yang kini berjuang.
[vers. Aku]
“November Menulis bersama @kitasulawesi ”
#day5 #novelis #MenulisBersama #WPKitaSulawesi
November Menulis
Siapa saya?
Wah pertanyaan susah.. Jujur saja saat disuruh menceritakan diri sendiri, saya selalu saja merasa susah mendeskripsikan. Saya tidak tahu bagaimana diri saya sendiri. Orang lain yang menilai, bukan?
Yang bisa saya jelaskan hanya yang bisa dilihat dari luar saja. Bagian dalam biarlah hanya saya dan orang-orang terdekat yang tahu (apadeh gii).
Saya berasal dari Tana Toraja, bapak Toraja asli, mama Manado. Saya sekarang sedang menjalani semester akhir di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Akhir yang benar-benar akhir, yang membuat saya agak enggan datang ke acara keluarga, karena lelah mendengarkan pertanyaan yang sangat sulit dijawab (Kapan selesai, gi?).
Saya penyuka angka 23. Entah mengapa saya jatuh cinta. Saya percaya pada the one and only, Jesus Christ.
Saya jatuh cinta pada Psikogenesis, lembaga pers pertama dan lembaga kampus pertama yang saya masuki dan menerima saya menjadi keluarga. Di sana ada kecewa, ada marah, ada bahagia, ada tangis, ada sedih, ada haru, dan ada mereka, yang seperti KITA, memberi warna tersendiri dalam hidup saya.
Saya juga salah satu anggota dari KITA Sulawesi, tempat saya menjadi diri sendiri tanpa ada paksaan menjadi orang lain dan memakai topeng. Di sini saya menemukan teman rasa keluarga, teman baru rasa teman lama, teman begadang, teman membahas segala sesuatu dari yang remeh sampai yang berat, teman tertawa, teman nongkrong, dan teman curhat. Mereka seperti satu paket yang dikirim Tuhan saat saya sedang merasa kesepian, dan saya merasa beruntung telah menerima paket itu.
Terimakasih, telah menjadi indah.
Sekian
~~ditulis di keramaian Expo Kewirausahaan Fakultas Psikologi UNM, sambil menjual. Singgah qi cantiiiik… 😄😄😄😄…
Cc: @kitasulawesi
Sudah pernah 2 kali menulis ini, jadi reblog tulisan lama saja yah. Maaf min @kitasulawesi :) …
Yang berubah mungkin sekarang saya tak lagi nganu dengan pertanyaan ‘kapan selesai?’. Pertanyaan mengganggu berikutnya “Apa yang akan kau lakukan sekarang?”
Dan saya begitu ingin menjawab, “Jadi Psikolog Klinis, dan menikah. Tapi dia masih menggantung tali jemuran yang tak putus-putus”.
Sekian.
November Menulis bersama @kitasulawesi
November Menulis
siapa aku?
Aku adalah seorang anak gadis yang berasal dari kota kecil mamuju.
Aku hanyalah seorang Mahasiwa, yang masih menempuh bangku perkuliahan di jurusan Dental Terapis Gigi dan Mulut.
Aku adalah tipikal orang yang sangat pemikir. Oleh karena itu, aku terkadang menjadi orang lamban untuk action, karena terlalu banyak menimbang baik buruknya sesuatu.
Aku adalah orang yang begitu pelupa. Sehingga melupakan adalah hal yang paling mudah aku lakukan.
Karena aku pelupa, aku jadi orang yang paling sering membawa note dan pulpen kemana-mana, hanya untuk mencatat sesuatu agar tidak lupa.
Namun kalau boleh jujur, sebenarnya aku tidak sepenuhnya pelupa, sebab ingatanku juga masih begitu bagus. kalo diimbangi antara kadar pengingat dan pelupa nilainya 50 berbanding 50.
Aku adalah orang yang paling sering menunda-nunda pekerjaan. sehingga selalu tertabrak oleh The power of kepepet.
Meskipun kepepet melakukan sesuatu hal, aku adalah orang yang selalu perfectionis sehingga apapun itu harus dilakukan sebaik mungkin.
Aku adalah orang yang begitu mengutamakan keluarga diatas segalanya, baik itu keluarga sedarah maupun tak sedarah. sebab mereka adalah orang yang selalu mensupport dan menyemangati aku.
tapi meskipun aku dikelilingi orang yang energic juga baik, namun ada saja segelintir orang selalu mematahkan semangat saya, membuat saya jatuh sedalam-dalamnya.
namun bukan aku namanya kalau tidak mudah bangkit lagi, lagi dan lagi.
bicara soal siapa aku?
membuat aku tersadar betapa banyaknya kekuranganku.
Dan someday aku berharap ada yang mau melengkapi setiap kekurangan itu. Amin
“November Menulis bersama @kitasulawesi ”
#day4 #novelis #MenulisBersama #WPKitaSulawesi
November Menulis
Ingin se-berguna Ika
Sore tadi setelah sekian purnama, pulang kantornya bareng ika lagi. Setiap pulang sama dia itu udah semacam ada perjanjian tak tertulis kalo saya harus lewat danau biar kita bisa ngobrol di atas motor dengan suara sebesar mungkin (alibi mau teriak-teriakan berdua tapi kami masih tau malu juga).
Beruntungnya sore tadi itu tak hujan sekalipun langit tetap gelap. Karenanya baru keluar gerbang kantor saya sudah merapal mantra biar nda kehujanan di jalan. Sepanjang jalan terus-terusan ngingatin ika biar nda bawel karena saya mau kejar-kejaran sama awan.
Belum jauh dari kantor, ehh udah pertengahan deng tempatnya. Dia udah riweh ngeliat kerumunan di depan. Dia udah nda berenti ngomong “ kecelakaan deh ndi, itu orang kecelakaan, kamu berenti yah.” Saya berhenti akhirnya, belum benar-benar berhenti sebenarnya tapi dia sudah lompat turun dari motor. Iya, dia manusia yang sebegitunya kalo ngeliat ada orang yang harus ditolong. Jiwa baiknya dia terbantu dengan ilmu yang dia tekuni memang, kalau di kantor dia kusebut dokter pertolongan pertama.
Karena jalanan yang sudah super rame, saya terpaksa markir motor agak jauhan. Awalnya nda ada niatan untuk nyusul dia melihat kerumunan yang makin banyak, tapi karena penasaran dan takut-takut ika hilang maka saya sedikit lari-lari, nyusup di kerumunan orang-orang. Tolong hati-hati pegang lehernya, tangannya jangan digerakkan, dan perintah-perintah ika ke orang yang di depan korban yang tak lagi saya dengar karena suara bising orang di kiri-kanan saya. Dari belakang saya hanya melihat dia mulai duduk di tanah, samping si korban, sambil memperagakan cara yang entah itu apa namanya ke beberapa orang sampai bajunya kotor kena tanah. Ini bukan pertama kalinya memang saya melihat ika super panik melihat orang lain terluka. ini bukan pertama kalinya berhenti di jalanan tiba-tiba ketika ada orang yang kecelakaan. Tapi kembali lagi,lagi, melihat dia sore ini seperti itu, saya tetap saja kagum. Kembali membuat saya berpikir
“dia bisa seberguna itu untuk orang, sedang saya apa?”
Sungguh saya ingin seberguna ika, sangat ingin -__-
Akhirnya menjauh dari kerumunan orang yang malah makin banyak, nungguin ika yang lumayan lama karena ia nunggu sampai ada mobil yang ngebawa korban ke rumah sakit. Dari atas motor saya masih melihat dia sibuk ngatur orang yang di dalam mobil, entah dia nginstruksiin apaan, yang pasti dia nda mau ada kesalahan sampai korban itu benar-benar ditangani dokter. Sepanjang jalan saya baru bertanya tentang si korban tadi, dia ngejelasin kalo kemungkinan paling parahnya itu di bagian leher. Saya yang ngedengarnya agak ngeri-ngeri dikit, jadinya bawa motor nda lagi mau kejar-kerjaran sama awan. Tapi kemudian saya keingat kalau kemarin di kantor sempat ada kejadian yang akhirnya bikin kaki jadi ungu-ungu sedap di pandang gitu, tapi dia malah nda ngegubris sama sekali. Malahan setelah saya protes dia ketawa tak berhenti.
“Hahahhaa Ndi, kamu jatuh ya? hahahaa satu-satunya manusia yang bisa bikin saya biasa aja kalo ngedengar dia jatuh tuh kamu doang loh. Setelah nyaris akhir tahun kau tak ada ulah sama sekali, jatuh juga akhirnya. Saya semacam apa yah, senang malah kau tetap jadi indi, karena saya sudah sempat mikir loh bisa-bisanya sudah mau penghujung tahun kau sehat selalu. Nda usah sok-sok an, kau juga suka kalo kakimu berubah jadi ungu. Novemberku akhirnya kembali seperti dulu. Hahahahaaa indi jatuh.
Orang baik memang tak sepenuhnya akan penuh kebaikan. Sebaik-baiknya dia ya tetap saja dia sahabat yang khawatirnya akan lebih banyak berubah jadi tawa dan hinaan. Aaahh.. tapi apapun itu, saya selalu ingin seberguna ika untuk orang-orang. Saya ingin seperti ika yang bisa bergerak secepat mungkin untuk menolong nyawa orang. (cita-cita saya dulu ingin jadi dokter memang😂) Jadi, kalo ditanya salah satu orang yang menginspirasi dalam hidup saya ya dia ini.
@kitasulawesi
November Menulis