( UNITY ) TUBUH KRISTUS - PERSATUAN KESATUAN

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from Kazakhstan

seen from United States
seen from Russia
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Hong Kong SAR China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Netherlands
seen from Germany
seen from China
seen from China
( UNITY ) TUBUH KRISTUS - PERSATUAN KESATUAN
■ ((GEREJA DIJUAL TUHAN DIBELI))
https://youtu.be/oRkiHF9LK5w
Hamba
Ada satu posisi dalam hubungan kita dengan Tuhan yang terkadang, bahkan seringkali tidak kita sadari atau terlupakan oleh kita (terutama yang gw sendiri sangat sering lupakan), yakni posisi sebagai ‘hamba’. Mungkin seringkali kita sadar, bahkan sangat sadar bahwa di mata Tuhan kita adalah anakNya dan Tuhan adalah Bapa kita. Tuhan adalah Bapa yang besar, yang selalu menyayangi kita dan menyediakan atau menjadi provider bagi hidup kita.
Namun, sekali lagi kita seringkali lupa bahwa kita ini adalah hamba Tuhan.
Mungkin kata hamba Tuhan terdengar sangat holy, terlalu rohani, identik dengan pendeta atau full timer di gereja. Ya, benar kalau itu termasuk dalam kategori hamba Tuhan, tapi jangan lupa bahwa kita semua, orang-orang percaya dalam Tuhan adalah hamba Tuhan. Hamba Tuhan tidak terbatas pada pendeta maupun pekerja di gereja, tetapi kita semua adalah hamba Tuhan.
Term ‘hamba Tuhan’ di sini bukan berarti kita adalah robot karena Tuhan ngasih free will atau kehendak bebas dalam hidup kita, bukan juga ngomongin posisi yang membuat kita harus minder karena rendah sebab kita cuma seorang hamba, dan lain sebagainya. Tetapi, posisi hamba yang dimaksudkan adalah posisi untuk terus tunduk, taat, dengar-dengaran sama perintah Tuhan dan melakukannya dalam hidup kita, dan juga punya rasa hormat atau respect yang besar kepadaNya.
Allah adalah Tuhan yang besar, yang berpakaian luar biasa megah, dan duduk di takhtaNya yang suci di sorga. Memang Tuhan ada dimana-mana, bisa ada dalam bentuk apa saja terserah kemauan dan kehendakNya, tetapi sangat tidak dapat dipungkiri kalau Allah adalah Mahakuasa, Ia agung, suci, kudus, mulia, terhormat, dan selalu membuat manusia terkagum dan tercengang akan karyaNya, bahkan akan pribadiNya yang sangat nyata.
Nah ini yang seringkali gw dan kita semua lupakan, bahkan gw berani bilang kalo gereja seringkali melupakan hormat yang besar ini kepada Tuhan, misalnya kita di gereja memuji dan menyembah Tuhan dengan apa adanya (I mean seadanya saja/asal-asalan) atau karena ada apanya. Saking nyamannya pada posisi sebagai anak, gw dan kita semua sangat sering lupa bahwa Tuhan itu Mahakuasa, dia sangat patut dan sangat layak untuk kita sembah, kita agungkan, kita berikan segala yang terbaik dengan hormat yang sangat luar biasa.
Ada satu tokoh di Alkitab yang menurut gw sangat sangat sadar akan posisinya sebagai manusia yang adalah hamba Tuhan. Tokoh ini namanya Maria, lebih tepatnya Maria Ibu Yesus. Dalam kitab Lukas diceritakan mengenai hal ini. Waktu itu, malaikat Gabriel datang menemui Maria yang adalah seorang perawan dan bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf. Malaikat itu ngomong ke Maria kalau dia bakal mengandung dari Roh Kudus dan ngelahirin seorang anak yang dinamai Yesus, tanpa bersetubuh dengan manusia. Kalau dipikir-pikir pada zaman itu (bahkan zaman sekarangpun) hamil tanpa menikah terlebih dahulu akan sangat menjadi aib bagi seorang perempuan. Tapi disini Maria sangat sadar dengan posisinya dalam Tuhan dan ia berkata dalam Lukas 1:38 :
“Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
Wow! Betapa luar biasa sadarnya tokoh ini akan posisinya sebagai hamba, sebagai hamba Tuhan. Disitu gak ditulis kalau Maria mikir-mikir dulu atau minta malaikatnya pulang dulu terus besok balik lagi baru dikasih jawabannya, tapi secara langsung secara otomatis dia menerima perintah Tuhan yang disampaikan melalui malaikatNya dengan penuh kesadaran bahwa ia hanyalah hamba Tuhan.
So, guys jangan sampai kita lupa bahwa selain kita anak yang bisa manja-manjaan di depan Bapa kita, anak yang bisa meminta kepada Bapa kita, kita juga adalah hambaNya, hamba Tuhan. Hamba yang harus siap sedia, taat dan tunduk sama semua perintah tuannya, dan terus miliki rasa hormat dan tindakan pengagungan kepada Allah kita yang besar.