it was hambie's birthday today, she turned 10!!!

seen from Netherlands
seen from China

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from India
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Latvia
seen from United States
seen from China

seen from China
seen from Australia
it was hambie's birthday today, she turned 10!!!
Orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan, adalah orang yang mengikuti kehendak akalnya yang lurus dan nafsunya enggan melakukan larangan Allah swt., yaitu perkara-perkara yang tidak sesuai dengan syarak. Maksud orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin dan akalnya menjadi tawanan, adalah orang yang akatnya tidak lagi berfungsi untuk bertafakur mengenali Allah dengan segala kenikmatan dan keagungannya.
Sumber:
Terjemahan Kitab Nasho'ihul Ibad
Terjemahan Kitab Nasho'ihul Ibad (Hasna Nurlaela)
Pernah ga sih kalian ada di fase yang rasanya udah husnudzon maksimal ke Allah tapi ternyata hasilnya ga sesuai sama apa yang kalian harapkan?
Kalo pernah, welcome to the gank!
Sempet ngerasa kecewa karena udah kemakan banyak quotes agama yang sering muncul, keyakinan yang udah apik banget dibangun tiba-tiba hancur.
Tapi mungkin ini yang mereka sebut "perjalanan spiritual". Dan setiap orang akan sampai di perjalanannya masing-masing, dengan ujian yang berbeda jenis dan levelnya.
Rasanya pengen marah, tapi rasanya juga ga berhak buat marah. Perang batin yang sengit ini akhirnya dimenangkan oleh ayat,
ولا تيأسوا من روح الله
Iya, ternyata selama ini aku cuman paham dan tersentuh sama segala quotes agamis itu secara tekstual. Tapi waktu Allah uji dalam kehidupan nyata? Nol. Implementasi pemahamanku remedi.
Ternyata aku masih gagal dalam memahami bahasa cintanya Allah. Kalo dibuat grafik, skala taat sama banyaknya permintaanku masih berbanding terbalik. Dan ini jelas ga adil, sampai akhirnya aku paham bahwa aku memang pantes dapet semua ini.
Syukurku jelas kurang banyak. Aku yang hanya fokus sama satu titik di mana Allah uji, tapi lupa sama ribuan nikmat yang udah Allah kasih sejak aku lahir. Bahkan sebelum itu.
Tiap ngerasa berdosa gini, balik lagi ke ayat di atas. Aku masih punya nafas dan kesempatan buat bertaubat. Buat jadi hamba yang lebih dan lebih baik lagi.
Yang penting, jangan nyerah dari Rahmat Allah ya. Perjalanan menuju Allah emang berat, tapi itu sebentar aja kok. Sisanya adalah keabadian. Dan kita harus tentuin dari sekarang, mau menghabiskan keabadian yang gak berujung itu di Surga atau Neraka?
Meniti peran sebagai hamba.
— @sepertibumi
"Kenapa bertaubat diperintahkan untuk bersujud ? Karena taubat itu ibarat air yang mengalir, air akan mengalir kedataran rendah dan tidak mengalir kedataran tinggi."
Alasan untuk tetap harus menikmati hidup adalah kuatnya kepercayaan seseorang bahwa esok bukan tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang membuat ia lupa betapa hancurnya ia kemarin, manusia itu terbatas dalam dimensi waktu, keinginan, menciptakan sesuatu dan persoalan kehambaan lainnya.
"manusia harus siap di atur dan tugasnya hanya nurut bukan menuntut dan itulah fungsi hidup manusia yang sebenarnya"
Lombok 4 mei 2022
_Berdoalah sebanyak-banyaknya. Tidak usah sungkan. KepadaNya kau boleh meminta apa saja_
Astaghfirullah
Sering bicara dan memberi nasihat tentang agama tetapi diri masih jauh dari sempurna. Sering mengajak kepada kebaikan tapi diri masih jauh dari kebaikan . Bukan semata karena merasa pintar tapi karena terlalu besar rasa cinta pada keimanan.
Pantas jika orang berkata sok alim, mungkin memang begitu adanya aku sok alim. Sehingga Malu sebetulnya malu... Tapi aku tidak bisa berhenti hanya karena penilaian makhluk, orang2 tidak akan mengerti desakan dari hati yang peduli pada nasib umat ini kecuali mereka yang sama2 merasakan.
Sejak aku memutuskan untuk menjadi Hamba Allah yang sesungguhnya aku tahu salah satu tugas penghambaanku adalah harus menjadi agen dalam kebaikan. Meski aku tahu resikonya bahwa akan ada orang2 yang tidak menyukaiku, aku akan diajuhi orang2 yang merasa tidak sekufu...
Dan meski krn itu aku harus banyak belajar, dan bahkan seringkali aku tidak menyukai diriku sendiri, karena banyaknya kekurangan manusiawi, kebodohan yang bertubi2 . Ilmu telah menjadi tamparan demi tamparan yang menyadarkan, sekaligus siraman demi siraman yang menyejukan. Membuat mataku terbelalak ternyata perjalanku menjadi hamba yang Dia Ridhoi masih sangat jauh. Dosa2 bagaikan rutinitas sehari2, yang tidak disadari. Tak jarang beberapa ternyata sangat fatal. Hanya satu pertanyaan yang muncul berulangkali? Kemana saja aku selama ini? Islam apa yang aku jalani selama ini?
Ya mengapa seorang sepertiku begitu berani menasihati? Begitu suka bicara tentang agama, sampai2 rasanya aku tidak suka membicaran hal lain selain agama.Padahal aku bukan ulama... Hanya seorang hamba biasa... Yang punya kecintaan terhadap islam, yang bercita2 membesarkan Islam.
Ya Allah ampunilah dosa2 dan kekuranganku. Memang aku tak layak, memang aku bodoh, memang aku hina, tapi karena aku menyadari hal2 itu aku sedang mencoba terus belajar agar semakin tau dimana letak kurangku.
Kumohon jangan berpaling dari hambamu yang lancang ini.bila memang saat ini aku tak pantas. Ubahlah aku hingga pantas meraih cita2 tertinggi menjadi hamba yang Engkau ridhoi.
Hidup adalah belajar... Memang makin berat langkah, tapi aku tak bisa menyerah. Aku tak boleh kembali ke belakang. Demi Allah aku tak mau... Karena disini dijalan ini, dimana orang2 banyak membenciku, dimana orang2 menjauhiku, anehnya aku merasa bahagia.
Bagaimana akan puas seseorang dengan sesuatu selainMu? Apa yang didapat seseorang yang kehilanganMu? Ya Allah... Ini aku yang mengaku2 HambaMu
Merasa hampa karena kurang meng-hamba.
- Sastrasa
16 Feb 22