Karena untuk menjadi bermanfaat kau tak harus "bernama" tapi cukuplah "bermakna". Bukan untuk di lihat manusia, namun hanya untu Ridho Sang Pencipta. Bukan untuk di kenal penduduk Bumi tapi untuk di doakan Penduduk Langit
Menjelang Senja
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Russia
seen from China

seen from Thailand
seen from Russia
seen from Azerbaijan
seen from China
seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from Yemen

seen from T1
Karena untuk menjadi bermanfaat kau tak harus "bernama" tapi cukuplah "bermakna". Bukan untuk di lihat manusia, namun hanya untu Ridho Sang Pencipta. Bukan untuk di kenal penduduk Bumi tapi untuk di doakan Penduduk Langit
Menjelang Senja
Sebaik-Baiknya Perniagaan
“ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.(QS. 9:111) “
Bagaiman jika seorang pembeli telah menerima barang yang di belinya ? sungguh seorang itu telah berhak atas barang yang telah menjadi miliknya. “Allah telah MEMBELI dari orang-rang mukmin..” Bukankah Allah telah membeli dari setiap orang mukmin ? orang mukmin adalah penjualnya sedang Allah adalah pembelinya ? lalu perniagaan mana yang lebih indah selain perniagaan dengan pencipta kita ? Allah Azza wa Jalla.
Memang benar, perniagaan dengan Allah itu sangat berat, namun bukankah janji Allah tak begitu mengggiurkan untuk kita ? “... dengan memberikan Syurga untuk mereka.. “. Maka perniagaan mana yang lebih tingginilainya jika debanding dengan Syurga ?
Wahai diri..
Kini saatnya kamu sadar bahwa duni aini hanya tempat tinggal, bukan tempat untuk meninggal.
Dunia ini tempat untuk memupuk amal bukan untuk menui amal..
Duni ini sesuatu yang fana, bukan untuk selamanya..
Lantas masihkah kita pantas bergembira dengan yang sementara ? masih pantaskah kita tinggal berlama-lama dengan sesuatu yang akan hilang pada akhirnya ?
perniagaan dengan Allah memang tidak ringan.. “ Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh ”. Membunuh atau terbunuh. Dalam sebuah perang itu biasa. Namun sekali lagi, bukankah Surga itu pantas di hargai dengan nyawa kita ?
Dan Karena perniagaan dengan Allah, Hamzah bin abdul Muthalib meninggal dengan keadaan perut terobek, hati di keluarkan bahkan tubuhnya di cincang ?
Dan karena perniagaan dengan Allah.. Rasulullah rela terluka saat perang uhud ?
Bukankah karena perniagaan dengan Allah Umar bin Kathabb meninggal saat sedang menunaikan sholat subuhnya (ditusuk oleh abu lu’luah)
Bukankah karena perniagaan dengan Allah, Nabi Ayyub ‘alaihissalam rela dirundung duka sekian tahun namun shabar dalam ketaatannya ?
Dan cobalah kita merenung sejenak.. untuk kemudian mengerti bahwa tak ada sebaik-baiknya perniagaan melainkan perniagaan dengan Allah..
****
“Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari."
(K.H. Rahmat Abdullah)
Lihatlah
Lihatlah, leher ini sudah tidak sakit untuk kembali menoleh ke belakang.
Lihatlah, kaki ini tak takut lagi untuk kembali melangkah..
Lihatlah, mata ini pun tak takut untuk kembali menatap
Lihatlah, Tangan ini tak kaku lagi untuk kembali berkarya
Lihatlah, hati ini sudah kembali kuat, bahkan lebih tegar daripada sebelumnya
****
Berbilang detik, menit, jam terus berganti hingga tahun pun berganti. Aku menyapa.. pada masa depan yang masih saja menjadi misteri tanpa kutahu bagaimana kedepannya.
Secara implisit semua telah tertanda, bahwasannya kita hanya perlu berjalan saja, biar Tuhan yang menuntun kemana arah kita. Sesekali lihatlah ke belakang agar kau bisa lebih jauh berlari kedepan. Loh.. kok gitu ?? tengoklah ke belakang saat lehermu sudah sembuh, lantas kembalilah fokus kedepan. Setidaknya, kamu perlu tahu bahwa segala sesuatu yang ada di belakang tak kan mungkin lagi bisa kembali kedepan. ehmmm kenangan misalnya ???