Puisi : Hujan dari balik jendela bus
Aku terpaku menatapmu
dari balik kaca jendela bus yang mengantar orang-orang ke kantor dipagi hari.
Sayup kudengar senandung lagu-lagu minang yang sebenarnya diputar lantang.
Aku yang tak bicara
meraba-raba rupa suaramu
Dari balik jendela bus
kita saling bertukar pandang.
Kau yang mencoba menyentuhku dan aku yang ingin meraihmu.
Kau yang kian deras
seperti berteriak merobek kesibukan pagi
membuat orang-orang meringkuk
Dari balik jendela bus
aku melihatmu lekat dan kau balas memikat.
Kita yang sedang bicara tentang cara membungkam pagi yang terlalu sibuk.
Kita yang sedang tertawa perihal sebuah rahasia .
Ditulis pada suatu pagi di musim hujan bulan Desember 2020













