mari mencoba! semoga konsisten hahaha
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from South Korea

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from China
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from India

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Canada
seen from Australia
seen from Singapore
seen from Germany
seen from United States
mari mencoba! semoga konsisten hahaha
#meditationmusic #music #mindfulness #peace #mindbodysoul #meditation #depressioncure #anxietycure #aware #awakening #worldpeace #awakensouls #enjoy #relax #herenow #free #mindset #innerpeace #reikimusic #yoga #yogamusic #healing #healingtherapy #goodvibes #namaste🙏 https://www.youtube.com/channel/UCOiZgqAVwMpsFQRG8J-b1zQ Like and subscribe.Namaste🙏
day 10: my best friend
ngomongin soal best friend, jemawa banget nggak sih kalau aku tidak akan menyebutkan nama selain diri sendiri?
ya habisnya gimana, daripada harus sebut nama tapi kepedean menganggap sendiri, siapa tahu. atau sebut nama, terus ada yang alpa disebut, eh malah sakit hati sebelanga yang ada. jadi mending, sebut sahabat terbaik adalah diri sendiri aja haha.
sahabat yang baik katanya sih yang tidak pernah meninggalkan di kala senang pun susah. tapi namanya manusia, nggak bisa banget untuk selalu ada 24/7 alias selamanyaaaaaaaa. pasti akan ada masa di mana ketika lagi butuh banget, mereka juga hilang dan nggak bisa dijangkau. atau di saat lagi males banget untuk meladeni hal-hal lain, eh sahabatmu datang meminta bantuan. yang kalau ditolak nggak enak, tapi kalau nggak ditolak juga kitanya lagi males banget.
yap.
begitulah adanya kalau memang memikirkan atau menyebutkan orang lain sebagai sahabat. tapi kalau kali ini, untuk sekali ini saja mengurai sahabat sebagai diri sendiri. mungkin keluhan atau sakit hatinya berkurang.
karena ya...
kita nggak pernah bisa benar-benar melepaskan diri sendiri.
di saat seperti apa pun, hanya diri yang ada sepenuhnya dan seutuhnya. suka tidak suka, bahkan kadang kita dengan nggak tahu dirinya memaki, membenci, lalu di akhir cerita juga akan ikut bilang terima kasih.
well, that's life.
nggak ada buku petunjuknya, tapi ada segudang permasalahan yang harus dihadapi dan diselesaikan. yang membuat diri ingin menyerah, berkali-kali dan berulang-ulang.
mungkin memiliki sahabat jadi cita-cita banyak orang. mungkin memiliki sahabat jadi harapan banyak orang. tapi percayalah, sahabat itu nggak dilihat dari banyaknya yang kamu miliki. sahabat nggak ditemukan dengan instan. dan meski kamu nggak punya sahabat, gapapa, hidup masih tetap bisa dilanjutkan.
intinya sih...
percaya terus. yakin terus. di saat apa pun. di setiap susah, di setiap sedih, dan di setiap rasa ingin menyerah, kamu punya dirimu sendiri. dan itu cukup apabila bisa untuk disyukuri dan dihargai.
25 Agustus 2021 - hujanmimpi -
day 6: single and happy
being single is a high!
kayaknya pernah bilang seperti itu di postingan tahun-tahun lalu. tapi ya intinya, menjadi single atau jomlo atau sedang tidak terikat hubungan dengan siapa-siapa tuh menyenangkan.
ya nggak selalu, tapi sedikit banyaknya demikian.
karena toh kalau ngomongin soal menyenangkan atau menyedihkan, hidup selalu punya kedua sisinya. tergantung mau lihat dari sudut pandang yang mana. yang yaaa kadang sih kalau dipenuhi ragam emosi sebal, maka sisi positifnya nggak akan kelihatan.
wajar sih, fokusnya kita soalnya pada rasa menyedihkannya. pada ketidaksukaan dan rasa-rasa tidak enak lainnya.
setiap harinya kita dihadapi oleh banyak tantangan dan kenyataan yang selalu mengejutkan. kadang sesuai rencana, kadang melenceng jauh dari rencana--entah tidak memenuhi ekspektasi atau bahkan melampaui ekspektasi.
ada nggak sih orang-orang yang mau gagal di dalam hubungannya? nggak ada, kan? tapi yang namanya bertahan juga nggak segampang jatuh cinta. bahkan jauh lebih susah dari perasaan patah hatinya.
tapi di antara orang-orang yang kandas hubungannya. menjadi jomlo juga banyak yang menjadikannya sebuah pilihan. dengan kata lain, mereka memang enggan menjalin hubungan dengan siapa pun meski sejak awal punya kesempatan.
kenapa? ya alasannya macem-macem.
tapi gapapa. toh memang penting untuk lebih kenal dengan diri, kenal dengan banyak orang, tahu apa yang dimau, tahu apa yang disuka, tahu apa yang dibutuh, tahu apa yang nggak disuka dan segala macam hal lainnya yang menyita waktu bila harus dibagi dengan adanya pasangan.
mengerti diri sendiri saja susah, apalagi harus memahami orang lain, benar atau betul?
banyak orang yang takut untuk memilih sendiri. karena katanya sih, sepi dan menyedihkan.
tapi hei, serius deh ya, sebelum akhirnya kamu memilih berpasangan atau bergerak ke arah yang lebih serius, ada baiknya menyenangkan diri dan mengenal lebih banyak hal lagi. jatuh cintalah ke dirimu sendiri, sampai-sampai nanti ketika kamu jatuh cinta sama orang lain, kamu nggak merasa perlu diberikan apa-apa oleh mereka.
bukan karena nggak butuh, tapi karena cintamu untuk diri sendiri sudah sangat amat banyak dan kamu tahu bagaimana cara membuat dirimu senang dan bahagia.
19 Agustus 2021 - hujanmimpi -
day 9: happiness
happiness.
bahagia.
apa sih definisi yang sesungguhnya? yang katanya nggak bisa untuk sama satu dengan lainnya. yang katanya nggak selalu rumit, tapi kalau disebut sederhana pun nggak bisa.
makin ke sini, rasanya definisi bahagia itu makin sederhana, namun memang untuk mencapainya justru makin dirasa susah. benar nggak?
bahagia bisa tidur cepat dan bangun dengan badan bugar. sederhana, tapi ya nggak mudah. bahagia bisa makan makanan enak, tapi ya tetep aja mau makan enak juga butuh usaha dari beli dan/atau bikin. bahagia bisa punya waktu tidur siang. sederhana, tapi kesempatannya yang jarang ada.
tapi yaaa memang, semakin berkurang waktu hidup di dunia. definisi bahagia yang tadinya segambreng, mengerucut jadi hal-hal yang bisa dinikmati di sela rutinitas yang tiada henti dan memberi jeda. tapi apakah semua orang seperti itu? ya belum tentu.
masih banyak orang yang definisi bahagianya adalah hal-hal besar. tapi kemudian ada juga yang ketika hal itu terwujud justru bertanya, setelah ini apalagi? lalu kalau sampai di sini, udah nih gini aja rasanya? kok nggak bahagia-bahagia amat.
yap.
happiness itu dicari dan ditemukan.
nggak mudah tapi nggak juga selalu susah.
tapi katanya sih kuncinya hanya dua. merasa cukup dan selalu bersyukur. dengan begitu, setidaknya kita akan menghargai apa-apa yang ada di sekitar dan saat ini sedang berlangsung.
semoga ya, semoga bahagia selalu melingkupi kita. dengan cara apa pun, dengan keadaan apa pun, dengan upaya apa pun. semoga, ya!
24 Agustus 2021 - hujanmimpi -
day 5: my parents
ingin sekali melewatkan tema ini, karena ya gatau gimana mau menceritakan atau menuliskannya.
pertama, aku nggak terbiasa untuk menceritakan tentang orangtua. kedua, aku memang tertutup untuk urusan-urusan seperti ini. bahkan rasa-rasanya, sahabat terdekatku aja nggak pernah ada yang tahu kalau aku anak broken home, sampai beberapa tahun lalu aku menuliskannya di instagram. hehehe.
dan yang super melegakannya lagi adalah mereka nggak bertanya, karena mereka alhamdulinnya memahami dan mengerti bahwa apa-apa yang tidak ingin kuceritakan, ya berarti memang bukan hak mereka untuk mengetahuinya. alhamdulillah ya, aku masih diberi sahabat yang sebegitu pengertiannya.
well, menjadi anak tunggal pasti banyak yang mengira menyenangkan. apa-apa yang dimau dikabulkan. apa-apa yang diinginkan langsung diberikan. padahal ya nggak kayak gitu. itu mah teori asal yang entah datangnya dari mana, dan dari siapa.
dulu, aku sering bertanya-tanya, gimana sih rasanya jatuh cinta pada pria pertama di hidup? pada sosok ayah yang katanya melindungi dan selalu ada.
bagaimana?
sampai kemudian di satu waktu, entah tepatnya kapan, aku memutuskan untuk yailah ya udah sih, jatuh cinta mah ya kayak gitu. sama-sama aja. dan berujung dengan aku yang nggak lagi peduli dengan perasaan itu. bahkan seingatku, nggak pernah ada rasa iri ketika melihat teman-temanku punya ayah dan beruwu-uwu dengan ayahnya.
buatku pribadi, mama udah paling juara!
usaha beliau membesarkan, mendidik, dan menjagaku sampai dengan detik ini udah gatau lagi bisa dibalas seperti apa. saking luar biasanya pengorbanan beliau. saking salutnya aku dengan segala usaha dan perjuangannya.
meski ya pasti ada cekcok, apalagi zaman-zaman masih sma, aku selalu mikir ini apaan deh selalu dilarang begini begitu, selalu disuruh ini itu, ya pokoknya nggak punya pilihan dan nggak pernah merasa punya kesempatan untuk bebas--in a positive wayssssssssslahya.
tapi kemudian aku jadi sadar, mungkin memang beliau seperti itu karena ya aku anak satu-satunya, aku harapan dan satu-satunya apa yang beliau punya di dunia. ibaratnya gitu nggak sih?
sampai akhirnya pelan-pelan minta sama Tuhan, untuk dilapangkan hatiku agar bisa melihat pilihan mama dari sudut lainnya. supaya nggak langsung merasa kesal, emosi, terkekang, bahkan merasa stres karena banyak hal yang tidak diperbolehkan.
gampang? nggak sama sekali.
sampai detik ini juga masih belajar dan berusaha. namanya juga manusia, usaha dan belajar mah emang nggak akan ada habisnya.
mungkin iya orangtuaku nggak sempurna. mungkin iya aku hanya dibesarkan dengan kasih sayang mama. tapi ya inilah aku.
yang nggak pernah belajar relationship di rumah, karena mau contoh apa kalau yang ada di ingatan juga nggak bagus-bagus amat. pun memang nggak ada yang bisa dicontoh dari perceraian orangtuaku. tapi...
justru dari situ aku belajar bahwa hidup nggak pernah ada yang sempurna. belajar bahwa hidup harus dijalani dengan berani dan mandiri. belajar bahwa nggak utuh itu bukan penentu masa depan, nggak utuh itu bukan berarti kita akan melakukan hal yang sama. belajar bahwa tahu kapan harus mengakhiri sesuatu itu amatlah baik, dibanding hidup penuh dengan penyesalan.
ya intinya sih, broken home is not broken you
18 Agustus 2021 - hujanmimpi -
day 1: personality
long time noooooooo nulis-nulis sesuka hati.
mungkin ya mungkin, udah kangen jadi janpi lagi. hingga akhirnya ya kembali ke sini. lihat-lihat lagi tulisan lama dan lalu berpikir, wah udah banyak banget ternyata hal yang dilalui selama hidup.
iya, dilalui.
sedihnya. senangnya. beratnya. bertahannya. kuatnya. lelahnya. capeknya. tawanya. sampai kemudian ada lagi di titik-titik terendah hidup. dan lalu bangun lagi untuk bangkit, karena ya satu-satunya cara untuk bertahan adalah ikut jadi keras kepala dengan masalah yang nggak berhenti datang.
sejak mulai bisa membaca dan berhitung--atau bahkan sebelum bisa melakukan keduanya itu--anak-anak lain tahu, bagaimana caranya meminta sesuatu dan berujung tangis untuk diiyakan. walau nggak semua, tapi sedikit banyaknya pasti mengalami. yang mana untuk saya, hal itu jadi sesuatu yang langka untuk dirasakan.
karena ya...saya lebih dulu dikenalkan jika hidup harus berdiri di atas kaki sendiri. harus berusaha untuk berjuang dan melawan keras dunia. harus jadi pribadi baik dan tidak menyusahkan. harus menjadi pengasih, namun tidak merugikan. harus tampil kuat, meski sejatinya berantakan jadi pengisi waktu di antara lelap.
tidak secara langsung, tapi diharuskan oleh kenyataan yang dihadapi. maka jawabannya memang mau tidak mau. bukan pertanyaan mengenai kesediaan ingin atau tidak.
banyak orang bersembunyi di balik tawa dan cerianya. tapi bukan berarti saya juga berusaha untuk menjadi demikian. karena ya, lagi-lagi ini bukan soal topeng yang ingin dipakai. tapi tentang bagaimana belajar melihat dunia dari sisi yang lain.
sisi yang berkebalikan dari apa yang sedang dialami. sisi yang katanya punya pelajaran lebih jika mau diterima.
hidup buat saya adalah soal pilihan.
untuk tetap bertahan atau berhenti. untuk menjadi baik atau tak peduli. untuk dipertaruhkan atau sekadar ikut arus. untuk bertemu lalu melepaskan atau bertahan tapi menyakitkan.
hidup itu nggak pernah mudah. manusianya harus punya seribu satu jurus untuk tetap menjadi waras. sesekali menangis di ujung malam juga bisa jadi jawaban. untuk apa-apa yang dirasa tidak kunjung tiba dan melelahkan.
besar di antara orangtua yang sudah tidak lagi utuh rasanya membuat saya agak pilih-pilih soal menjalin hubungan. apalagi ternyata, beberapa kali dipatahkan oleh kebaikan yang tulus ingin diberikan. ya gapapa, belajar untuk memaafkan diri sendiri mungkin sesuatu yang ingin Tuhan tunjukkan, ketika lagi-lagi manusia suka berbuat tidak semestinya.
hidup sudah keras. kalau kitanya nggak keras berjuang dan berusaha, mungkin kita yang akan jadi kalah. hidup sudah banyak menghantam kita dengan masalah, kalau kitanya ikut pusing karena tidak melihat jalan keluar, mungkin kita yang akan berujung membuat masalah lagi.
lagi-lagi. saya belajar keras kepala untuk diri sendiri, karena ya memang itu yang kemudian diajarkan hidup. entah eksekusinya bisa dengan baik atau buruk. intinya, keras kepala untuk niat baik, setidaknya tetap harus dijaga sampai akhir. pengasih dan berkasih juga harus dan semestinya sejalan.
gitu kan, ya?
10 agustus 2021 -hujanmimpi-
day 11: talk about my sibling
kalau mengacu pada kata sibling sebagai saudara kandung yang benar-benar sedarah. berarti saya tidak akan bisa menceritakan apa-apa. karena saya hanyalah seorang anak tunggal. yang katanya sih katanya hidupnya nyaman dan akan selalu dituruti ini dan itu.
padahal?
ah, sepertinya hanya anak tunggal saja yang paham bagaimana tepatnya perasaan yang dia miliki.
tapi kalau sibling tidak perlu harus diartikan secara tepat, atau dengan kata lain tidak perlu sedarah, ya mungkin saya perlu menceritakan tentang sosok kakak yang ditemui setelah umur saya tidak lagi muda.
kalau sudah selesai kuliah sih harusnya udah nggak muda. iya nggak sih?
seseorang yang di antara semua sakit hati dan titik terendah saya di masa-masa sekarang ini, dia juga ambil bagian di dalamnya. bahkan yang lebih lucu, ketika saya jauh sudah lebih dulu ikhlas, dia yang masih mendendam dan merasa benci setengah mati.
mungkin seperti itu rasanya jika saya punya kakak atau adik?
ada tempat berbagi cerita. ada tempat saling bergantung--meski hidup tak boleh bergantung pada siapa pun. ada yang bisa diajak berbagi beban (?)
ah saya jadi bertanya-tanya, apakah saya bersedia bila di kehidupan yang berputar ulang atau di kehidupan suatu saat nanti, saya punya saudara kandung?
27 Agustus 2021 - hujanmimpi -