Hereditas dan Lingkungan dalam Proses Perkembangan
Teori Empiris
Teori Empiris berasal dari kata Empiria yang berarti pengalaman indrawi. Peran dari sebuah pengalaman dan lingkungan dalam pendidikan. Pendidikan memegang peran tertinggi pada anak. Pada teori ini terdapat tabula rasa yang berarti manusia lahir seperti kertas kosong. Teori ini lebih condong kepada pertumbuhan dan perkembangan anak ditentukan oleh lingkungan dan pendidikan. Empiris dikemukakan oleh John Locke yaitu 100% pertumbuhan dan perkembangan suatu individu dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk orang tua merupakan lingkungan anak sejak lahir seperti pola asuh dan didikan orang tua. Lingkungan termasuk pola asuh, didikan, keluarga dan lingkungan pertemanan. Menurut teori empiris, faktor genetic tidak dipentingkan, melainkan berdasarkan pengalaman yang diperoleh anak melalui hubungannya dengan lingkungan. Menurut aliran ini, pendidik sebagai faktor yang memegang peranan sangat penting sebab pendidik merupakan penyedia lingkungan pendidikan bagi anak dan anak akan menerima pendidikan tersebut sebagai suatu pengalaman. Pengalaman tersebut lah yang akan membentuk tingkah laku anak.
didukung dengan GOD SPOT serta keimanan kita terhadap Allah SWT. Adapun faktor hereditas menurut Ki Hajar Dewantara disebut sebagai faktor dasar, faktor hereditas tersebut yaitu:
1. Pembawaan yang dibawa sejak anak lahir seperti susunan tulang, urat, otot,dsb
2. Pembawaan kejiwaan seperti pembawaan kecerdasan, tinggi rendahnya IQ, potensi khusus yang dapat dikembangkan
Pengaruh Faktor Hereditas dan Lingkungan terhadap Perkembangan Individu dalam Aspek Fisik, Kognitif, Emosional dan Sosial
1. Pengaruh Hereditas
a. Aspek Fisik : Faktor hereditas menentukan karakter fisik seperti tinggi badan, warna kulit, dan kecenderungan terhadap penyakit tertentu
b. Aspek Kognitif : Hereditas mempengaruhi kemampuan intelektual seperti kecerdasan dan bakat
c. Aspek Emosional : Kecenderungan untuk mengalami kecemasan seperti depresi
d. Aspek Sosial : Hereditas mempengaruhi kemampuan sosial seperti tempramen dan kepribadian
2. Pengaruh Lingkungan
a. Aspek Fisik : Lingkungan seperti nutrisi dan aktivitas fisik mempengaruhi perkembangan fisik individu
b. Aspek Kognitif : Pendidikan stimulasi mental di lingkungan sekitar berpengaruh terhadap perkembangan kognitif
c. Aspek Emosional : Lingkungan emosional termasuk dukungan sosial dan hubungan interpersonal
d. Interaksi sosial di lingkungan membentuk kemampuan sosial individu












