HIDAMARI NO KANOJO (HER SUNNY SIDE)
Her Sunny Side adalah judul yang dipilih penerbit untuk menerjemahkan buku ini. Aku sedikit mencari tahu kalau kata HIDAMARI diartikan secara literal adalah tempat berkumpulnya sinar matahari. Untuk filmnya sendiri berjudul Girl In The Sunny Place / The Girl In The Sun. Seperti ingin memberikan kesan kalau si gadis pemeran utama berhubungan dengan sinar matahari.
“Mulai sekarang , aku tidak akan membiarkanmu kesepian lagi. Pertama kali kita bertemu, memang aku masih anak-anak, namun di pertemuan kedua kali ini, aku mulai mengerti betapa pentingnya arti dirimu.” (halaman 57)
Kisahnya dimulai ketika Kosuke Okuda bertemu kembali dengan cinta pertamanya, Mao Watarai. Cerita bergulir sampai akhirnya mereka kawin lari karena orang tua Mao tidak terlalu setuju dengan hubungan mereka. Sampai menjelang bab terakhir bersiaplah menerima kejutan yang cukup aneh, tidak terduga. Mao menyimpan suatu rahasia besar yang sulit dipercaya. Silahkan kalau ingin mencoba menebak. Yang pasti jawabannya bukanlah seperti plot klise pada umumnya. Misalnya Mao punya penyakit, masa lalu yang menyakitkan, terlibat hutang atau semacamnya. Petunjuknya adalah cerita ini lebih tepat dikatakan bergenre drama fantasi. Jangan terlalu serius
Pertama-tama aku membacanya secara perlahan, bab demi bab. Menikmati dan meresapi gaya bercerita Koshigaya Osamu-sensei. Semuanya terdiri dari 6 bab. Mulai dari pertemuan kembali keduanya, kilas balik Kosuke tentang sosok Mao di masa lalu. Sangat menarik mengikuti perjalanan cinta Kosuke dengan Mao. Bagaimana Kosuke mulai jujur dengan perasaannya lalu benar-benar dimabuk cinta. Bahkan ketika Kosuke mengetahui rahasia besar Mao, dia tetap memilih untuk mencintainya. Kekuatan cinta mengatasi segalanya?
Aku suka sekali cara penulis menggambarkan watak Mao dengan detail. Dia serasa nyata dan bukan tokoh rekaan di novel. Kemudian ketika mereka mulai menjalin hubungan berlanjut ke kehidupan pernikahan. Terasa seperti mengalir begitu saja. Mungkin ini gaya penulisan penulis Jepang ya. Detail, hangat, kaya. Aku tidak terlalu pintar menilai dari sudut pandang kritikus seni. Namun inilah yang kurasakan ketika membacanya. Lalu menjelang beberapa bab terakhir aku ngebut sampai habis karena penasaran hahahaha.
Awalnya aku sulit menerima ‘ending’nya. Semua tebakan dan dugaanku tidak mungkin ada yang mengena kalau begini ceritanya. Namun aku tidak menyesal membacanya sampai selesai. Apalagi ketika menyadari bahwa petunjuk untuk akhir cerita sudah disebar sepanjang bab yang ada. Seru juga, seperti mengumpulkan kepingan ingatan dari membaca bab – bab sebelumnya. Bisa dikatakan aku lumayan menikmati buku ini.
Dari buku ini aku juga jadi mengenal lagu baru. Judulnya “Wouldn’t It Be Nice” dari The Beach Boys. Ini lagu kesukaan Mao. Waktu mendengarnya di Youtube, menurutku sih boleh juga. Kedengarannya asyik.
…Mao juga menyenandungkan bagian lirik We could be married. We could be, we could be married and happy. Wouldn’t it be nice… (halaman 219)
Judul asli : Hidamari No Kanojo
Penulis : Koshigaya Osamu
Tahun : 2008
Penerbit : Shinchosha Publishing Co.,Ltd.
Judul terjemahan : Her Sunny Side
Penerjemah : Faira Ammadea
Penyunting : NyiBlo
Cover & Layout : Dedy Andrianto
Tahun : 2013
Penerbit : Penerbit Haru













