Teruntuk yang berjuang sepenuh hati 😊
Mungkin sebagian kita rela, untuk berlari-lari mengejar waktu, demi menghadiri majelis ilmu, yang menurut kita itu perlu, yang menurut kita adalah asupan bagi diri, jalan keselamatan untuk bekal di kehidupan nanti yang abadi.
Mungkin sebagian kita rela, bersusah payah memacu kendaraan yang kita punya, ditengah turunnya hujan, ditengah waktu-waktu yang dilanda kemacetan, karena ingin bertemu, berkumpul bersama orang-orang yang selalu ingin memperbaiki dirinya, agar lebih baik dari waktu ke waktu. Ingin mendekatkan diri pada Yang Maha Menguasai segala di dunia ini.
Mungkin sebagian kita rela, mengorbankan fikiran, harta, sekaligus tenaga, karena untuk sebuah keinginan kuat, keinginan untuk menjadi bagian dari pejuang-pejuang agama Allah.
Mungkin sebagian kita bahagia, mana kala berletih-letih dalam menyampaikan risalah Rasul, menjadi musafir yang terus fokus pada tujuan akhir, yang menjadikan dunia hanya sebagai tempat persinggahan sementara.
Iya, mungkin sebagian kita ada yang mengerti bagaimana cara menjalani kehidupan dunia ini, sehingga berjalannya terarah, sebab fokus nya sudah pada tujuannya.
Apakah kita termasuk sebagian itu ? Semoga iya. Kalau pun belum, semoga kita sedang menuju kesana. Semoga Allah membimbing hati kita untuk berjalan maju, fokus pada tujuan akhir kehidupan kita.
Lalu, kemana sebagian lain nya ? Ya, itu adalah tugas sesiapapun yang ingin menjadikan dunia sebagai ladang emas bagi kehidupan akhiratnya. Tugas, bagi sesiapapun yang ingin membangun surga bersama yang dicintai nya. Menjadi wasilah kebaikan dimanapun dirinya berada.
Dan kabar baik nya, siapapun bisa melakukannya. Ya siapapun bisa :) Pertanyaannya, apakah kita bisa menjadi salah satu nya ?
Karena sebagian itu, rasanya tak sempurna, bila tak digenapkan dengan sebagian lainnya. Bukan kah, kebahagian itu adalah ketika kita berbahagia, yang lain pun ikut bahagia ? Bukankah, kita pun akan bersedih, bila kebahagiaan yang kita punya, malah membuat yang lainnya mendapat rasa sedih dalam bahagia nya kita ? Bukankah, dalam surat cinta Nya pun, kita diperintahkan untuk selalu menjadi para agen penyeru kebaikan ?
Mengapa kita, tak ambil bagian ? :)
Adik-adik ku, jalan ini memang tak menjanjikan kemudahan, untuk menapaki setiap jalan-jalan nya, kita akan disuguhi jalanan curam nan terjal, kerikil-kerikil tajam, batu-batu besar, dan banyak hambatan lainnya, yang sewaktu-waktu dapat menghampiri kita, tanpa kita minta hadir nya. Namun, akan ada sesuatu yang tak dapat dibayar dengan apapun di dunia ini, bila kita bersungguh-sungguh untuk mensyiarkan agama Nya :)
Biarlah rasa letih itu ada, untuk membasuh setiap dosa-dosa kita yang tak dirasa. Tak ada perjuangan yang tak terselip keletihan, namun InsyaAllah kan terbayar dengan sebuah kenikmatan yang akan kita rasakan. Perbaharui setiap niat kita, barangkali tersimpan rasa ujub yang membuat diri merasa paling baik.
Menjadi cahaya diantara cahaya itu, memang melegakan, menenangkan, memberi kesejukan yang teramat sangat. Namun jangan lupa, menjadi cahaya dalam redup, dalam gelap, agar ada setitik sinar yang menerangi disana, di ruang yang kau bilang redup, di tempat yang kau bilang belum ada cahaya itu. Jadilah cahaya itu, jadilah penerang-penerang itu.
Kita sama-sama saling mengingatkan, saling menguatkan ya. Karena tentu yang kita inginkan, bukan hanya organisasi nya yang harus jaya sepanjang masa, namun juga insan-insan di dalamnya, harus berakhlakul karimah sepanjang masa.
Barokallohu fiikum teruntuk adik-adik ku, yang telah dan InsyaAllah akan terus berjuang sepenuh hati 😊
Bandung, 16 November 2017








