Masihkah (kau mengingatku) ?
Sudah 1 jam aku pandangi laptopku. Hanya ku pandang. Rasanya tak ada hasrat untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang dead line sudah di depan mata. Ditambah lagi hujan turun. Sempurna sudah untuk mengusir hasrat jauh-jauh. Aku seperti memikirkan sesuatu yang aku sendiri tak tahu apa itu. Pernahkah kalian begitu? Atau hanya aku saja? Hujan. Entah sejak kapan aku menyukai hujan. Rasanya, hujan itu romantis. Padahal, aku belum pernah berromantis-romantisan dengan siapapun di saat hujab seperti ini. Hanya saja, aku merasa bahwa hujan itu aneh. Kadang aku memikirkan beberapa hal tentang hujan. Apakah hujan memiliki suatu formula khusus sehingga ketika hujan menyentuh bumi, banyak orang yang dengan seketika langsung bermain dengan perasaannya. Contohnya, rasa rindu. Mengapa saat hujan turun, orang selalu mengidentikkannya dengan rindu? Rindu. Sudah empat tahun lebih rinduku tak berbalas. Sudah empat tahun lebih nafasku berirama rindu. Kadang aku merasa bahwa rindu itu menyedihkan. Aku hanya dapat membayangkan semua perkataanmu yang pernah kau "ucap". Tapi rindu akan jauh lebih menyedihkan jika orang yang kita rindu, tak merasakan hal yang sama pada kita. Ketika terbesit kata rindu, maka akan terbesit pula satu nama, namamu. Ah, apa kabar kau sekarang? Masihkah kau bekerja hingga larut? Masihkah kau suka buah mangga? Masihkah kau bermain bola meskipun kakimu pernah cidera? Masihkah...kau mengingatku?














