SEBUAH SURAT UNTUK BELAHAN JIWAKU
Ma, dari mana sekiranya aku harus menulis surat ini? aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikan kalian, seseorang yang tak pernah lelah mendukungku. Tapi satu yang pasti ma, surat ini hanya akan berisi ungkapan syukurku memiliki kalian sebagai rumah ku.
Ma, masih ingat kejadian lima tahun lalu? Saat aku berada pada titik terendahku. Terima kasih karena tetap berdiri disampingku saat itu. Terima kasih karena telah percaya tanpa banyak bertanya. Aku ingat sekali perkataanmu 5 tahun lalu di depan wali kelasku, aku sadar bahwa saat aku terjatuh tak akan ada yang lebih tersakiti selain dirimu. Maaf untuk kecewa yang mungkin tak sempat kau ungkap saat itu. Aku tidak tahu bagaimana jika tak ada dirimu saat itu, mungkin saja aku tak akan sampai pada titik ini.
Ma, terima kasih karena telah memperhatikan diriku dengan baik. Terima kasih sudah menjadi teman yang paling menyenangkan dan membanggakan yang kumiliki. Terima kasih telah mempercayaiku dan mengorbankan banyak hal untuk bisa mendukungku. Sungguh, rasa-rasanya ucapan terima kasih takkan pernah cukup membalas semua yang telah kau beri.
Yah, maaf memulainya dengan surat untuk mama. Tapi tentu saja kamu tidak akan pernah terlupa. Kalian jelas tahu seberapa tak bisanya aku tanpa kalian.
Yah, terima kasih sudah mengenal diriku jauh lebih baik daripada diriku sendiri. Seperti kemauan Ayah, meski belum bisa mandiri secara penuh tapi anak gadis ayah kini sudah berhasil melewati banyak hal dalam hidupnya. Tentu saja itu tidak lepas dari peran ayah di sana. Terima kasih sudah menjadi tempat manjaku bernaung.
Yah, terima kasih telah berjanji untuk percaya akan setiap keputusanku dan tetap berada di sampingku, memastikan kalau saja arahku tak sesuai. Terima kasih sudah menjadi bank es krim dan es kelapaku.
Yah, bukankah ayah pernah berucap bila nanti tiba masanya aku menjadi ratu di rumahku sendiri, aku tetap akan menjadi putri mahkota di rumah ini. aku harap ayah menepatinya. Karena sungguh jika masa itu tiba, hal yang paling aku takutkan adalah fakta aku harus meninggalkan rumah ini.
















