Twitnah lebih kejam daripada twitwar.
@hutamiayu

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Italy

seen from Italy
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Yemen
seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Russia
seen from Switzerland
Twitnah lebih kejam daripada twitwar.
@hutamiayu
Kepada Sayangku,
Bagaimana pagimu? Baik? Aku tidak. Aku terbangun dengan mata bengkak dan sembab. ups, maaf, ini bukan untuk mencari rasa kasihanmu. Sungguh, aku tak ingin itu.
Sayang, beberapa orang bilang aku berhak bahagia, tapi mereka tak tahu bahwa bahagiaku ada di kamu. Bahkan dirimu pun sendiri tak tahu.
Sayang, pagi ini aku masih memunguti hatiku yang berserakan setelah kau jatuhkan. Tak apa, aku akan merekatkan hatiku sendiri, meski tak terlalu pandai dan akan butuh waktu lama.
Semalam aku tak kesulitan memejam. Memejam sedikit saja ada kamu yang melintasinya dan tinggal di dalamnya.
Sayang, bukan hal bodoh tentang apa yang kita pernah lalui bersama. Tentang bersama berdua melewati jalan yang penuh kerikil dan batu. Sayang, kau duluan menyerah lelah sebelum kita mencapai puncak bahagia bersama.
Oh, Sayangku.
Bersamamu sungguh tak pernah bisa kuduga sebelumnya. Terima kasih sudah menguatkan pijakanku, terima kasih sudah menerangiku, terima kasih sudah sempat bersamaku, perempuan yang tak baik-baik ini.
Aku percaya, jiika pada saatnya kita harus bersama, kita pasti akan bersama. Jika pun tidak, aku harap akan ada perempuan lain yang akan mencintaimu melebihi daripada cintaku. Dan dia akan menjadi perempuan paling beruntung di dunia karena dicintaimu.
Sayang, jika kau lelah tak temui jalan lain. Kamu tau jalan untuk pulang ke hatiku. Temuilah aku. Buang sedikit ego dan gengsimu. Menyerah sajalah pada kenyataan bahwa kamu pun mencintaiku.
- Senin, sembilan bulan sembilan, jauh sebelum Ketigapuluhsatu Keempat-
Jika pada akhirnya hatimu tak memilihku, pastikan dia (yang kau pilih) mencintaimu, lebih besar daripada cintaku.
@hutamiayu
Tigapuluhsatu Ketiga
Tigapuluhsatu Ketiga kita, entah kamu sadar atau tidak. Mungkin ini cuma deretan angka yang kubuat sebagai penguat. Tapi entah sengaja atau tidak di tiap tigapuluhsatu lainnya ada suaramu yang kudengar di paginya.
Selamat Tigapuluhsatu ketiga, Sayang.
Tak Akan Begitu Sayang
Girl : Goodbye
Boy : Why? :(
Girl : I found someone better
Boy : I found someone too, but i closed my eyes just to stay with you.
Membaca tulisan dia atas itu bikin aku bergumam. "Damn, it's true". Ah, tapi kadang lelaki pun melakukannya.
Tenang, Sayang. Aku tak akan melakukan yang seperti itu. Ada lelaki yang kurasa lebih baik dan lebih Sayang padaku pun, bukan urusanku. Aku tidak akan meninggalkanmu.
Tigapuluhsatu Kedua
Tiga puluh satu kedua, Sayang. Aku mengingat semuanya dengan baik. Tentang kamu, tentang kita, tentang semua harapanku, kamu, dan kita.
Masih kedua, Sayang. Ibarat bayi, kita masih perlu belajar banyak - tengkurap, berangkang, merembet, berjalan tertatih, jatuh, sampai berlari. Semoga tidak ada kapok dalam pembelajaran kita. Semoga tidak ada kata menyerah karena lelah. Segala semoga yang terbaik, Sayang, baru saja kuperbincangkan pada-Nya. Semoga kita bisa melaluinya berdua. Amin.
Terkadang kau membuatku kesal, kemudian kita saling sebal. Tapi lihat sendiri, aku kembali jatuh cinta padamu setiap hari. - @elwa_
Tangerang, 31 Juli 2013
Dini hari ditemani rintik rindu.
Yang Mahasegala
Manusia punya apa?
Tak punya apa-apa.Pun harta yang dicari pagi-siang-malam, hingga melupakan istri-anak-keluarga-agama. Pun istri atau suami yang rupawan. Pun anak-anak yang molek, soleh, dan solehah. Pun udara yang kita hirup tiap harinya. Pun nyawa yang melekat pada kita. Bukan milik kita. Semua milik Yang Mahahidup, Yang Maha Berkehendak. Yang Mahakekal.
Mendengar kabar kematian seorang junior di kampusku membuat agak terhenyak. Masih muda sudah cepat dipanggil oleh-Nya. umur tak pernah disangka. Malam ini aku masih bisa menuliskan ini, besok pagi siapa yang tahu?
Tak pernah ada yang berhak atas semua yang ada di jagat raya, bumi, serta isinya, kecuali Allah, Yang Mahasegala.
Semoga dengan keadaan sebaik-baiknyalah kita kembali pada-Nya. Amin.
Mawar Merah Buatku
"Kalau aku ga ada, kamu sedih ga?" tanyaku tiba-tiba
"Aku kan bisa cari lagi." sambarmu. Aku manyun.
"Oh, tapi nanti aku minta mawar merah satu buket ya buatku."
"Buat apa? Kamu udah ga ada aja masa mau nyusahin!"
"Hahahahaha." aku tersenyum miris.
Iya, kamu benar, aku nyusahin terus. Ga ada romantis-romantisnya amat sih kamu. Kamu ga romantis aja aku cinta mati gini ya sama kamu.
Benar kan? Aku cinta kamu benar-benar sampai mati, sampai akhir napasku, dan kamu benar-benar datang dengan setangkai mawar merah tiap harinya buatku.