Rabu, 14 Oktober 2015
Location: Depan Toko Merah, Kota
thankyou Adit dan Dadang

★

Janaina Medeiros
will byers stan first human second

Origami Around
ojovivo
Game of Thrones Daily
wallacepolsom
Claire Keane
DEAR READER

Discoholic 🪩

❣ Chile in a Photography ❣

Kiana Khansmith
Xuebing Du
TVSTRANGERTHINGS
No title available

Love Begins
hello vonnie

izzy's playlists!

tannertan36
almost home
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Greece
seen from United States

seen from Brazil
seen from Netherlands

seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Thailand

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Thailand
seen from Canada
@hutamiayu
Rabu, 14 Oktober 2015
Location: Depan Toko Merah, Kota
thankyou Adit dan Dadang
Alhamdulillah, Aku Dilamar!
Menjelang bulan puasa 2015 lalu, pacarku bilang mau datang ke rumah dengan bapak-ibunya.
Deg.
kaget sekaligus senang. Alhamdulillah. Saat itu Aku cuma minta semua dilancarkan.
Agustus 2015
Aku masih ingat betul perasaan beberapa hari menjelang hari itu. DEg-degan sangat. Pacarku dan keluarganya mau datang ke rumah, sedangkan Mamaku masih di RS. Sempat galau, apa akan diteruskan saja rencana kami saat itu atau mundur.
Papaku saat itu meyakinkan, kalau niat naik harus disegerakan. Jangan ditunda-tunda. Siapa tau Mama malah akan sembuh begitu tau anaknya akan dilamar.
JUmat, 7 Agustus 2015
Pagi itu, Mama dikabarkan boleh pulang dari Rawat Inap Paviliun Wijaya KUsuma, RSUD Kab Tangerang.Pagi menjelang siang itu kami sudah bersiap-siap bawa Mama pulang. Sempat riweuh karena aku harus jemput Danang dan keluarganya di Stasiun Gambir. Walauspun sendirian ke stasiun, Alhamdulillah ga terlalu lama untuk smapai di sana.
Sabtu, 8 Agustus 2015
Alhamdulillah, Aku dilamar!!!!
#throwback
location: toko merah, kota
photographer: dadang kusuma wira
Kalau Kita Menikah Nanti
Sayang, tolong ingatkan aku untuk membaca ini ketika kita sudah menikah nanti. Tulisan ini aku buat ketika kita sedang dilanda jenuh dengan pertanyaan "Kapan nikah?" dari orang-orang terdekat aku.
Tunggu, bukan aku yang jenuh, tapi kamu yang jenuh dengan rong-rongan untuk segera menikahiku.
Sayang, kalau kita Menikah nanti, jangan pernah berhenti untuk mencintaiku. Jangan pernah lelah dengan kesetiaanmu padaku.
Sayang, kalau kita menikah nanti, ingat cinta yang telah menautkan kita di atas segala perbedaan yang ada, di atas jarak yang lebar di antara kita.
cinta yang membuat kita bertahan.
Kalau kita menikah nanti, ingat saja bahwa pengalaman kita ditinggalkan membuat kita tak ingin saling meninggalkan dan merasa ditinggalkan lagi.
ingat saja bahwa kamu adalah jawaban dari segala doaku.
ingat saja bahwa aku menikahimu karena kamu menggenapiku
dengan segala kurang dan lebihmu aku mencintai.
ingat saja bahwa kita menikah karena kita ingin menghabiskan waktu sampai tua bersama.
ketika dalam keadaan sedih, susah, senang gembira, aku ingin kita melewatinya bersama, berjuang bersama.
ingat saja bahwa sampai tangan ini mengeriput akan selalu membelai lembut wajahmu, memasakimu.
Sayamh, kalau kita menikah nanti. Jangan pernah terpikir untuk berpisah dan saling meninggalkan.
14 DEsember 2014.
yang mencintaimu dengan segenap hati
Dan kamu, adalah hati yang tak henti-hentinya aku cintai.
"Aku teramat mencintainya dan takut kehilanganya."
PIntaku
Tuhan lindungi dia lebih lebih daripada perlindungan-Mu padaku ya Tuhan.
Tuhan limpahi rejeki yang melimpah padanya.
Tuhan, tolong jaga dia.
ini salah satu pintaku.
Mudahkan dia dan segala urusannya.
Padamu
Padamu hati ini lengah Jatuh dengan penuh mencintaimu Padamu rasa ini pilu Rindu yang tak kau balas selalu Padamu jiwa ini tiada Kata yang bergulir tak pernah jadi bermakna Padamu peluk ini terhempas Tangan yang hanya mendekap bayang Padamu harapku berlabuh Semoga semua tak sekadar ingin * ketika merindumu
Monolog
Semakin larut, Aulia tak dapat memejamkan mata. Menyesal ia karena ingin tahu terlalu banyak. Dicobanya melekatkan mata, tapi tak bisa. Pikiran nakal melayang-layang. Jadi, dia mencintaiku dengan masih membawa kepingan hatinya yang masih hancur? Jadi, apa aku hanya pelarian dalam hidupnya? Jadi, apa dia benar-benar tidak pernah mencintaiku? Jadi, apa dia benar lelaki yang tepat untukku? Terus menerus pertanyaan berloncatan, liar. Jangan menangis, dia saat ini bersamamu kan? Apa yang kau risaukan? Jangan cemburu, yang lalu biar berlalu kan? Masa depannya bersamamu? Dia bersamamu karena pada akhirnya dia benar-benar jatuh cinta padamu kan? Jangan ragu. Kamu jatuh cinta padanya dan akan terus mencintainya, terserah bagaimana perasaannya kepadamu kan? Mencintai tak perlu banyak syarat kan? Ikhlas saja. Diam, Aulia memandangi kebaya putih yang menggantung. Mematung.
Kita sedang mempelajari kata sabar. Ketika Tuhan begitu saja membiarkan rindu kita disatukan temu.
Kita Adalah ...
Kita adalah ... sepasang yang saling mencari kemudian dipertemukan sepasang yang saling cinta dan enggan saling meninggalkan sepasang hati yang pernah tersia sia maka kita berjanji untuk bersama selamanya.
Untuk kamu di suatu hari yang tak terprediksi,
Cinta adalah teka-teki. Dan perjalanan hati, tidak ada yang pernah bisa memprediksi. Tidak ada yang ahli, karena cinta bisa membuat siapapun jatuh berulang kali. Esok hari, masih terlalu rahasia untuk dicicipi. Janji seolah ikatan yang tak abadi,...
Untuk Tuhan
Tuhan yang Maha Pemaaf, Maafkan saya yang datang pada malam pada saat ada susah saja. Saya pun bukan hamba yang taat pada-Mu. Tapi semua hamba berhak meminta pada-Mu kan?
Tuhan yang Maha Pendengar, Saya tau, Engkau mendengar semua doa, harap, dan ingin saya, bahkan yang tak saya ucap sekalipun.
Tuhan yang Maha Segalanya Sungguh, Engkaulah pemilik alam semesta, langit, bumi, dan isinya sekalian. Pun pemilik dia yang kucinta, satu satunya yang paling berhak.
Tuhan, sungguh hanya Engkau yang mampu membolak balikkan hati manusia. Membuka hati yang tertutup. Jika berkenan, bukalah mata dan juga hati saya.
Tuhan yang Maha Pemberi Segala, Saya tau, apa yang datang dari-Mu adalah sebaik baiknya kebaikan.
Tuhan, semoga Engkau tidak bosan dengan saya yang bersujud memintanya pada-Mu.
Terima kasih Tuhan, atas berkat dan rahmat yang tak terhingga.
Salam sujud, Hamba-Mu yang mengetuk di depan pintu-Mu.
Kekasih sejatimu tak kan pernah sanggup untuk meninggalkanmu~
"Tuhan menciptakan masalah dengan solusinya."
Dengan perpisahan, Tuhan (mungkin) menyelamatkan kita dari hal hal tidak mengenakan nantinya.