Hidup ibarat balon yang ditiup, kemudian terbang, lalu meletus dan jatuh. Tidak apa-apa. Jika tidak jatuh, kita tidak akan merasakan sakit dan tidak akan tau bagaimana rasanya berjuang untuk bangun dan belajar berjalan lagi. Memang yang dimaksud hidup berwarna itu ya seperti itu. Jatuh, sakit, berusaha bangun dan belajar berjalan lagi. Rasanya keren kan, jika hidup kita warna-warni? Mulai dari gelap sampai terang, ada semua dan bisa dirasakan. Itu baru nikmat dan berkah. Balon, akan dengan mudah meletus dalam berbagai keadaan. Mungkin saja karena kepanasan, di tusuk jarum, dan lain sebagainya. Sama seperti kehidupan kita. Kita memang sering dengan mudah terjatuh dalam berbagai keadaan. Tak terkecuali ketika kita terlalu merasa bahagia. Tak jarang Allah mengingatkan kita dengan cara memberi cobaan di saat kita terlalu bahagia hingga lupa diri bahkan lupa terhadap Allah. Di sini kita disadarkan lagi, betapa baiknya Allah dengan kita. Saat kita melakukan kesalahan, saat kita lupa denganNya, dan saat kita lupa diri, Allah tidak segan untuk tetap mengingatkan kita. Itu cerminan bahwa Allah memang benar-benar ingin makhlukNya menjadi makhluk yang baik. Bahwa Allah yakin makhlukNya tetap akan mengingatNya, juga meyakinkan bahwa kita sebagai makhluk Allah memang selalu membutuhkanNya. Selalu meminta segala sesuatu kepada Allah. Tidak jarang ada berbagai celetukan doa' yang kita serukan. Mulai, "Ya Allah, beri hamba uang," sampai "Ya Allah, beri hamba 'pendamping'." #katakata#balon#hidup#warnawarni#17agustus17#happyindependenday#HUTRI17 (di Jalan Pulo Asem Utara Raya Jakarta Timur)














