A poster i did for digital poster
1 hour ain't enough atleast give us like 1 hour 30 minute 💔

#dc comics#dc#batman#tim drake#batfam#dick grayson#dc fanart#bruce wayne#batfamily





seen from China
seen from United States
seen from Switzerland

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from Denmark

seen from Iceland
seen from Serbia
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States

seen from United States
A poster i did for digital poster
1 hour ain't enough atleast give us like 1 hour 30 minute 💔
Garis yang Sepi
Di banyak panggung, riuh menyambut mereka yang tiba, pelukan jadi mahkota, tepuk tangan jadi irama; sementara aku, ketika garis finish kulewati, hanya bayang tubuh sendiri yang jatuh di aspal panas.
Mungkin beginilah cara waktu mengajar, bahwa tak setiap pencapaian harus disertai sorak sorai; kadang sepi pun guru yang setia, menempa dada agar tahan saat dunia menutup mata.
Namun aku berjanji, esok berbeda, anak-anakku tak akan berlari sendirian; akan kutanamkan hangat dukungan sejak awal, agar mereka paham arti ditemani hingga ujung lintasan.
Dan bila kelak lampu sorot menyoroti langkah mereka, biarlah aku jadi cahaya pertama yang menyalakan, menyambut, mengiring, mengabadikan momen kecil itu, agar mereka tak pernah tahu sepi yang kini kualami.
Aku Ingin Tahu Seberapa Bisa Aku Melepaskan Hubbun Dunya
Puisi ini bukan sekadar rangkaian kata yang muncul begitu saja. Perjalanannya panjang—banyak perenungan, banyak kegelisahan yang akhirnya tertuang dalam bait-baitnya.
Alhamdulillaah, puisi ini meraih juara 2 dalam Lomba Cipta Puisi Nasional yang diikuti ribuan peserta dan diselenggarakan oleh Fun Bahasa (@funbahasa). Dua puisi saya yang lain juga masuk dalam 10 terbaik. Semua ini tentu karena pertolongan Allaah Subhanahu wa ta'ala.
Di awal puisi, saya menyertakan sebuah faidah yang sangat menggugah:
“Cinta dunia adalah pangkalnya semua kesalahan.”
— (Jaami’ul ‘Uluum, III/203)
Faidah ini pertama kali saya dengar dalam kajian bersama Ustazuna Muhammad Nuzul Dzikri hafizhahullaah. Saat itu, saya merasa seperti dihantam kenyataan. Betapa sering kita terjebak dalam kecintaan terhadap dunia—harta, kedudukan, pengakuan—tanpa sadar bahwa di sanalah akar dari banyak kesalahan kita.
Menulis puisi ini juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk pertama kalinya, saya mencoba menggunakan banyak glosarium dan kosa kata bahasa Arab. Alhamdulillah, saya mendapat banyak bimbingan serta masukan berharga dari Ustazuna Boris Tanesia hafizhahullaah, yang membuat puisi ini semakin bernyawa.
Namun lebih dari itu, puisi ini adalah cermin bagi diri saya sendiri. Saat menuliskannya, saya seperti sedang berdialog dengan hati saya—tentang ambisi, tentang godaan dunia yang sering kali membutakan, tentang pertanyaan besar: sejauh mana aku bisa melepaskan diri dari ini semua?
Semoga puisi ini bisa menjadi pengingat, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi siapa saja yang membacanya. Sebab di ujung perjalanan, yang kita kejar di dunia ini takkan berarti jika tak kita bawa sebagai bekal untuk akhirat—tempat yang sebenarnya.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dewan juri dan panitia. Baarakallaahu fiikum.
Bukan tentang berlomba
Memang lelah sih jika semua harus berlomba. Teman membeli handphone baru, kita ingin seperti itu. Tetangga jalan-jalan keluar negeri, kita juga ingin menikmati. Sekalipun kita bisa saja mengikutinya, tapi untuk apa juga mengikuti?
Menilai pencapaian bukan tentang siapa yang lebih dulu ataupun lebih lambat. Kalau kita punya value yang berbeda, mengapa pula ingin terlihat sama. Sekalipun kita sudah lebih dulu mencapai garis finis, tak akan adapula yang memuji, bisa jadi justru banyak yang lebih iri.
Tak perlu ingin terlihat sama, karna pada dasarnya setiap dari kita memang berbeda. Tak perlu juga ingin terlihat lebih. Karna sebenarnya masih banyak yang bisa memamerkan lebih.
Niscaya hidup akan lebih berarti. Memandang orang lain bukan sekedar pangkat dan jabatan. Tak perlu menunduk berlebihan kepada mereka yang memiliki jabatan. Tak perlu juga membusungkan dada kepada mereka yang hidup sederhana. Jadikan semua yang kita miliki saat ini sebagai jalan, bukan tujuan.
La luna sorge sul ramo lecchese | LAGO DI COMO
karena rasa bukan perlombaan, ambisi tidak selalu bisa memenangkannya.
memelena
৩০ মার্চ ২০১৯ | 30 march 2019
Bangla Word of the Day: লম্বা [lɔmba] | tall
Note: this word can also mean “long”.