Sad - Angry Kemarin pas lagi reuni mini bareng sohib ikrib saya, kami berdua menghubungi tmn kami yg lain yg ada di Jatim. Kami asyik ngobrol bertiga lewat video call. Maklum, dah lama gak jumpa, maka setiap kesempatan bersua menjadi sangat berharga. Selain saya dan tmn saya, ada juga Fahima (3y6m) yang bersama kami di dalam kamar. Sebisa mungkin kami ngajak dia utk tetap include dalam perbincangan kami. Dah pandee diaa video call kayak anak remaja gitu. Tapi pas udah agak lama kami video call-an, Fahima mulai gak tertarik utk include dalam obrolan kami. Terus tiba-tiba dia bilang, "Sad..angry. Sad... angry. Sad..angry." Yang pertama kali ngeh dengan apa yg dibilang sama Fahima tidak lain dan tidak bukan..tentu saja adalah...Bundanya! 😂 Setelah bilang gt, Fahima terus lari keluar kamar, dan kemudian dikejar sama Bundanya. *kyk adegan cemburu2 ala sinetron gt, persis* Duhh, Nak.. maapin onty2 nya ini yang keasyikan ngobrol. 😞 Saya belajar bgt dari nak kicik satu ini ttg mengenali perasaan diri sendiri. Dia udah bisa memahami, mendefinisikan perasaannya sendiri, dan mengekspresikannya dengan cara yg mnrt saya sgt 'dewasa'. Instead of rewel gajelas, dia dengan lugas bilang kalau dia Sad dan Angry. Kemudian kusungguh merasa 'kalah', saat seringkali masih belum bisa mendefinisikan perasaan sndri. Kadang masih yang... "Ndehh...ngapalah akunii..melow kaliii" Jadi wahai kalian nak muda yang masih merasa kesulitan memahami, mendefinisikan dan mengekspresikan perasaan, belajarlah dari Fahima! Ahaha. #iamaproudaunty https://www.instagram.com/p/BvGabJhgpddfV8-6cIbVdnjZeRPLsCIgKnVtn00/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=s6c3h7xpyui3










