Mekanisme Perlindungan Embrio Ikan Terhadap Zat Kimia
Ketika zat kimia terikat pada embrio ikan zebra, protein transporter Abcb4 ini memicu pembelahan transfer energi adenosin trifosfat substansi (ATP). Energi yang ini terbentuk dan digunakan untuk mengeluarkan zat ini dari sel. Abcb4 dapat mengeluarkan banyak senyawa kimia yang berbeda, sehingga membuat embrio tahan terhadap banyak zat beracun. Pada manusia protein ABCB1 yang melayani fungsi ini. Dengan demikian, hal ini merupakan sebuah kejutan dimana protein transporter Abcb4 pada ikan zebra berfungsi sebagai “multidrug” atau “multixenobiotic” trans-porter. Homolog ABCB4 manusia, sebaliknya, tidak mampu mengangkut senyawa kimia beracun. Sebaliknya, ABCB4 manusia memiliki fungsi tertentu dalam hati di mana ABCB4 dalam saluran empedu berfungsi melindungi sel-sel hati terhadap asam empedu agresif.
Dalam percobaan dengan embrio ikan zebra dimana ekspresi protein Abcb4 ditekan, Luckenbach dan timnya menemukan bahwa embrio jauh lebih sensitif terhadap bahan kimia beracun dan bahwa zat ini telah diperkaya ke tingkat yang lebih besar dalam jaringan embrio. “Berdasarkan data ini kita menyimpulkan bahwa Abcb4 ikan zebra melindungi embrio terhadap dampak bahan kimia beracun dengan mengeluarkannya,” kata Luckenbach.
Dalam lanjutan investigasi para peneliti mengukur aktivitas sistem transportasi, yang memungkinkan identifikasi bahan kimia yang dapat Abcb4 transportasikan. Namun, zat-zat tertentu menghentikan mekanisme transportasi. Hambatan ini membuat fungsinya tidak efektif, dan zat berbahaya lainnya dapat menembus ke sel organisme. “Senyawa yang menghambat transporter membuka pintu untuk zat beracun lainnya,” kata Stephan Fischer. “Ini juga disebut sebagai chemosensitizers, karena mereka membuat organisme lebih sensitif terhadap bahan kimia berbahaya. Efek toksik ini dapat memainkan peran penting dalam beberapa campuran zat-zat kimia seperti yang sering ditemukan di lingkungan kita.”
Berbagai macam bahan kimia lingkungan yang relevan saat ini sedang diselidiki dampaknya pada sistem transporter Abcb4, secara terpisah dan dalam campuran campuran yang membangun struktur. Menurut Luckenbach “Banyak efek campuran zat dapat dijelaskan dari aktivitas protein Abcb4 embrio ikan zebra dimana dapat digunakan untuk penilaian bahan kimia dan untuk penyelidikan dampak lingkungan, jadi kami berharap bahwa di masa depan penelitian kami akan memberikan kontribusi sebuah kesadaran dari butuhnya memasukkan proses transportasi Abcb4 pada pengujian toksikologi.”
Source : Embrio Ikan Memiliki Mekanisme Perlindungan Terhadap Zat Berbahaya