zapping itu salah satu istilah dalam periklanan. dan menjadi habit masyarakat ketika menonton televisi. orang suka sekali menonton acara tv yang menarik bagi mereka, namun ketika commercial break atau iklan muncul, tangan mereka yang sudah memegang remote control mulai beraksi. jempol mulai berayun cepat dan "klik!". tayangan tv berganti ke channel yang lain. bagi masyarakat awam yang memang tidak berkecimpung dalam dunia periklanan, akan bosan atau malas untuk meihat iklan di televisi (termasuk saya, yang padahal juga belajar periklanan-advertising. LOL)
ya, zapping adalah memindah saluran televisi ketika commercial break atau iklan muncul.
"lalu dengan adanya fenomena zapping ini kenapa para pengiklan suka sekali membuat iklan yang bagus dan mahal di televisi? padahal penontonnya belum tentu menonton iklan itu?"
memang iklan di televisi sampai saat ini masih digemari, keuntungannya juga banyak (walaupun mahal). waktu tayang pun juga diperhitungkan. saat prime time itulah yang bagus, karena saat itu banyak orang menonton tv. tapi saya sempat membaca salah satu skripsi-tesis online, dan membahas tentang zapping. yang menyatakan bahwa masyarakat justru sering melakukan zapping di saat prime time.(nah lho?)
pertanyaan saya sampai saat ini yang berkumandang di kepala dan belum mendapat jawaban, "kenapa iklan televisi dibuat bagus-bagus kalau tidak ditonton?" "bagaimana pengembangan strategi kreatif iklan tv pada tiap agensi iklan itu sendiri dalam menghadapi fenomena zapping ini?"
cukup menarik bukan, ada yang bisa bantu jawab pertanyaan saya? ;)