Ilmu Nahwu Bab Kalam Jurumiyah - Secara bahasa kalam berarti setiap ucapan atau perkataan entah itu memahamkan maupun tidak. Ini adalah pengertian kalam pada...
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Japan
seen from United States

seen from Japan

seen from Sri Lanka
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Egypt

seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Canada
seen from Germany
seen from United Kingdom
Ilmu Nahwu Bab Kalam Jurumiyah - Secara bahasa kalam berarti setiap ucapan atau perkataan entah itu memahamkan maupun tidak. Ini adalah pengertian kalam pada...
Fi’il Amr dan Contohnya
Fiil merupakan kata kerja yang dalam penulisannya terikat oleh waktu dan dhamir (kata ganti), Pengertian fi'il Amr adalah kata kerja yang memperlihatkan makna perintah dan makna permohonan, sehingga fi'il amr selalu akan kita pakai jika kita menyusun kalimat atau kata untuk memberikan perintah terhadap seseorang, atau saat kita berdo'a kepada tuhan.
Contoh fi’il amr:
Bukalah! (اِفْتَح) iftah!
Lihatlah! (رَ) ro!
Pukullah! (اِضْرِب) idhrib!
Sebelum mendalami lebih lanjut mengenai cara membuat kalimat fi'il amr, sebaiknya kita baca dulu nadhoman dalam kitab alfiyah mengenai fi'il Amr. Yang berbunyi wal amru inlam yakulinnuni makhal, fiihi huwasmun nahwu shoh wa khayyahal.
Artinya: "Dan kata perintah yang tidak ada tempat untuk nun taukid , karenanya dapat dikatakan isim fi'il seperti shoh dan khayyahal".
Sehingga menurut imam ibnu malik kalau fi'il amr harus ada nun taukid, jika tidak ada nun taukid karenanya disebut isim fi'il amr.
Dalam nadhoman alfiyah bab mu'rob dan mabni diterangkan jika fi'il amr itu mabni, seperti tercatat dalam nadhom wafi'lun amrun wa mudhiya buniya, wa'robu mudhori'an in ‘ariya.
وَفِعْلُ امْرِوَمُضِيِّ بُنِيَا واَعْرَبُوامُضَارِعًااِنْ عَرِيَ
Penuturannya seperti berikut : fi'il amr dan fi'il madhi itu hukumnya mabni, fi'il amr dimabnikan menurut fi'il mudhori'nya ketika jazem, karena itu terkadang fi'il amr itu mabni sukun, contohnya : idhrib, dan terkadang dimabnikan dengan kebuangnya huruf ‘illat seperti ihsya.