Tsunami Anyer, Keluarga Besar IMAN bersama Masyarakat Gelar Donasi di Kec. Sumur
Ahad 31/12) Tim Relawan IMAN PKN STAN (Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin PKN STAN) bersama dengan warga RT 03 RW 03 Jurangmangu Timur kembali melaksanakan penyaluran bantuan kepada korban tsunami Banten. Berbeda dengan penyaluran gelombang pertama (24/12) bantuan disalurkan melalui Posko NU Peduli Kab. Pandeglang karena terkendala cuaca dan lalu lintas menuju lokasic yang sangat padat. Pada gelombang ke dua ini Tim Relawan melakukan penyaluran secara langsung ke posko pengungsian.
Penyaluran bantuan logistik pada tahap dua ini disalurkan secara langsung ke posko pengungsian di dua lokasi di Kecamatan Cimanggu Kab. Pandeglang. Sedangkan bantuan berupa pakaian, kami salurkan melalui Posko NU Peduli Kab. Pandeglang untuk melalui proses pengecekan kelayakan oleh pihak NU Peduli. Ujar Zaenal Abidin (Ketua IMAN PKN STAN)
Dalam penyaluran donasi tahap 2 ini, tim IMAN PKN STAN berkoordinasi dengan perwakilan warga, mulai dari kepala desa, kepala dusun, ketua rw, ketua rt hingga para kyai di desa tersebut untuk membantu menyalurkan donasi. Tujuannya agar bantuan bisa langsung disampaikan door to door dan tepat sasaran.
“Terdapat 22 rumah warga di Kecamatan Cimanggu yang dijadikan tempat pengungsian dengan total pengungsi sebanyak 279 orang yang sebagian besar merupakan korban dari Kecamatan Sumur. Selain itu di Kecamatan Sumur dari tujuh desa, empat diantaranya terkena dampak bencana Tsunami yakni Desa Sumber Jaya, Cikorondong, Tanjung Jaya dan Ujung Jaya. Di antara ke empat desa tersebut, Ujung Jaya adalah desa yang terkena dampak paling parah atas terjadinya Tsunami 22 Desember lalu.” tutur perwakilan PCNUdan perwakilan warga di lokasi
Setelah selesai meyalurkan donasi di pos NU Peduli cabang cimanggu, tim menuju tempat selanjutnya yaitu rumah ustadh baidhowi. Rumah beliau dijadikan tempat penampungan sementara lima puluh kepala keluarga yang berasal dari kecamatan sumur. Jalur menuju tergolong sulit, jalan yang naik turun dan belum diaspal menjadi tantangan tersendiri bagi para donatur.
Dalam perjalanan kami kali ini, banyak sekali hikmah yang didapatkan. Terutama dari cerita para korban yang masih diliputi rasa takut. Mulai dari warga yang kehilangan orang- orang tersayang bahkan tak sedikit yang sampai saat ini sanak keluarganya belum ditemukan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara- saudara kita yang mendapat musibah.
















