#UdahGituAja
Berubahlah serta merta semesta yang punya hati ketika dia jatuh cinta. Namun, tidak selalu cerita cinta berakhir menjadi “Kita.”
Bukan ceritanya yang salah. Bukan juga orang yang ditaksir yang salah. Mungkin Kayana dan pria idamannya belum berada di garis yang sama aja. Meskipun berjalan beriringan tapi tak selalu satu pikiran. Itulah kiranya yang bisa menghibur Kayana ketika dia gagal dalam cinta.
Kali ini, dia pikir akan berbeda. Bumi tidak seperti lelaki lain yang pernah ia pacari. Meski saat itu mereka pergi berdua saja, menghabiskan waktu di apartemennya, tidak terjadi apa-apa. Kayana kagum, makin suka padanya dan semakin intens pula mereka menghabiskan akhir pekan bersama. Bumi selalu ada untuknya ketika dia mengirimkan pesan di pagi buta. Selalu membalas sesempatnya ketika banyak hal tak penting yang ditanyakan Kayana.
Sebulan, tiga bulan, setahun berlalu. Tidak terjadi apa-apa. Bumi dan Kayana masih dua orang yang berbeda. Tidak menjadi “kita.”
Kayana juga tidak pernah mengungkapkan apapun yang ia rasa pada Bumi. Mungkin takut gagal di tengah jalan. Atau bahkan takut gagal sebelum mulai berjalan. Hingga Kayana hanya bisa memeluk tubuhnya dan berpura-pura. Bahwa Bumi hanya teman biasa, tidak lebih dari sahabat yang baik, tidak lebih dari teman lain yang Kayana ceritakan padanya. Bahwa pelukan Bumi erat saat mengucap sampai jumpa mampu membawa Kayana terbang tinggi berilusi mereka bersama. Bahkan ketika tak sengaja mereka berciuman. Atau lebih tepatnya saat Kayana mencium Bumi sambil tersenyum di pub malam itu di depan banyak temannya. Kayana tidak berhenti berpura-pura. Tidak berani mengatakan pada Bumi bahwa tiap momen yang berlalu selama ini menjadi semangat Kayana tiap hari. Bahwa Bumi yang Kayana suka. Susah rasanya ketika mereka sedang berdua Kayana berkata, “Bumi, kamu yang aku suka. Ayo kita ulangi kembali ciuman yang lalu dan bercinta.”
Karena untuk memiliki cinta tidak semudah merasa. Bahkan untuk bisa bersama dia yang dicinta tidak semudah bercinta dengannya. Mencintai itu tidak sederhana. Mencintai itu butuh usaha untuk bisa selalu menerima. Segala kekurangan, perbedaan, keburukan. Mencintai itu butuh waktu untuk bisa berjalan satu jalan, satu pemikiran dan satu rasa.
Karena saat tak sama cinta, akan jadi cerita yang #UdahGituAja.
Tulisan dari @cillatirta, hasil tantangan dari @inalmuhammad yang mengangkat tema: Mari Bercinta.









