Kangen style begini.
Model: Frida Gustavsson

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from France
seen from Egypt
seen from Ireland
seen from Ukraine
seen from China
seen from Yemen

seen from Belarus
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Spain

seen from Singapore
seen from South Korea
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Kangen style begini.
Model: Frida Gustavsson
For The Love Of Merlin, Send Me An Owl, Yvonna!!
“Jangan buat lelucon yang aneh. Masa Tuan Putri sepertimu punya penyakit pernapasan. Cari alasan lain kalau mau membolos.”
—screw you!
---------------------------------------------------------------------------------
Dear, Yvonna.
Apa balasannya terlalu lama? Tahun lalu aku berada di kediaman keluarga Goldstone selama musim panas sampai awal musim dingin, kemudian Godric’s Hollow memberiku kesibukan yang luar biasa jadi aku tidak bisa membalas surat-suratmu. Itu alasan, tapi kalau kau tidak percaya juga tidak apa. Omong-omong aku membencimu. Aku serius, jangan tertawa dulu. Jangan, sampai kau benar-benar baca seluruh isi suratku, dan kau akan tahu mengapa aku membencimu. Ada anggota keluargamu yang memberiku selembar surat. Aku baru membacanya beberapa bulan setelahnya, my bad. Aku tahu itu tidak sopan, tapi aku tidak suka dengannya jadi bersikap bagaimanapun diperbolehkan. Dia menggangguku, memangnya dia pikir dia siapa bisa menuliskan kata-kata itu padaku. Well. Jadi, bagaimana liburanmu? Apa kau tidak bosan mendiamiku terus? Kirimin aku surat!! Aku sudah menyelesaikan semuanya, dan akan kembali ke kastil beberapa minggu lagi. Satu tahun lagi aku sudah siap menjadi Brynja yang berbeda, maksudku yang lebih sering berkutat pada ramuan ketimbang mengganggumu sepanjang waktu, hahaha. Omong-omong apa aku sudah bilang padamu kalau aku punya perkumpulan baru? Mereka asyik, tapi aku lebih menyukai berteman denganmu, walau di sana ada Ethan. Aku merindukanmu. Mereka bisa membantuku mencari ramuan untuk penyakitmu, jadi begitu aku benar-benar menjadi penyembuh, aku juga sudah punya solusi untuk masalahmu itu. Aku bisa menyembuhkanmu, Yvonna. Jangan menyerah ya. Apa aku boleh berkunjung? Aku ingin bertemu denganmu. Aku merindukanmu, Ya ampun Yvonna. ..... Balasan suratku benar-benar lama sekali ya? Kau masih menunggu aku menulis suratnya tidak? Kau pasti marah ya karena aku tidak mengabarimu selama kita tidak bertemu. Sebagai permintaan maaf aku akan lampirkan foto ini bersama suratnya. Aku menemukannya terselip di buku catatanku. Itu musim panas di Dewsbury yang menyenangkan. Mau lakukan lagi? Kirimi aku surat. Love. Brynja. p.s: Aku masih bencimu. p.s.s: Tapi aku merindukanmu, bisa kita bertemu? p.s.s.s: Aku menyesal tidak membalas surat terakhirmu. p.s.s.s.s: Ya ampun serius, katakan padaku dimana rumah barumu! p.s.s.s.s.s: Merlin! Aku bertingkah menggelikan. p.s.s.s.s.s.s: I HATE YOU WERE DIED!!!! --------------------------------------------------------------------------------- “Ya ampun Yvonna Bernadette Denholm, jangan menggodaku. Paling-paling habis ini kau yang akan didatangi seorang malaikat tampan dan membawamu ke tempat yang seperti surga. Awas saja kalau kau melupakanku.” —Why you can not wait for me?
'Cause all of me lves all of you. Love your curves and all your edges, love all your perfect imperfections ♡
My babies are getting married *3* Aeria (c) @isumiilde Lukas (c) me
---------------------------------------------------------
Mereka bertemu pertama kali di sisi danau saat Lukas sedang membaca sendirian, tanpa sengaja mengambil tempat favorit seorang gadis dan berakhir berbicara sedikit dengannya.
Kali kedua, mereka berpapasan di sisi jendela kastil Hogwarts saat salju sedang menutupi permukaan tanah dan pohon, dan mereka bicara soal buku dan Pangeran Kecil dan Tempat Kenangan. Lukas ingat bagaimana gadis itu menggambarkan kastil Hogwarts di buku sketsanya dan menyerahkannya pada Lukas. Hingga hari ini, sketsa itu masih tersimpan dalam laci kamarnya, sudah begitu lusuh karena sering sekali ia pandangi.
Kemudian entah kenapa mereka mulai sering untuk berbicara. Tak banyak orang yang tahan pada sifat pendiam Lukas, tapi gadis ini sabar, dan malah bisa membuatnya bicara banyak. Lukas ingat, masa itu adalah masa terparah dalam hidupnya karena baru berpisah dengan dua orang yang paling berarti baginya saat itu.
Entah kapan mereka mulai dekat? Semua terjadi begitu saja. Begitu banyak yang terjadi, seperti bagaimana ternyata salah satu anggota keluarga gadis ini adalah seseorang yang dulu pernah memergokinya mencuri dan berkat itu pula, tak mudah untuk mendapat pengakuan dari wali gadis ini--ya, yang berambut pirang dan seringkali berwajah cemberut bila bertemu dengan Lukas.
Banyak sekali yang terjadi, bagaimana Lukas Derzhavin menjadi Lukas Siegel, dan kembali menjadi Lukas Derzhavin. Bagaimana ia membutuhkan waktu untuk bisa kembali bersama dua orang yang pernah menjadi seluruh dunianya, bagaimana kemudian ia memutuskan untuk mencoba lebih mandiri. Menyewa kamar kecil, menabung untuk akhirnya membuka toko buku kecil yang kini menjadi tempat tinggalnya.
Banyak, banyak sekali yang terjadi.
Ia dulu takut dengan masa depan. Takut dengan apa yang bisa ia lakukan sebagai seorang bocah lelaki yang tak bisa apa-apa dan sendirian. Tapi itu dulu.
Lukas tersenyum mengingat semuanya. Hal yang baik, hal yang buruk, yang menyenangkan dan yang menakutkan. Ia tak tahu masa depan bagaimana yang mungkin menyambutnya, atau apakah ia mampu membahagiakan gadis ini?
Aeria.
Aeria-nya, yang kini bersanding di sisinya sambil menggenggam tangannya, dan dengan senyum yang sama dengan yang kini terlengkung pada bibir Lukas, ia mendengar gadis itu berucap, "Saya bersedia."
Aeria, Aeria-nya.
Lukas tidak tahu apa yang terjadi dengan masa depan. Takut, sedikit. Tapi yang Lukas ketahui, ia tak akan menjalani semuanya sendirian.
Harmonie Saxon & Holly Saxon Picspam
the slytherin girl and a ravenclaw guy: Agatha Ward x Thaddeus Maddox
Morgana & Mabel
cred: AileraStone & Esther Heesch