Agravain Louis Lindegaard, Character writing breakdown from New Indo Hogwarts
1. He’s pain in the ass.
Agravain lahir dengan satu ibu kandung, satu ayah kandung, dan banyak ibu tiri. Ayahnya adalah contoh laki-laki yang akan merusak satu generasi dengan satu kalimat nasehatnya. Meski begitu, kelahirannya adalah berkah tak terkira. Karena selain brengsek, ayahnya punya sel telur yang tidak begitu baik, sehingga sulit untuk memiliki keturunan laki-laki. Banyak anak-anak yang sudah dibunuh dalam perkawinannya dengan wanita simpanannya karena lahir dengan jenis kelamin perempuan, dan Agravain bertingkah seperti raja kecil yang berjalan-jalan di atas wajah ibu tirinya dengan sendal berduri.
Dia tidak pernah peduli pada para ibu tiri yang memusuhinya, perlakuan mereka begitu dingin hanya karena mereka tidak bisa membuatnya menderita secara fisik. Agravain memanfaatkan semua yang dia punya dengan baik. Tahu benar kalau ibu kandungnya tidak akan mendapat apa-apa ketika ayahnya meninggal, Agravain membuat kebutuhan hidupnya berlipat ganda menjadi empat kali lipat. Jumlah uang yang dimintanya menjadi terlalu banyak untuk ukuran anak empat belas tahun, dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya usia Agravain. Dia mulai menjadi pencuri di rumahnya sendiri sendiri, dan semua itu dia berikan kepada sang ibu sebagai ganti nafkah sang ayah yang berhenti setelah dia meninggal dunia.
2. He had a girlfriend who died suicide.
Kisah ini sesungguhnya jauh dari kehendakku saat membuat karakter Agravain. Aku memang merencanakan sesosok kekasih untuk karakter laki-lakiku ini. Seorang gadis cantik, dengan tutur sopan, berlaku lemah lembut, dan penyuka pelangi, adalah deskrip yang cocok untuk menjadi kekasih Agravain, dan barangkali juga untuk menemani seumur hidupnya. Aku tidak begitu berencana ingin menjadikan Agravain punya banyak mantan, karena tidak ingin dia berakhir seperti ayahnya. Maka, satu dan selamanya, adalah cara paling mudah untuk developmen. Camilla Welkin hadir dengan ketersediaannya setelah diperingatkan kalau Agravain adalah pribadi yang tidak begitu baik untuk dijadikan pacar pertamanya. Gadis itu bersedia mencoba mencari percikan-percikan kimia di antara hubungan ini.
Agravain sedikit banyak bisa diarahkan menjadi seseorang yang terbuka pikirannya. Bahwa memiliki kekasih seorang Ravenclaw yang menyukai sejarah akan sangat menyenangkan jika mereka membicarakan sesuatu (yang saat itu, aku belum terpikir apa yang akan mereka bicarakan, tetapi rencananya sudah banyak sekali). Namun, rencana hanya rencana, sementara Camilla memutuskan untuk bunuh diri dengan melompat ke jurang. Agravain diberitahu kematiannya lewat kabar burung yang tersebar di sekolah, bahkan tanpa repot-repot melihat bukti fisik surat yang ditulis Camilla untuk teman-temannya, dan tidak ada satupun untuk Agravain. Ketika usianya 13 tahun, Agravain mengalami jatuh cinta pertama, dan patah hati pertamanya.
Hingga saat ini, Agravain tidak tahu, dan tidak ingin mencari tahu apa penyebab Camilla meninggal dunia. Dia hanya tahu, kekasihnya meninggal bunuh diri.
3. He had sex when doing junior apprentice with the girl from school.
Sayangnya, aku tidak bisa bertanya soal persetujuan mengenai ini pada karakter yang bersangkutan, tetapi Agravain punya banyak kisah yang tidak bisa dipublikasi selama forum beku. Banyak hal yang bisa direalisasikan menjadi plot. Rasanya terlalu sayang kalau semua itu di-take out hanya karena aku membuat tanah terbelah antara kedua, membuat aku sendiri sulit bertanya pada yang bersangkutan. Maka, apapun yang terjadi selama roleplay chat antara Agravain dengan sesosok karakter ini akan terjadi dalam kisah hidup Agravain, dengan nama yang tidak akan pernah disebut dalam deskrip karena akan melanggar privasi karakter tersebut.
4. His new girlfriend, is his always girlfriend.
Keluarganya tidak pernah segan untuk membunuh siapapun yang membuat mereka malu, seandainya anak-anak perempuan yang lahir bisa ditebas lehernya ketika dia masuk ke dalam rumah mereka, maka pasangan-pasangan hidup yang memiliki darah tidak murni juga akan dapat perlakuan yang sama. Agravain bertemu sesosok gadis, dengan paras cantik, bertutur kata lembut, dan kekurangan satu yaitu, status darah yang tidak murni. Dengan sifat keras, ambisi yang tinggi, dan otak yang tidak terlalu bodoh, Agravain tahu tidak akan ada yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan Emmeline Blake dari siksaan keluarga. Walau begitu, dia ingin kekasihnya tahu bahwa dirinya akan lakukan apapun untuk gadis itu, selain menikahinya.
5. The girl who he killed in the book is Camilla.
Aku, dan Macbeth Russet memiliki ide yang serupa ketika mencetuskan konsep apa yang akan kita tulis, yaitu membuat korban seolah-olah dekat dengan kami berdua. Namun, dengan beberapa diskusi munculkan kesimpulan bahwa tujuan Macbeth membunuh adalah untuk balas budi pada Agravain maka dia akan membantu apapun yang Agravain lakukan, sementara tujuan Agravain membunuh adalah kesenangan pribadi. Maka, tercetuslah ide lanjutan bahwa sebaiknya korban harus yang dekat dengan Agravain. In that time, I’m thinking about Demelza, or even killing Gwendolyn would be pleasing to write. Tapi rasanya tidak benar membunuh karakter yang masih hidup, maka, aku berinisiatif, memanfaatkan hubungan dekat kami terdahulu, aku memutuskan untuk membunuh karakter yang sudah lama meninggal.
Another Side of Coin: A Head, dalam buku Pot of Gold terbitan newindohogwarts angkatan 1815, menceritakan Agravain bertemu dengan perempuan familiar di kafe tempatnya menginap selama bekerja. Perempuan itu telah lama menghilang dari hidupnya, selama bertahun-tahun, hingga sebuah kafe malam hari mempertemukan mereka. Agravain mengundang perempuan itu naik ke kamarnya, dan perempuan itu mengikutinya. Agravain mengatakan bahwa dia merindukannya, sangat merindukannya hingga akhirnya gadis itu dibunuh dengan tangannya sendiri.















