Ingatan Tempo Dulu
Melihat mereka di tepi lapangan sambil melihat orang dewasa bermain bola seakan mengingatkan saya pada saat duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil, tiada hari tanpa bermain bola bersama dengan teman-teman kelas. Hingga setelah pulang sekolah kami langsung ke daerah Pekkae, kecamatan Bacukiki Barat kelurahan Lumpue, dengan berjalan kaki melewati tepian aspal ditemani dengan terik matahari. Kenapa kami kesana? Ada seorang pelatih sepak bola yang umumnya kami panggil Pak Ija'.
Beliau dulu pemain sepak bola disebuah klub ternama kota Parepare, dan keseharia pak Ija' adalah petani sekaligus penjual buah Salak. Saya dan teman-teman selalu melihat beliau mengikat buah Salak menggunakan daun Salak. Entah kenapa saya teringat beliau setelah melihat anak-anak yang berada di samping lapangan yang menunggu giliran untuk bermain dan setelah bermain pelatih mereka menyuruh mereka mencabuti rumput yang panjang. Persis seperti pak Ija' lakukan, beliau sering menyuruh kami mencabut rumput yang panjang sebelum dan sesudah bermain bola. Dan setelah itu pak Ija' menyuruh kami membersihkan diri dirumahnya, dan setelah itu pak Ija' memberikan kami air minum, terkadang juga susu atau es manis (es lilin).
Sudah puluhan tahun saya tidak pernah bertemu dengan pak Ija', astaga. Semoga pak Ija'sehat-sehat dan panjang umur. Maaf pelatih saya sebagai murid,bisa tergolong murid durhaka. Terimakasih pak Ija' telah bersedia melatih kami tanpa mendapatkan imbalan apapun dari kami.












