AKU YANG PENYENDIRI
Bahagia itu selalu ada dan banyak macamnya, kita hanya perlu bersyukur dan menyadari bahwa kita selalu memilikinya_meski hanya dalam bentuk paling sederhana. Begitu kata_kata orang bijak,.
Tapi, bukankah itu juga berarti penyangkalan? bahwa sebetulnya kita hanya diizinkan punya porsi terbatas untuk bahagia?
Tekadang, cukup dengan melihatmu bahagia, kutemukan bahagiaku.
Bahagia yang aku cari, bukan sebab datang dengan maunya sendiri. semu, memang. Tapi, setidaknya itu lebih baik daripada membencimu bukan?.
.. namaku " Sam ", aku terlahir dari keluarga yang cukup besar, dan aku anak terkhir dari lima bersaudara.
aku lahir di pinggiran kota yang sangat sibuk,.kota di sebuah pulau yang mana menjadi pusat ekonomi negara,
.bisa dibayangkan, betapa sibuknya disana,
semua orang berlomba_lomba untuk jadi yang terbaik, dalam pendidikan maupun karir, bahkan kapitalisasi telah merasuk ke sendi_sendi kehidupan dan juga sosial disana,.
Yang kuat akan mendominasi, sedangkan yang lemah akan tereliminasi, hukum rimba benar_benar diserap oleh kota modern.
Sebagai anak paling bontot, tentu saja perhatian orang tua ke aku lebih besar_meski tidak mengurangi kasih sayang pada anak_anaknya yang lain.
.. justru perhatian yang besar itu seolah membuatku terkurung dengan peraturan,
tidak boleh ginilah, tidak boleh gitulah,. Tidak seperti anak_anak yang lain yang seumuran denganku,.
Belajar menjadi sebuah keharusan mutlak. Tidak ada kata tidak bisa, semua menjadi sebuah keharusan.
sangat menyedihkan,. Akupun tidak memiliki jam bermain yang cukup atau bahkan lebih, seperti halnya anak_anak yang lain. Dan itu membuatku iri,.
Yah,. Tentu aku sangat paham sebab kekhawatiran orang tuaku. setiap orang tua pasti punya cita_cita untuk anaknya,. pun juga aku yakin orang tuaku memiliki keinginan yang sama,.
Hari_hariku penuh dengan belajar,.
mm, iya,. sekolah, les, kursus, bahkan petang pun aku masih harus belajar, yaitu.. religi.
Tentu saja itu tidak akan pernah tertinggal, karena aku terlahir di tengah keluarga yang religius,.
ah,.. lupakan itu.
dewasa ini, kehidupan ku berubah, rasa sosialku tak terbentuk secara sempurna, dan cenderung berbeda dengan kebiasaan yang kebanyakan orang lain miliki, aku lebih suka menyendiri, sedikit pemalu, dan pendiam,. yah,. itulah aku,.
oh ya,, dua tahun ini aku sudah tidak dikotaku lagi,. tentu saja sangat wajar jika aku ingin merasakan kehidupan diluar sana,.
Aku berada di pulau yang menurutku sangat unik,
iya,. unik, dimana tradisi dan budaya masyarakatnya sangat kental ketika ditempat lain mulai terkikis oleh zaman,.
BALI.
Kau tau kan pulau Bali?. siapasih yang tidak tau Bali,? hampir seluruh dunia tahu pulau ini,. dengan keindahan alam dan ke'arifan lokalnya, dibalut menjadi satu sebagai pulau wisata paling menakjubkan dan masuk 10besar pulau terindah didunia.
tentunya, banyak orang diluarsana yang ini datang ke Bali,.
disini, kehidupannya sangat berbeda, berbanding terbalik dengan kota asalku, dimana setiap hari siaran berita menyuguhkan keburukan para pejabat elit politik dan kasus kriminal,kekerasan seks bahkan sampai bandar Narkoba.
oke. simpan dulu kota itu. akan kunikmati hariku disini,.
siang ini keadaan rumah cukup bising, tentu saja aku tidak nyaman dengan keadaan ini,.ku lihat halaman dari balik jendela kamar, cukup panas, namun tak sampai membakar kulit,.
ku lihat jam masih menunjukan pukul dua siang, aku rasa ada cukup waktu untuk jalan menghindari ketidak nyamanan ini.
Dengan gaya kasual sederhana, plus topi aku berjalan dibawah teriknya matahari,. oh,ya,. Topi ini membantuku untuk membatasi pandangan, aku memang pemalu, aku suka minder kalo ada yang merhatiin kalo aku lagi jalan.
Cukup 10menit, aku sampai ditempat biasa kuhabiskan waktuku dengan buku,. Buku,?.
iya,, buku,
aku lebih suka berselancar dengan imajinasi daripada berinteraksi dengan banyak orang yang penuh dengan perbedaan dan perdebatan,.
Tak lupa juga untuk menyingkirkan kursi yang lain hingga menyisakan satu kursi untuk aku tempati,. sekali lagi aku suka sendiri,.
pesananpun datang, tiga potong odading dan secangkir teh sudah cukup membuatku rilex disini.
banyak pasang mata melihatku dengan sedikit heran, iya, aku tahu aku sendiri, satu kursi, satu meja dan juga,. Tanpa pasangan. ya, aku tahu itu dan aku lebih tau dari kalian.
sudah 30menit berlalu,.
tidak ada satupun inspirasi yang bisa kutangkap disini,.
keadaan mulai membuatku bosan, situasi tidak seprti yang aku harapkan,.
kubiarkan buku terbuka beserta pena yang menyilang diatasnya.
hampir 40mnt sudah aku diam,.
aku tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan, aku juga tidak tahu apa yang akan ku urai,.
kosong,. mungkin bisa menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan situasi ini,.
saat mataku tak be rgerak, ada yang masuk ke area pandanganku,
seseorang yang sama sekali tak asing bagiku, dia berdiri tepat didepan restaurant kecil favoritku ini,
kulihat dia cukup santai berbincang dengan temannya,.
dia,.. iya, dia,. aku tahu siapa dia,. senyumnya, rambutnya, membuatku tak mengalihkan pandangan,
hm.., aku sangat menyadari, dengan melihatnya dari jauh saja bisa mengisi kekosongan yang ada, apalagi dia jadi,..
ahh,.. meng khayalkanya saja aku tidak berani,.
Tapi aku senang,.
terlihat ada kebahagiaan pada senyumnya, sama sekali aku tidak bosan untuk mengamatinya dari tepi keramaian, ditengah lingkaran kesendirian,.
dia,, mm,dia,. iya, dia,. ah otakku sudah penuh dengan dia didalamnya.















