Tips Wawancara LPDP
All right. Kali ini, saya mau cerita tentang dibalik layar nya wawancara LPDP, yang Alhamdulillah menghantarkan saya jadi salah satu awardee. Buat yang mau tau gambaran situasi selama wawancara LPDP, bisa baca disini ya.
Saya kebetulan dapet jadwal wawancara tanggal 28 September 2017. Sebentar sih, cuma 45 menitan. Tapi untuk bisa excellent di 45 menit ini, persiapannya butuh waktu berminggu-minggu. Apa aja yang harus disiapin?
1. Konten
Inti dari seluruh persiapan wawancara adalah konten. Seluruh konten yang akan kamu bicarakan di wawancara harus sudah kamu siapkan, bahkan sebelum mendaftarkan diri mengikuti LPDP. Konten apa yang saya maksud? Ya semuanya. Mulai dari pemahaman mendalam tentang seluk beluk kampus tujuan, sejarah kampus, peringkat kampus di taraf internasional, detail jurusan, konsentrasi yang ditawarkan, daftar profesor di kampus tujuan, contoh riset, pemahaman tentang negara tujuan, pemahaman tentang kota tujuan (kota dimana kampus itu berada), penguasaan ketiga essay yang sudah ditulis sebelumnya (sukses terbesar, kontribusi, dan rencana studi), dan CV yang kamu submit waktu daftar LPDP. Ada berbagai strategi untuk menyiapkan konten. Misalnya membaca blog, buku, nonton panduan LPDP di youtube, sampai sharing sama orang-orang terdekat. Intinya, analisis kira-kira pertanyaan apa yang mungkin muncul, dan persiapkan bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan tersebut.
2. Bukti
Sama kaya konten, tapi ini berbentuk printout. Thanks for Ashri (Aussie Awardee ) yang ngajarin tentang ini. Gimana caranya menentukan bukti? Pertama, daftar semua jawaban yang kira-kira akan kamu sampaikan. Dari daftar itu, kamu bisa merinci kira-kira bukti apa aja yang bisa kamu siapkan untuk mendukung setiap statement yang akan kamu sampaikan.
Misalnya, interviewer nanya gini : "kenapa kamu pilih McGill University?"
Kira-kira kamu bakal jawab "karena McGill university menawarkan jurusan yang sesuai dengan konsentrasi yang saya perlukan. McGill University juga sudah diakui sebagai kampus terbaik ke-31 di dunia, dan biaya kuliah di McGill juga relatif lebih murah dibandingkan dengan kampus-kampus lainnya"
Nah, untuk mendukung statement ini aja, kamu akan perlu 3 bukti : (1) Jurusan yang ditawarkan McGill, (2) Urutan peringkat kampus di dunia (yang menyatakan bahwa McGill berada di peringkat ke-31 dunia) dan (3) perbandingan harga kuliah + biaya hidup di McGill, dibandingkan dengan beberapa kampus lain.
Kenapa sih ribet banget? Ya emang gitu. Butuh usaha lebih kalo mau jadi awardee LPDP. Emang sih ngga semua awardee sampe se-detail ini pas wawancara, tapi berdasarkan pengalaman, cara ini cukup manjur untuk meyakinkan interviewer bahwa apa yang kita omongin itu real, bukan karangan/imajinasi belaka.
3. Latihan
Ini juga salah satu kunci keberhasilan interview LPDP. Trust me, you'll never too smart to practice. Karena, semakin banyak kamu berlatih, semakin bagus jawaban yang akan kamu sampaikan selama interview nanti. Oiya, pastikan kamu latihannya sama orang lain ya. Latihan sendiri emang bagus, tapi ngga akan bikin kamu banyak berkembang. Dengan ketemu banyak orang, kamu punya kesempatan buat dapet banyak sudut pandang baru, kritik, masukan, bahkan kadang bisa meng-copy jawaban orang lain yang mungkin lebih bagus dari jawabanmu.
Saya latihan intensif interview itu mulai H-60 hari. Awalnya latihan sendiri pake cara klasik (bikin pertanyaan di secarik kertas, terus digulung kaya arisan). Terus latihan sama sesama pendaftar, sama temen-temen lama yang bahasa Inggris dan sudut pandangnya bagus (via telepon), latihan sama temen sekampung yang sama-sama tinggal di bekasi, sampe minta waktu buat latihan interview after work sama guru bahasa Inggris di yang ada kantor.
Buat latihan interview, print formulir pendaftaran (bisa didownload setelah dinyatakan berhak ikut Substansi), terus kasih deh ke temen yang mau nginterview. Biar dia tau apa aja yang harus ditanyain.
4. Details
Yes, kamu harus siapin semuanya secara detail. Harus mulai dipikirin nih nanti pake baju apa, celana apa, sepatu apa. Pengalaman kemarin sih, baju yg dipake peserta macem-macem. Ada yang pake jas, batik, baju dari komunitas, atau bahkan seragam kantor.
Tentu setiap orang punya tujuan masing-masing. Ada yang sengaja pake baju komunitas biar ditanya-tanya involvement dia di komunitas itu, ada yg bangga banget sama tempat kerja nya sampe pake pakaian kerja, ada yg mau keliatan formal banget sampe pake jas, ada juga yang mau menunjukkan nasionalisme dengan memakai batik (like me).
Ngga ada peraturan sih harus pake baju apa, tapi intinya, LPDP menghendaki peserta yang keliatan formal, rapih, sopan, enak dilihat, tapi humble. Jadi, kalopun mau pake jas, baiknya jangan yang terlalu mencolok biar tetep ada kesan humblenya. Oiya, be noted, no jeans dan no kets yaa. No T-Shirt juga.
Sip, mungkin itu aja yang bisa saya share kali ini. Kalo ada pertanyaan, jangan ragu buat tinggalin comment ya. Terima kasih sudah baca tulisan ini, semoga bisa jadi awardee selanjutnya yaa.

















