Catatan menuju Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Muslim Subang
24 Jul. 15
Hari ini, pukul 16.00 kami bertiga (Saya, Titan, Teh Uuy) sudah berada di DW bermaksud berkonsultasi dari catatan dan berbincang mengenai Ikatan Muslim Pelajar yang telah kami rancang kemarin, namun Bp. Atep belum ada di DW, sambil menunggu kami berbincang dengan bu Ai. Sekitar pukul 17.00 barulah beliau datang dan bertempat di gazebo belakang barulah memulai melaporkan kegiatan dimulai dari struktural ikatan tersebut. Dengan beberapa revisi dari beliau, langsung saja kami betulkan dan bentuk struktur baru sampai selesai terhitung 18 posisi dalam struktur tersebut. Berikut posisi/jabatan:
1. Pembina
2. Ketua umum
3. Sekretaris umum
4. Bendahara umum
5. Ketua 1 ikhwan
6. Ketua 2 akhwat
7. Sekretaris ikhwan
8. Bendahara ikhwan
9. Sekretaris akhwat
10. Bendahara akhwat
11. S. Liqo ikhwan
12. S. Dakwah ikhwan
13. S. Pengmas ikhwan
14. S. Tadarus ikhwan
15. S. Liqo akhwat
16. S. Dakwah akhwat
17. S. Pengmas akhwat
18. S. Tadarus akhwat
17 dari jabatan tersebut adalah hal pertama yang harus dipenuhi setelah ini, maka langkah kami selanjutnya adalah mencari orang untuk memenuhi posisi tersebut. Hari ini juga dijelaskan kalau sudah mulai terbentuk, barulah ikatan ini mulai eksis di berbagai acara, diketahui keberadaanya sampai dikenal kelompok umum, baru mengadakan kegiatan rutin. Akan banyak kesulitan pada saat sudah berjalan, kesulitan faktor A dan faktor B yang dijelaskan hari ini juga menuntut kami untuk berhati hati dalam menjalankan ikatan ini. Konsultasi selesai pukul 20.00 dan langsung saja kami mengabari hilmi ke rumahnya tentang hasil konsultasi, dan bubar pukul 21.00 setelah kami makan bersama dari ramen.
Catatan menuju Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Muslim Subang
23 Jul. 15
Siang hari, pukul 14.00 seingatku, ketika baru saja tiba di warnet game online, ada telefon masuk dari seseorang yang ku kenal dan kuakui sebagai teman. Dia bilang kalau dirinya dan temanku yang lain sedang menunggu di depan rumah. Tanpa banyak berfikir tentu saja aku beranjak pulang untuk bertemu mereka, lama tak jumpa Titan dan Hilmi. Kami bertiga pergi menuju rumah kakak Nurul Febrian (biasa dipanggil Teh Uuy) dan disanalah dimulai pertemuan dengan maksud mendiskusikan mengenai suatu gerakan. Gerakan membentuk Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Muslim Subang.
Awalnya hanya ada Titan, Saya dan Teh uuy, waktu itu hilmi sedang pergi mengantar ibunya. DImulai mendengarkan penjelasan Titan kenapa maksud membuat ikatan ini, saya dijelaskan karena Subang butuh ikatan ini untuk membuat wadah muslim netral terbebaskan dari induk manapun, terbebas dari induk politik dan kelompok lainnya. Saya mulai paham, dan sedikit demi sedikit mulai mengerti akan keharusan ini, karena dijelaskan juga motif khusus yang mengharuskan ikatan ini.
*
Kami memulai merancang ide dan pokok pemikiran apa, mengapa, bagaimana ikatan ini harus dijelaskan dan dijalankan, kami mulai menyusun dari definisi, tujuan, kegiatan, struktural anggota dan timeline kasar yang akan dilakukan nanti tentunya, sebagai bahan awal kami agar ikatan ini bisa terbayang secara menyeluruh.
Tak lama hilmi datang, lalu mulailah kami merangkai kata demi kata dari definisi sampai kegiatan. Muncullah kata “mempererat ukhuwah” dari mulut sang santri yang satu ini sebagai salah satu tujuan dari ikatan. Kegiatan dakwah, liqo, bakti sosial yang hari itu terfikir, kami catat mentah dan bicarakan sedikit teknis sembari ngemil makanan yang disediakan Teh Uuy. Taklama, adzan magribh terdengar, istirahat shalat. Setelah selesai menuliskan dan membuat rancangan kasar pertama, lalu kami membubarkan diri dari rumah teh uuy dan memutuskan berkonsul ke dw besok harinya di jam sore.