Ir.Sukarno (1901-1970) - Assorted Cartoon Style
Indonesia’s first president and founding father.
More info: https://en.wikipedia.org/wiki/Sukarno
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from France

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Japan

seen from Netherlands
seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
Ir.Sukarno (1901-1970) - Assorted Cartoon Style
Indonesia’s first president and founding father.
More info: https://en.wikipedia.org/wiki/Sukarno
KoranMandala.com -Mantan Kapolda Jawa Barat, Anton Charliyan, mengungkapkan kebanggaannya sebagai warga Jawa Barat dan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memiliki rasa bangga yang sama. Menurutnya, ada banyak alasan yang membuatnya bangga menjadi bagian dari tanah Sunda, salah satunya adalah sejarah panjang nasionalisme yang tumbuh di wilayah ini. “Nasionalisme Indonesia itu lahir di Jawa Barat. Jiwa [...] The post Anton Charliyan: Nasionalisme Orang Jawa Barat Sudah Kuat Sejak Nenek Moyang appeared first on KoranMandala.com.
• CONGRATULATIONS • Your photo was chosen for us to repost ------------------------------------------ The best photo from IG @ihza_dwi_mahendra37 • • • • • • Gn.telomoyo kopeng,salatiga -soal pangan adalah soal hidup matinya sebuah bangsa-- #irsoekarno #petani 👨💻 samsung A31 🗻 gn. Telemoyo kopeng, salatiga "Human interest" "Saya (Ihza Dwi Mahendral) asal (pekalongan) Siap mengikuti lomba @selafotografi.id dengan total Hadiah Jutaan Rupiah. #SFID4 #LOMBAFOTOGRAFI #LOMBAFOTO #LOMBAFOTOGRAFI2023 ------------------------------------------ Jangan lupa follow dan tag @_humaninterest di foto / video yang kamu upload. Gunakan hastag #_humaninterest Bila ada kritik atau saran silahkan tulis di kolom komentar atau DM mimin ------------------------------------------ https://www.instagram.com/p/CorKOhNykYi/?igshid=NGJjMDIxMWI=
"If you can make a girl laugh - you can make her do anything." Marilyn Monroe #marilynmonroe #marilynmonroequotes #marilynmonroequote #soekarno #irsoekarno #soekarnoquotes #laughinggirl #laughingquotes #makeher #makehersmile #makeherhappy #makeherfeelspecial #doanything #doanythingforher #instaquoteoftheday #instaquotedaily #ronda #quotesofinstagram (at Ronda Malaga) https://www.instagram.com/p/CV9MGJ2vh69/?utm_medium=tumblr
Bung Karno sebagai Presiden pertama Indonesia ternyata pernah membuat takjub Raja Saudi Arab. . Simak video selengkapnya ya, sobat nutiez. Jangan lupa share, like, dan komen. . @sindonews @sindonewsjabar @historiadotid @gnfi @indonesiabaik.id @info.sejarah @potolawas @opiniid @albumsejarah @mediaindonesia @about.indonesia.id @rekam_indonesia #bungkarno #irsoekarno #soekarno #indonesia #presiden #histori #jamandulu #saudiarabia #rajaarab #videooftheday #thisisindonesia #livefolkindonesia #jokowi #sejarah #indtravel #createmoments #presidensoekarno #kharismatik #ibadahhaji #sayyidhuseinmuthahar #rasulullahsaw #ziarah #gbk https://www.instagram.com/p/CRMOEnhnQlg/?utm_medium=tumblr
Bung Karno Jadikan Peci Lambang Kebangsaan Bung Karno sosok yang pertama kali memopulerkan peci hitam sebagai identitas diri. Bung Karno dan peci hitam memang tak terpisahkan. Hampir seluruh penampilan sang Proklamator di depan publik selalui dilengkapi oleh peci hitam. Ya, Bung Karno bisa dikatakan sebagai sosok yang pertama kali memopulerkan peci hitam sebagai identitas diri. Presiden pertama RI itu bahkan menjadikan peci hitam sebagai lambang kebangsaan. Hal ini terungkap dalam cerita Bung Karno ketika dia muda. "Minggu terakhir bulan Juni tahun 1921 aku memasuki kota Bandung, seperti Princeton atau kota pelajar lainnya dan kuakui bahwa aku senang juga dengan diriku sendiri. Kesenangan itu sampai sedemikian sehingga aku sudah memiliki sebuah pipa rokok. Jadi bisa dibayangkan betapa menyenangkan masa yang kulalui untuk beberapa waktu," kata Bung Karno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis oleh Cindy Adams. "Salah satu daripada egoisme ini adalah berkat suksesku dalam pemakaian peci, kopiah beludru hitam yang menjadi tanda pengenalku, dan menjadikannya sebagai lambang kebangsaan kami. Pengungkapan tabir ini terjadi dalam pertemuan Jong Java, sesaat sebelum aku meninggalkan Surabaya," ungkap Bung Karno. Dalam suatu kesempatan, Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia memerlukan sebuah lambang yang menjadi kepribadian bangsanya. Dengan menunjuk peci hitam yang dipakainya, Bung Karno pun mengatakan bahwa peci adalah yang sering dipakai oleh para pekerja Melayu adalah asli kepunyaan rakyat Indonesia. Ayolah saudara-saudara, mari kita angkat kita punya kepala tinggi-tinggi dan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia merdeka," seru Bung Karno. Walhasil, peci pun menjadi simbol kebangsaan bagi para pejuang kemerdekaan. Bung Karno mengenang hal itu dalam kalimat ini. "Pada waktu aku melangkah gagah keluar dari kereta api di stasiun Bandung dengan Peciku yang memberikan pandangan yang cantik, maka peci itu sudah menjadi lambang kebangsaan bagi para pejuang kemerdekaan," ujar Penggali Pancasila itu. #selamatharilahirsoekarno #selamatulangtahunsoekarno #putrasangfajar #irsoekarno #indonesia https://www.instagram.com/p/CP0GDrKNwgG/?utm_medium=tumblr
Bung Karno Jadikan Peci Lambang Kebangsaan Bung Karno sosok yang pertama kali memopulerkan peci hitam sebagai identitas diri. Bung Karno dan peci hitam memang tak terpisahkan. Hampir seluruh penampilan sang Proklamator di depan publik selalui dilengkapi oleh peci hitam. Ya, Bung Karno bisa dikatakan sebagai sosok yang pertama kali memopulerkan peci hitam sebagai identitas diri. Presiden pertama RI itu bahkan menjadikan peci hitam sebagai lambang kebangsaan. Hal ini terungkap dalam cerita Bung Karno ketika dia muda. "Minggu terakhir bulan Juni tahun 1921 aku memasuki kota Bandung, seperti Princeton atau kota pelajar lainnya dan kuakui bahwa aku senang juga dengan diriku sendiri. Kesenangan itu sampai sedemikian sehingga aku sudah memiliki sebuah pipa rokok. Jadi bisa dibayangkan betapa menyenangkan masa yang kulalui untuk beberapa waktu," kata Bung Karno dalam buku Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis oleh Cindy Adams. "Salah satu daripada egoisme ini adalah berkat suksesku dalam pemakaian peci, kopiah beludru hitam yang menjadi tanda pengenalku, dan menjadikannya sebagai lambang kebangsaan kami. Pengungkapan tabir ini terjadi dalam pertemuan Jong Java, sesaat sebelum aku meninggalkan Surabaya," ungkap Bung Karno. Dalam suatu kesempatan, Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia memerlukan sebuah lambang yang menjadi kepribadian bangsanya. Dengan menunjuk peci hitam yang dipakainya, Bung Karno pun mengatakan bahwa peci adalah yang sering dipakai oleh para pekerja Melayu adalah asli kepunyaan rakyat Indonesia. Ayolah saudara-saudara, mari kita angkat kita punya kepala tinggi-tinggi dan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia merdeka," seru Bung Karno. Walhasil, peci pun menjadi simbol kebangsaan bagi para pejuang kemerdekaan. Bung Karno mengenang hal itu dalam kalimat ini. "Pada waktu aku melangkah gagah keluar dari kereta api di stasiun Bandung dengan Peciku yang memberikan pandangan yang cantik, maka peci itu sudah menjadi lambang kebangsaan bagi para pejuang kemerdekaan," ujar Penggali Pancasila itu. #selamatharilahirsoekarno #selamatulangtahunsoekarno #putrasangfajar #irsoekarno #indonesia https://www.instagram.com/p/CP0BAW3N01C/?utm_medium=tumblr
Tepat di hari ini, 6 Juni, adalah hari bersejarah lantaran merupakan hari lahirnya Sang Proklamator Presiden Soekarno. Pada 6 Juni 1901, atau 120 tahun lalu dikenang sebagai hari kelahiran Koesno Sosrodihardjo alias Soekarno yang kemudian lebih dikenal dengan sapaan Bung Karno. Bung Karno lahir di saat fajar menyingsing, tak lama sebelum matahari terbit di hari pertama ia melihat dunia. Berdasarkan sejarah lahirnya itu lah Bung Karno kemudian juga dijuluki Putra Sang Fajar. “Bersamaan dengan kelahiranku, menyingsinglah fajar dari suatu hari yang baru dan menyingsing pula lah fajar dari satu abad yang baru karena aku dilahirkan di tahun 1901,” ujar Bung karno dalam autobiografinya yang berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat. Selain fajar yang menyingsing, kelahiran Bung Karno juga ditandai dengan meletusnya Gunung Kelud. “Masih ada pertanda lain ketika aku dilahirkan. Gunung Kelud yang tidak jauh letaknya dari tempat kami meletus. Orang yang percaya kepada tahayul meramalkan ini adalah penyambutan terhadap bayi Soekarno,” tutur Bung Karno dalam autobiografinya itu. Bung Karno pun menceritakan, di masa kelahirannya itu kala menyongsong abad baru, Indonesia masih dalam kondisi yang suram lantaran masih harus menerima nasibnya sebagai bangsa yang terjajah. Maka, ketika Sang Proklamator baru berumur beberapa tahun, sang ibunda memberikan wejangan dengan kisah-kisah kepahlawanan para leluhurnya. Ibunda Soekaro pun meramal anaknya yang dilahirkan saat fajar menyingsing itu bakal menjadi orang besar. Sang ibu yakin anak laki-laki yang dilahirkannya sesaat sebelum matahari terbit itu bakal menjadi pemimpin bagi rakyatnya. Dalam autobiografinya pula, Bung Karno bercerita bahwa ia lahir dari seorang ibu yang bernama Ida Ayu Nyoman Rimben dan seorang bapak yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Ibunda Bung Karno ialah seorang perempuan Bali dari kasta Brahmana. Darah pejuang telah terpatri di diri Soekarno. Kakek dan moyang dari sang ibunda merupakan para pejuang yang kebanyakan gugur dalam perang Puputan yang terkenal antara Kerajaan Badung dan Belanda. #harilahirsoekarno #harilahirproklamator #putrasangfajar #irsoekarno #indonesia (di Proklamator) https://www.instagram.com/p/CPySUYXNbZc/?utm_medium=tumblr