#ai #funny #7thkrump #bankrupt #sn2sg #rump #presiden #sunnight #sunnightmusic #fall #crash #broke #sunnightpop #7th #murica #bankrump #krump #jrump #usa #lol #lmao #tariffs
seen from Türkiye
seen from Italy
seen from Morocco

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Morocco
seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from United States
#ai #funny #7thkrump #bankrupt #sn2sg #rump #presiden #sunnight #sunnightmusic #fall #crash #broke #sunnightpop #7th #murica #bankrump #krump #jrump #usa #lol #lmao #tariffs
Oh, MAGA.
The election did NOT mean Trump has a mandate. It just proved our country is more gullible and stupid than we thought.
That's all.
Seems like a good time to point out the crimes of US presidents
ART BY JAEVONN HARRIS
INSTAGRAM.COM/THE__CORNER
RARE Book FOR SALE! HERE: https://www.ebay.com/itm/265410319356
Cornell Simpson 1966 Death of James Forrestal * SOD True Crime Kennedy McCarthy.
#truecrime #kennedy #mccarthy #murders #assination #mysterious #coincidences #darkforces #political #death #conspiracy #sinister #circumstances #JFK #president #secretaryofdefense #senator #USpolitics #suddendeath
President John F Kennedy, Senator Joseph R McCarthy and Forrestal true crime tie-in.
Expounds How All 3 Died in Similar Sinister Forces, Coincidences and Ironies in Both Their Lives, Sudden Deaths, True Crime examination, and investigations.
Mari merayakan sebuah pesta bukan sebuah pertarungan. Lakukan dengan sukacita bukan dengan caci maki. Setelahnya syukuri siapapun yang pemenangnya jangan lagi ada pertikaian sesama kita.
Filsafat dan Cinta
Filsafat. Sebuah kata yang menggambarkan seluruh keruwetan dalam hidup manusia. Hal-hal yang menurut orang tidak penting, menjadi sangat menarik untuk dibahas di dunia filsafat. Pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah ditanyakan, seolah terbang dan hinggap begitu mudah di kepala mereka—masyarakat filsafat.
Sampai terbentuklah anggapan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan filosofi adalah hal yang amat serius. Bahkan, orang yang belajar soal filsafat adalah mereka yang harus dianggap sebagai seorang yang ‘wah’ dan seorang yang ‘intelek’. Orang yang belajar soal filsafat tidak mungkin akan dipandang sebagai orang yang biasa saja. Mereka adalah orang-orang gila yang menghabiskan waktunya untuk mempelajari hal-hal yang bahkan ‘tidak dibutuhkan’ di dunia kerja saat ini.
Sebagai mahasiswa filsafat yang bahkan tak banyak tahu soal filsafat, saya memikul beban yang cukup membuat risih. Dihujani pertanyaan-pertanyaan aneh seputar filsafat adalah hal yang mulai menjadi biasa. Mulai dengan hal yang paling sering saya dapat, menjadi atheis. Sampai hal yang paling membuat saya terpukul, masa depan tidak jelas.
Masalah lain datang dari lingkungan akademis saya—mahasiswa filsafat. Sebagai mahasiswa filsafat memang saya tidak memiliki minat yang sangat besar untuk mengetahui segala macam teori dari ratusan tokoh filsafat. Saya lebih tertarik mendengarkan ‘cerita’ dari orang yang pernah belajar filsafat dan sekarang mengajarkannya pada kami—dosen.
Sialnya, saya jauh lebih sering membaca buku fiksi yang bertemakan cinta, dan menulis segala hal yang berkaitan dengan cinta dibandingkan soal filsafat. Sehingga apa yang saya tulis adalah hal-hal yang sederhana dalam hidup dan jauh dari keruwetan dalam penulisannya. Citra filsafat yang ruwet memang sudah menjadi hal yang mengakar pada pikiran orang-orang. Bahkan, bagi orang yang baru belajar filsafat meyakini: semakin ruwet bahasa yang ia sampaikan, semakin ‘filsafat’lah ia. Sampai filsafat menjadi sebuah status yang dapat dibanggakan. Sampai filsafat bisa menjadi alat bantu untuk membusungkan dada mereka—filsafat adalah saya.
Saya pernah sampai di titik merasa sangat rendah sebagai mahasiswa filsafat. Menulis soal cinta dan membaca soal cinta, membuat saya terasingkan dari dunia filsafat. Mungkin tidak semua warga filsafat memandang itu rendah, namun saya bisa merasakan beberapa dari kawan saya menganggap itu adalah rendah. Mengapa? Karena tadi: semakin ruwet bahasa yang disampaikan, maka semakin ‘filsafat’lah ia. Pokoknya, kalau kamu merasa orang yang belajar filsafat, bahasamu mesti kau ganti menjadi jauh lebih tinggi dan menimbulkn efek mengerutkan dahi bagi para pembacanya. Dan soal cinta, adalah soal yang paling tidak penting bagi mahasiswa filsafat. Karena cinta tak bersemayam di otak dan tak perlu banyak gunakan logika. Sementara filsafat dan logika adalah sahabat karib.
Tenggelam pada anggapan itu, saya sempat mengasingkan diri dan merasa malu menyandang gelar mahasiswa filsafat. Tulisan yang selalu melow dan terkesan cengeng menjadi soalnya. Padahal itu cuma kesan, bukan kenyataan.
Beberapa lama setelahnya saya baru menyadari, ada yang menarik dari filsafat dan cinta. Kesadaran bahwa cinta bukanlah hal yang rendah di dunia filsafat. Cinta bukan sesuatu yang asing di dunia filsafat. Cinta adalah filsafat. Dan filsafat adalah cinta.
Filsafat yang berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu: philos dan shopos, memiliki arti cinta dan kebijaksanaan. Philos adalah cinta dan shopos adalah kebijaksanaan. Filsafat secara terminologi adalah cinta kebijaksanaan. Maka cinta dan filsafat adalah satu, dan bukan hal yang rendah sama sekali. Meskipun yang menjadi catatan kemudian adalah cinta yang seperti apa yang ‘dihalalkan’ dalam filsafat.
Dalam sebuah karya ataupun dalam dunia ilmu pengetahuan, memang tidak ada yang ‘lebih baik’ dari yang lainnya. Ilmu sains tak lebih baik dari ilmu sosial, begitu pun sebaliknya. Ilmu astronomi tak lebih baik dari ilmu geologi, begitu pun sebaliknya. Ilmu filsafat tak lebih baik dari ilmu kedokteran begitu pun sebaliknya. Meski ada anggapan bahwa filsafat adalah mother of sains karena dalam sejarahnya filsafat adalah ilmu yang memiliki ‘keturunan’ yaitu ilmu-ilmu lainnya. Namun ini bukan alasanan sebuah ilmu pengetahuan lebih baik dari yang lainnya. Begitu pun dalam karya. Karya bertemakan cinta tak lebih baik dari karya bertemakan sosial, dan sebaliknya. Atau dalam cakupan lebih luas, buku soal self improvement tak juga lebih baik dari komik/novel. Semua punya porosnya, semua punya perannya. Kau mesti tahu, ada berapa banyak orang di dunia ini yang menjadi sukses dari buku fiksi percintaan? Dan ada berapa orang yang terselamatkan dari pikiran bunuh diri karena sebuah buku bertemakan cinta bukan buku bertemakan motivasi? Hidup ini misteri, manusia adalah sember misteri. Sehingga semua yang berjalan di muka bumi ini dinamis dan sulit ditebak. Maka men-generalisir sesuatu adalah hal yang tidak tepat.
Sampai kita di akhir pembahasan soal filsafat dan cinta ini. Saya hanya ingin membagikan kalimat yang sangat mainstream: setiap manusia adalah unik. Tidak ada manusia yang sama, hanya ada manusia yang mirip. Tidak ada manusia yang sempurna, hanya ada manusia yang menyempurnakan. Semua punya kelebihan dan semua punya kekurangan. Juga semua punya perannya masing-masing. Saling menghargai dan saling mengerti menjadi modal yang berharga untuk hidup tentram di dunia yang mulai tidak kondusif ini. Merasa rendah diri adalah bagian cukup penting dalam perjalan hidup manusia, karena dengan itu kita mengerti bahwa hanya di hadapan Tuhan-lah kita boleh merasa rendah diri. Di hadapan manusia, kita sama dan kita tak berhal merasa lebih tinggi.
Semoga Senin ini menjadi Senin yang membahagiakan bagi seluruh penduduk bumi dan masyarakat Indonesia. Senang bisa berbagi tulisan ini. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum.
Presiden Negara Kesultanan Republik Weslaifiyyah (NKRW)
President John F. Kennedy and First Lady Jacqueline Kennedy visit with their children, Caroline Kennedy and John F. Kennedy, Jr., in John’s nursery, following a joint birthday party for the children. White House, Washington, D.C. November 1962.