Pada tahun 1571, Parlemen Inggris mengeluarkan aturan untuk meningkatkan produksi dan perdagangan kain wol. Salah satu langkah yang dituangkan dalam aturan itu adalah setiap laki-laki berusia 6 tahun ke atas wajib memakai topi pada hari Minggu dan hari libur. Jika melanggar, dikenakan denda sebesar 0.75 Penny. Aturan ini mendorong berkembangnya topi sebagai mode. Maka, berbagai macam topi untuk pria diperkenalkan, dan menjadi semakin populer. Salah satu model topi yang digunakan orang-orang sebagai ciri khas adalah The Flat Cap (topi datar). Model yang juga disebut The Ivy Cap ini, konon, aslinya berasal dari Inggris Utara pada abad ke-14, yang awalnya disebut "bonnet". Istilah "cap" baru digunakan pada tahun 1700-an. The Ivy Cap atau Bonnet dari Inggris Utara ini dikenal dengan nama berbeda di beberapa negara, antara lain: bunnet (Skotlandia), Dai cap (Wales), paddy cap (Irlandia), cheese-cutter (Selandia Baru), dan driving cap (Amerika Serikat). Topi ini identik dengan kelompok terhormat non-bangsawan, lazim dikenakan oleh para borjuis, pedagang, dan orang-orang terpelajar. Topi khas akademia bernama Tudor Bonnet yang masih dipakai hingga kini di Inggris diadaptasi dari The Ivy Cap. Pada tahun 1920-an, topi model ini populer di Inggris, terutama di daerah pinggiran kota, yang menjadi simbol kelompok menengah atas pinggiran. Di Amerika Serikat, model ini juga sering dinamakan model Newboy Cap. Ternyata, sejarah topi kompleks juga ya... #topi #cap #hat #ivycap #newboy #instagrahman #bonnet (at Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B_3GXDMJWB8/?igshid=1ckt70b35g78s