JUNI
Juni tak lengkap tanpa mendengarkan song anthem "Lagunya Begini, Nadanya Begitu". Juni ini, selain tanpa emyu (sebab tak ada pertandingan) juga masih tanpa kamyu (*tsahhh).
Maaf telat untuk yang sudah lewat, yang belum kuucapkan duluan saja biar jadi yang pertama. Bagi gemini dan cancer, selamat bertambah umur dan berkurangnya usia. Serta mulia, aman, sentosa, dan kaya raya. Semoga lambungmu tak nyeri karena hantaman kopi. Walaupun banyak hal sedang terjadi, tolong dikurangi. Jika tak kuat, minum saja jus alpukat. Aku suka soalnya hahaha.
Kata Pak Sapardi, hidup adalah doa yang panjang. Maka bertahan juga adalah doa. Sedih adalah doa. Senang adalah doa. Semua adalah doa. Doa sendiri, justru sejatinya bukan doa. Sebab kebanyakan adalah pemaksaan. Biarlah doa muncul dengan sendirinya. Dari kita-kita yang tak pernah kenal lelah berusaha.
Itu sebabnya, konon Sayyidina Ali r.a. selalu bersyukur atas segala doa yang Allah “tolak”. Para sahabat yang merasa heran bertanya, “Wahai Ali, kenapa engkau justru bersyukur atas apa yang tidak Allah kabulkan?”
Dengan tersenyum Sayyidina Ali r.a menjawab, “Bagaimana mungkin saya tidak bersyukur sementara dengan tidak dikabulkannya doa, itu pertanda bahwa Allah tengah menyelamatkanku dari musibah yang jauh lebih besar?”
Semoga Juni ini lebih banyak alhamdulillah dibanding walahdalah.
Aku ingin menutup tulisan ini dengan lagu Jason Ranti yang lain:
Wahai pemerintah Kalau bisa jangan sombong Ingat di atas langit Masih ada bisnisman Dan di atas bisnis tiada apa apa :( (Sabda Tiang Listrik)










