Tanyaku dan Jawabmu.
Biar napas ini berkelakar mengejar angin, mengalienasi di setiap tapal batas antara rendahnya yang seketika meninggi, memusar satu, menggumpal, hingga tersegregasi dalam bulir yang tumpah di permukaan alamat, rindu ini tetap belum usai. Lantas, bagaimana? Tanyaku. Hanya doa, maka rindu selesai dalam ikhlas. Jawabmu.










