Mengapa saat hujan aku selalu ingat dia, padahal kami tak pernah punya kenangan apapun dengan hujan kan?
Pertanyaan ku pada ingatan
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Algeria

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Chile
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States
seen from Spain
seen from Australia
seen from United States
seen from Germany
Mengapa saat hujan aku selalu ingat dia, padahal kami tak pernah punya kenangan apapun dengan hujan kan?
Pertanyaan ku pada ingatan
Apa yang mereka lihat selalu sama? Selalu dari segi fisik dan kecantikan? Jika tidak, lalu kenapa yang selalu kulihat dan kutemui seperti itu? Adakah diantara mereka yang melihat dari segi keindahan hati, ketulusan, ataupun kemurnian? Apa memang semua laki-laki sama? Ataukah aku yang terlihat membangun tembok besar mengelilingi diriku sendiri? Adakah kemungkinan lain? Manakah yang benar?
Tanyaku dan Jawabmu.
Biar napas ini berkelakar mengejar angin, mengalienasi di setiap tapal batas antara rendahnya yang seketika meninggi, memusar satu, menggumpal, hingga tersegregasi dalam bulir yang tumpah di permukaan alamat, rindu ini tetap belum usai. Lantas, bagaimana? Tanyaku. Hanya doa, maka rindu selesai dalam ikhlas. Jawabmu.
Coffee Crush
Once upon a time our ancestors were sitting in the caves by the Matopos, and drawing their emotions on walls. Simple, effective and long lasting. Now we regard it as a primitive form of communication. But in reality they were the first emojis in human history right? Those original graphics have become artifacts. Today we use letters to form messages. But we are part of a generation that has taken this simplicity on another level. Someone noticed that we could use some key on our keyboards and figured out that we could use colons and parenthesis to express meanings. hello. :-)
So basically we returned to an idea that dates back over 500 years ago. Using symbols that resemble human emotions and objects. Essentially, they are nothing else but computerized cave drawings and the Japanese called the emojis. Well fast forward a little bit and the JAPANESE have introduced SILENT MANGA AUDITION. A manga is like the storyboard for a silent movie. Words are extremely limited, and usually rely on minimal everyday conversations. If a manga had to rely solely on words to express its story rather than the visual aspect, it would be an illustration, not a manga.
The Manga Audition is about seeking out and rewarding mangas that live up to their maximum potential. Zimbabwean TaNyaKu entered the 2014 Silent Manga Audition and was one of the 26 winners worldwide.
Tanyaku
Tanyaku pada diri, berapa banyak waktu yang aku habiskan untuk menyepi?
Tanyaku pada hati, berapa banyak cinta yang telah aku pungkiri tanpa pernah bisa aku sadari?
Tanyaku pada mimpi, berapa banyak malam yang tlah aku habiskan untuk aku tangisi?
Tanyaku pada pagi, berapa banyak mentari yang tlah aku lewati tanpa pernah aku resapi?
Tanyaku tak pernah berhenti hingga detik ini
- Dian Maria Andriani -
Semarang, 17 Juli 2014
Terkadang aku iri pada kaum lelaki. Mereka mudah sekali menyapa seseorang yang sedang dikangeninya, lalu pergi begitu saja. Kemudian setelah sekian lama mereka bertindak seperti itu lagi, tanpa pernah memikirkan bagaimana perasaan sang wanita. Sungguh, aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada dibenak mereka
Anonim
Mungkinkah
Mungkinkah kau akan tertawa? Pada tulisanku yang terus menanti cinta yang sama Mungkinkah kau akan iba? Pada setiap tulisanku tentang hati yang terluka Mungkinkah kau akan bangga? Jika suatu saat nanti mengetahui, bahwa semua tentang cinta dan rindu yang kutulis itu hanya tertuju kepadamu Mungkinkah kelak kau akan mengetahui? Jika semua yang menulis ini adalah seseorang yang begitu ingin kau cintai Mungkinkah akan muncul keberanianku, untuk memberitahumu tentang akun tumblrku ini?
Kadang yang aku anggap usaha, kamu artikan sebagai paksaan. Kapan Hati kita bertemu?
Kania dan pertanyaannya