Jendela Kaca
Jendela kaca
Tak pernah menyerah
Dinyinyir hujan
Disisir angin
Dihujat burung-burung
Yang bertengger pada legam kabel listrik
Jendela kaca
Tak pernah menyerah
Sampai tua ia percaya
Keberadaanya adalah lentera
Bagi sepasang mata dengan dunia
Milik Tuhannya
Jendela kaca
Takkan pernah menyerah
Pada musim yang bervariasi
Pada cita-cita pemiliknya
Yang belum termanifestasi
Jendela kaca
Takkan pernah menyerah
Pada bungkam rumah tua
Tempatnya ia berada
Pilihannya hanya dua
Mati tercabut nyawa
Atau hidup dengan setia
Jendela kaca
Takkan pernah menyerah
Hingga hujan tak lagi basah
Hingga angin tak lagi resah
Hingga burung-burung mati pasrah
Karena tersengat legam kabel listrik
Di depan rumah tua
Dan jendela kacanya
Semarang, 12 Mei 2017
5.38 a.m












