If Star Trek was Seinfeld, ep 1
seen from China
seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Italy
seen from Canada

seen from Netherlands
seen from Germany
seen from Türkiye
seen from Australia
seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Indonesia
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from China
seen from Yemen
seen from United Kingdom
If Star Trek was Seinfeld, ep 1
Beberapa tahun belakangan kita selalu dicecoki oleh asumsi bahwa Marx sudah ketinggalan zaman. Rezim-rezim Marxis sudah hancur berantakan, dan bersamanya runtuh pulasemua keinginan untuk membaca Marx secara serius. Runtuhnya tembok Berlin menghasilkan gema simbolik luar biasa: ia menjadi tanda bagi keturunan Marx, sekaligus (ilmu) politik dan ekonomi Marxis. Di buku ini, Jonathan Wolff berpendapat bahwa bagaimanapun juga, Marx tetaplah pengkritik paling dahsyat yang pemah kita miliki, khususnya jika berkaitan dengan masyarakat borjuis, kapitalis, dan liberal. Ia juga menunjukkan bahwa keagungan 'para pemikir besar' bukan hanya didasarkan pada kebenaran teori-teori besar mereka, tapi juga pada sifat-sifat lain seperti orisinalitas, ketajaman, dan sistematika pandangan mereka. Dengan kriteria ini, Marx masih tetap seorang pemikir yang kaya untuk dibaca. Jonathan Wolff, Mengapa Masih Relevan Membaca Marx Hari Ini?, Yogyakarta, Narasi, 2022, 179 hlm, 68.000 #JonathanWolff #MengapaMasihRelevanMembacaMarxHariIni #PenerbitNarasi (di Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/CjHxC3pB7wg/?igshid=NGJjMDIxMWI=