"Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana, ajining awak saka tumindhak." (Peribahasa Jawa). Yang artinya "berharganya seseorang dari perkataan, berharganya tubuh dari yang dikenakan, berharganya tubuh (juga) dari yang dilakukan. . . ---------- Ps: Di saat era modernisasi bahkan post-modernisasi yang mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia serba canggih dan maju, sementara kearifan budaya lokal di bumi Nusantara khususnya Jawa mulai tergerus, terpinggir, termarginal, luntur, dan terancam hilang. Kaum muda-mudi mulai krisis identitas suku bangsanya dan bangga meniru (dalam hal negatif). . . Hal ini jelas menjadi masalah degradasi moral generasi muda. Moral pemuda hari ini tidak sebaik pemuda jaman sebelum atau setelah kemerdekaan. Kita dijajah oleh sistem kolonisme modern melalui cyber atau teknologi. Contoh nyata dampaknya adalah pada lisan, busana, tindakan (perilaku) yang semakin menyimpang. Maka kita perlu menyadari hal ini dan memfilterisasi dengan baik mana yang perlu ditiru dari budaya bangsa lain. . . Aku ingin bertahan sebagai sisa-sisa pemuda semilitan "Jong Java Bond" yang peduli terhadap identitas suku bangsa Jawa dan bangsa Indonesia. Serta menjaga aset budaya lokal daerah lain. . . Dan aku ingin meneladani guru bangsa seperti Haji Oemar Said Tjokroaminoto yang melahirkan pemimpin-pemimpin hebat seperti Ir. Soekarno, Kartosuwirjo, dan Semaun. Dengan menjadi guru atau pendidik maka berarti turun tangan merawat generasi Indonesia mendatang. Karena guru adalah akronim dari digugu lan ditiru. Kampus IV FKIP UNS, 22 April 2016 H+1 peringatan Hari Kartini #peribahasajawa #jawa #javanese #harikartini #pendidikan #pendidik #gurubangsa #inspirasi #jongjavabond











