Tight hug of “pls don’t drop me”
seen from South Korea
seen from United States

seen from United States

seen from Ukraine

seen from Kenya
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from South Africa
seen from United States

seen from Brazil
seen from Russia
seen from Russia
Tight hug of “pls don’t drop me”
When did u beef up so much?
OC Drabble challenge #7
7. “I don’t understand.”
Pikkasen hipit vanhemmat
Onpas ollu kiva ettii vanhoja mopokuvia albumista, kun sieltä samalla on löytyny muitaki kuvia mitkä on jo unohtunu tai olis syytä unohtaa ;)
Kuten tämä missä pikkasen hipit vanhemmat on Järjenpään puistobluesissa. Onneks punaviinipullo ei näy kuvassa, kun siin on lapsiaki mukana. Mut aatelkaas! enne sai mennä punkkupullon kans festareille, ei tarvinnu salakuljettaa….
[singlepic id=7655 w=320…
View On WordPress
Rp.45.000 untuk saya, dan Rp.5000 untuk anaknya pak Gimin. *harga sebuah keadilan.
Cerita ini sungguh menginspirasi saya. Untuk mentertawakan keadilan. Belasan jurnal-jurnil 2005 memutuskan untuk merebus segala beban kami beberapa hari belakangan dengan menceburkan diri ke Sariater. Hangatnya membuat otak jadi tenang. selesai sekitar pukul 4 pagi, lalu mobil2 kami meluncur pulang. saat itu pukul 06.05 pagi, saat saya membelokkan mobil ke jl. Buah Batu, menuju tol cileunyi dan pulang. tiba-tiba mobil rekan egir yang ada di depan saya berhenti. setelah melongok, ternyata mobilnya di stop polisi. ternyata kami ditilang, karena peraturannya, pada hari kerja (padahal hari itu sabtu) mobil tidak boleh melintasi jalan itu sejak pukul 6 sampai 8 pagi. entah kenapa si polisi itu tidak memperingatkan dari depan jalan, tapi memberhentikan di tengah jalan, dan mengangetkan kami. pak polisi bersikeras meminggirkan mobil kami. okelah, kami ditilang oleh pak polisi. teman-teman, ingat ya, namanya JUHANA, ada di POLSEK LENGKONG. saya dan rekan egir digiring ke polsek oleh pak JUHANA. JUHANA: udah, kalian ke kantor aja, kita selesaikan disana. Egir tidak mau menurut, saya males bertele-tele, lalu saya simpan dompet, handphone dan menyelipkan uang Rp.50.000 di saku celana saya, untuk berjaga-jaga. saya mengajak egir untuk ke kantor. Egir: nyet, polisi sekarang mah udah gak mau dibayar tau.. Teguh: yaudah, pokoknya setai-tainya kita di sana, gw cm bawa gocap nyet. Egir: sip-sip. pembicaraan itu kami lakukan sepanjang jalan ke kantor polsek Lengkong. sesampainya di sana, kami digiring masuk ruangan kotak, kecil, dengan sebuah komputer butut, sebuah sofa dan meja kayu. JUHANA: adik2 ini mau kemana? Egir: (ngarang) balik ke Jakarta pak, makanya, repot kalo mesti sidang di Bandung lagi pak JUHANA: wah, gak bisa gitu, kan kami ini polisi, kami ini harus BLABLABLABLABLABLABLABLABLABLABLABLA. saya mau membantu adik, tapi nominalnya harus sesuai untuk pertanggungjawaban saya ke pengadilan. hmmmm, dia sudah membuka jalan untuk DISOGOK. Saya: wah, memangnya ada pasalnya pak, kita bisa lihat? biar saya tahu nominal denda yang harus kami bayar JUHANA: wah, peraturan ini tidak tertulis dik, jadi nominalnya juga tidak pasti *dalam hati saya berteriak ngegrowl sambil jambak-jambak rambut mana ada peraturan yang tidak tertulis, lalu nominal dendanya dikarang sendiri sama polisinya! FUCK. Saya: wah, berarti bapak yang buat sendiri angkanya pak? (tanya saya memancing) JUHANA : iya dik, dan sama seperti di pengadilan, perilaku adik bisa menentukan berapa dendanya, kalau adik sopan sama saya mungkin bisa jadi berubah angkanya. Saya: memang berapa sih pak? JUHANA: Hmmmm, 45ribu tuh pak. lalu saya menjelaskan dengan panjang, melobi dan mengatakan kami hanya punya 50ribu perak untuk dua mobil. sumpah, penjelasan saya itu panjang lebar dan komperehnsif. sudah termasuk minta maaf dan mengakui kesalahan. JUHANA: yaaaa, saya mau membantu adik, tapi cuma segitu nominalnya yang bisa membuat saya bisa bertanggung jawab ke pengadilan. FUCK. saya kembali melobi dengan lanjang lebar. Egir tiba-tiba bilang; Egir: yaudah, saya urusin kepengadilan aja pak, biar bapak saya yang urus. *lalu akhirnya saya memutuskan untuk membayar 45ribu saja, dan masalah selesai. saya menyodorkan uang 50ribu, dan dia berkata: JUHANA: wah, saya tidak mau terima uang lebih pak, itu lima ribunya bukan hak saya. Saya: yaudah pak, biar gampang, saya juga gak ada pecahan uang. JUHANA: gak, sori, uang itu bukan hak saya. sumpah saya berang. orang ini udah membuka wacana sogok menyogok, tapi masih bawel masalah hak. kontol. akhirnya dia mencari kembalian 5ribu. niat banget disogoknya pak JUHANA. masalah saya selesai. saya keluar ruangan busuk itu dan giliran egir yang mengurusi masalah. agak lama saya menunggu. sesekali saya mengintip ke dalam . mereka malah ketawa-ketawa. saya bingung, menerka-nerka dan ingin tahu. tapi saya udah males banget masuk. akhirnya egir keluar, tangannya menjulur ke saya, sambil senyam senyum dan meminta kembalian 5ribu yang diberikan JUHANA. saya beri, dia masuk ke dalam ruangan sebentar dan keluar lagi. ditangannya sudah ada sim yang tadinya disita JUHANA. sumapah saaya bingung. Saya: Gir, le udah? Egir: udah lah Saya: gimana caranya?? lalu dia menceritakan kronologisnya. kira-kira begini situasi pembicaraannya: Egir: Pak, saya anak polisi JUHANA: oia? siapa nama bapak kamu? Egir : Gimin pak. JUHANA: hooo, dimana? Egir: Semanggi pak, bapak saya Kajun. JUHANA: ooooo,bilang dong daritadi dik. singkat cerita, karena Alasan Egir itu, dia hanya harus membayar uang rokok, dan uang rokok itu hanya sejumlah 5ribu, dan dia dapatkan dari kembalian saya. saya tidak habis pikir, kami ditilang dengan masalah yang sama, dan saya haru s membayar jauh lebih mahal, karena Egir mengaku anak polisi, dan EGIR BOHONG. setelah kami berdua mau mengambil mobil, datang mas2 yang ikut ditilang bersama kami, dan dia hanya habis 15 ribu saja. hehehhe, selamat pak JUHANA, beberapa hari lagi nama bapak dan polsek LENGKONG akan tertera di berbagai surat kabar, karena saya tidak akan menyia-nyiakan kejadian ini, membuang 45ribu saya tanpa membuat sebuah surat pembaca. di surat pembaca itu saya akan bercerita tentang kisah pagi ini, kisah penyogokan saya dan egir yang berujung kepada postingan saya ini. biar publik yang menilai kejadian ini. saat kesalahan saya dan egir sama, tetapi saya habis 45 ribu dan egir 5ribu, hanya karena dia mengaku anak polisi. mungkin kisah seru ini akan ditindak lanjuti dengan pemecatan bapak, atau hal lain yang lebih seru. God bless mass media and fuck indonesian police.