Ini cerita berdasarkan pengalaman Aki 01 ya, Aki 02 juga ada perspektif soal ini. Sama-sama kejeblus soalnya hahaha FML. Pengalaman ini tidak ada yang dilebihkan atau dikurangi. Malah aku merasa bukti ngga cukup cuma upload segini doang.
Diawali aku sering ya komen di akun-akun berbau Honda Supra. “Eh kok sama sih kayak yang aku alami” komenlah aku disitu. Sering? Lumayan. Terus nemu akun yang ngajari self-healing, inner peace *here we go*, etc.Mulai tanya-tanya soal pengembangan diri dan jadi lebih baik *taunya kejeblus kan lu*
Waktu itu aku dibilangin sepupu out of blue, beneran tiba-tiba ngehubungin cuma mau bilang; “kamu tuh ngapain sama orang kenapa sampe dipelet segala?” Aku kaget? Iyalah. Kalau nanya kenapa aku ngga sadar dipelet, ini tuh kedua kalinya. Yang pertama rebes sendiri dibikin kucing kesayangan akuh 💋. Nah yang kedua aku beneran ngga ngerasa dan beneran ngga tau kalau si sepupu tadi ngga bilangin. Disclaimer Aku ngga punya ya ilmu atau pengetahuan apapun soal pelet/santet. Panik coy. Aku disuruh tungguin dia atau gimana, karena ngga sabar aku malah minta tolong ke salah satu akun inner peace tadi 🤡. Bener. Berbayar? Tentu. Do i need to put the receipt here?
Kelar. Katanya sih.. *soalnya berbulan bulan kemudian aku nanya ke pasangannya jawabannya masih ada 🤡*. Setelah urusan pertama ini selesai aku mulai percaya nih *pdhl belum kelar yesh*. Makin seringlah tanya-tanya. Aku udah terbiasa sama yang namanya jurig, sering mimpi aneh juga sampe “jalan-jalan”. Ngga keitung dan anehnya ekstrim. Mulai dari yang paling wow sampe ke iyeuh. Curhat lah aku dengan si mbaknya. Tau jawabannya dia apa waktu aku bilang aku sering mimpi jadi cewe? Mimpi jadi orang lain yang sama sekali ngga kukenal even tempatnya pun mbuh dimana?
Dikasih tau kalau lo itu reinkarnasi dewi (awalnya, makin ke tengah katanya bukan reinkarnasi tapi dewanya didiri lo. Ngga konsisten? Tentu. Memang itu cirinya. Tyda konsisten). Its not like i’m not believe in reincarnation or something like that. Sebelum ketemu mbaknya, aku sudah pernah bertanya ke beberapa orang yang aku dan orang-orang tau memang mumpuni soal mimpiku. Ada 4 orang sebelum mbaknya yang kutanyai hal yang sama dan mereka semua menjawab hal yang sama. Mereka tidak saling kenal, berada dikota berbeda. Tidak punya hubungan apapun, ngga saling tanya dulu sebelum menjawab *ohok* Bahkan salah satunya bule wkwkwk. Jawaban mbaknya nyasar entah kemana, jauh berbeda dibanding 4 orang tadi. Begitu dikasih tau dia “oho.. hah? ho..”. Ooh belum berhenti sampai situ ferguso. Selanjutnya diajak gabung ke grup perdewa-dewian di WA. Anjer dewa pake WA. Disinilah kegilaan itu dimulai.
Mau tau isi wa nya? Awalnya doang aja ya biar misterius gichu.
Ini welcome message-nya. Poof! Mind blow on? Banget. Iya iya banget lah udah kayak grup Role Play tapi ini dewa dewi segala pantheon bergabung jadi satu. Ini leadernya tau dewa mana kemana gimana? Hasil dari data turun, dari tarotan. Kegiatannya? Bacot. Kirim paket. Test drive. Test drivenya? Sering ngaco. Beberapa kali memang seperti ada makhluk yang muncul, but in the end its just kind of illussion? Dibeberapa kesempatan aku juga mengarang cerita untuk memastikan “bener ngga nih”. Contohnya, aku mengaku mimpi atau cerita didatengin sesosok bla bla dan kusebutin namanya, dijawab si mbaknya “Iya memang bener” Tetot. You fell right into my trap. Sering sekali aku mengada-ada dan semuanya di iyakan. Kadang bingung takutku jadi gila pula aku lama-lama disini.
Some people just don’t get that blessings tapi disini dibilang SPECIAL *telor 3*. Gaya-gayaan kirim paket. Sedang yang memang “berisi”pun banyakan hiperbolanya. Kebanyakan isinya 90% mentally unstable. Pasti ada history ke psikolog *including me*. Bahas soal dewa dewi di masa lampau dan dikaitin ke diri masing-masing. Pokoknya kayak role playing. Anehnya, memang seperti ada suara didalam kepala. Rame banget.
Sampai pada akhirnya grupnya pecah. Salah satu pillar (katanya) membelot. Yang anak twitter suka honda supra pasti taulah mas ini yang mana. Mas mas yang nyomot twitku pas bahas cult di akunnya. Yang dimusuhi grup ini sampai di “pemberitahuan” grup itu dibilang dia enemy. Dibilang lah si masnya ini reinkarnasi Perseus lah apalah, vessel kosong lah, pokoknya macem macem.
Merusak pikiran orang lain, menyerang kami, masuk ke meditative state kami. Ini taunya dari mana? “Data turun” biasanya kocok kartu tarot 🤡. “Allright. so we are branding someone as an enemy by tarot. ok.”. Grup ini juga merekrut orang orang yang dianggap spesial (padahal sebenarnya need professional help). Lalu seenak jidat nge-brand seseorang. Misalnya saja, grup ini tuh waktu itu udah mau merekrut pacar mas nya, yang katanya dewi Egypt (padahal Norse) tp ngga jadi karena mbaknya keburu deket masnya. Pokoknya grup ini kerjanya judging orang di twitter bilangin dia ini itu apalagi kalau yang sosoan indovision juga. Membuat membernya memusuhi atau pun bad thinking ke seseorang cuma karena si leader tadi narot dan bilang ABC.Salah satunya adalah anak dari grup semedi 1111 yang putar kemudi kapal wohoo jadi main tarot juga. Habis-habisan disindir, dikatain di grup. Bahkan aku dan Aki 02 tuh dan 2 temen kami diundang dalam grup lain yang isinya 2 pillars. Pillar pillar ini apa sih? Sebutan mereka bagi 3 orang yang dianggap paling kuat. Salah satunya si malaikat tadi ohok. Didalam grup dalam grup tadi pembahasan lebih “mendalam”. Termasuk judging orang.
Aku sering minta tolong apalagi urusan keponakanku yang sayang sekali merupakan golongan Indovision. Kok sayang sekali? Bagiku memiliki hal ini apalagi bawaan bukan merupakan hal yang membahagiakan apalagi dibanggakan. She can’t sleep, can’t play, can’t eat. Setiap saat menangis karena melihat dan digangguin terus. Aku minta tolong mereka mulai dari as friends sampai berbayar. Ada hasilnya? Ngga. Yang bantuin keponakanku adalah temen kakakku dan aku harus selalu menjaga dia. Jadi bisa disimpulkan, sejauh mana kebohongan dan kekecewaan padahal sangat berharap dibantu. Ada jasa ada imbalan, Imbalan sesuai tapi jasa ngga itu menghasilkan apa? Ini dari sisi sebagi customer yak.
Balik lagi, Pokoknya rata-rata akun supra dan yang narot daaaan yang semedian 1111 uda dikatain habis-habisan. Padahal membernya sepertiku dan Aki 02 juga ngga kenal secara pribadi tapi berakhir jadi ngga suka. Skeptis. Sampe ada momen dimana kata si leader kami tuh lagi war sama kubu si masnya. Jadi membenci tanpa alasan. Sindir-sindiran. Tiba-tiba pas masih dikantor, kami katanya lagi diserang! Masnya dan temen-temennya termasuk yang penari dan kucing-kucing itu dibilangin nyerang kami. Kocak memang. Ini nyeritain begini yang ada aku malu. Sebenarnya yang mulai siapa, yang terlibat siapa, yang ngadu domba siapa. Malu kalau inget maumaunya di adu domba. Terlibat perang personal sebenarnya. Ngga sejalan kenapa harus membranding dan menyerang org lain terus bilang itu mereka yang mulai. Menyerang orang lain tanpa kejelasan. Seenaknya bilang abc padahal salah.
Aku gabung digrup ini September sampe November. Berakhir karena mikir “ini udah ngga bener”. Tau komentar kucing? “YA LO AJA BEGO”. Oke sip.
Gimana tuh bisa sadar? Langsung memilih stop? I dunno, me personally just turn around. Tambah lagi aku bukan tipe orang yang asal menelan apa yang disuapkan padaku. Kecurigaan selalu ada dan aku mulai mengumpulkan kecurigaan dari awal sampai suatu hari aku mikir ini udah ngga beres. Banget. Apalagi drama waktu aku ke Malang *Ini kalau diceritain bisa panjang banget anjer*. Mau aku ceritain isi kepalaku waktu di Malang? Next post. Mulai dari drama itu aku cross check beberapa hal ke berbagai pihak. Ngga cuma mendengarkan satu pihak. Termasuk bertanya langsung ke si mas yang dituduh pembelot tadi. Bertanya sama Dia, yang dijawab oleh beberapa pertanda dan jawaban dari si kucing sebagai perantara-Nya. Menanyai teman-temanku termasuk Aki 02. Then i have my conclusion.
Keluarlah aku dari grup tadi. Merasa perlu ketenangan dan kejernihan kepala. I feel lost. Rasanya tuh kayak, “you’ve been hypnotised all this time”. Pelan pelan i regain my insanity. Suara suara didalam kepala yang tadinya penuh, kalau kata si leader itu suara para dewa, hilang. Aku juga bukan orang yang religius, tapi beneran, Dia lah pemilik kekuatan terbesar yang ngga bisa dipalsukan siapapun. You’ll know its Him. Cuma Dia jadi benang penuntun balik ke normal (if its called normal tho).
Duniaku jadi jauh lebih baik. Ngga ada suara suara riuh dikepala. Less drama. Ya gimana ngga pusing dramanya kelas dewa. Udah cukup lah hidupku seperti sebelumnya, Jurig dan mimpi sampe AP doang aja ngga usah sampe jadi dewa dewi. asdfghjkl.
Siapa aja membernya? Almost all those special people you know on Twitter. Mulai dari yang Innerpeace, narot, pawang cuaca. Tapi itu yang waktu aku masih disitu ya, sekarang ngga tau uda siapa aja since there so many of them muncul pop pop sana sini macam panu. Fake tapi roaring 🥰. Satu lagi. Kalau punya kelebihan dikasih Dia, kenapa menggunakan tarif buat membantu orang lain? Oiya lupa grup ini ngga mengajarkan Dia yang satu.
Narot dengan tarif. Membantu orang dengan tarif. Menggunakan gift sebagai ladang cuan. Sementara orang orang yang diberi hal spesial itu biasanya lebih memilih sembunyi, membantu tanpa pamrih, bahkan tanpa ybs perlu tau. Kalaupun memang jalannya dia harus dispotlight pasti nampaklah yang mana yang fake mana yang asli. Atau asli tapi dipaksakan(?). Yang baru 2 bulan gabung, ngga bisa liat jurig, ngga tau kalau lagi kukerjain, tau tau bisa ngontrol cuaca. Tau tau jadi pengusit setan. Sembah sujud pada gusti kanjeng 🥂 Aduh takut nanti dikirimin puting beliung :(
Oh yeah karena dia pacar Zeus jadi ngga usah takut ya bacot sana sini, di grup sana baik budi nan abcd di grup ini indovision kelas tinggi. Nyeritain grupnya abcd disana beda disini beda. Bini ZEUS nih Ra takot! Okesip.
Jadi mereka semua fake? Ngga semua, cuma 3-4 orang yang beneran bisa. Selebihnya? Karbitan atau uda tersugesti. Yang lucu adalah setiap mereka gabung langsung belajar dan beli tarot. Setelah itu bikin iklan dan pasang tarif. Aku kasihan sama orang orang yang buang duit ke nasehat berputar yang sebenarnya kalian uda tau jawabannya tapi sama dia cuma diputar putar dan kalian dibuat jadi penasaran. Padahal narot ngga segampang baca bukunya, tau kartunya doang. I feel its not fair for those who are really able to do it. Yang memang belajar bener bener belajar. yang memang mengolah energinya dan menyalurkannya lewat tarot buat menangkap pesan semesta *now you know*. Kenyataannya? Yang profesional ini ketutupan sama yang karbitan.Yang gabung di grup halu-halu bandung ini, beli tarot di book depository, baca dan langsung jual jasa.
aku masih memiliki semua percakapan dari awal sampe akhir. I don’t tell lies and if i ever tell lies i would be damned. Percakapan waktu aku menanyai semua pihak, receipts, semuanya masih ada.
Untuk apa sih kau buat-buat kayak gini?
I’m just sick of these people. Aku ngga mau ada orang yang kejeblus lagi. Just get back to Him. Apapun agamamu atau kalau pun belum menemukannya, find Him. Dia yang entah siapa nantinya kau panggil. Dia yang satu. There is no shortcut in this life. That thing you called privilege is something we, who already own it for long time, didn’t ask for. Yeah, we agreed to have it back then in Lauhul Mahfuzh. But, dude. it aint for seeking money, validation, or power. Aku tau dibilang spesial, dibilang beda dari orang kebanyakan makanya kamu ngga klop sama society lebih melegakan daripada harus mencari jati diri sendiri apalagi divonis sama psikiater kamu memerlukan treatment. But, take it. Face your problems. Percaya sama dirimu sendiri dan kemampuanmu. Jangan kepo, jangan ikut-ikutan biar keren, mencari pembenaran sikapmu yang salah dengan berlinding dibalik tirai “different from society”. Wiseman never says he is. Membagi berita atau pengetahuan yang bukan konsumsi publik supaya apa? Keren? Ada memang yang dikasih mandat buat jalan di spotlight. But, come on. Jalani kehidupanmu, kerjakan pekerjaanmu, hidup yang normal apa semembosankan itu? “Pengin dibuka mata batinnya” Supaya apa Jamilah? Emang kamu siap? Emang kau tau konsekuensinya? Apa kamu pikir itu sekedar lihat jurig dan tau isi kepala orang? Kamu pikir semenyenangkan itu punya hal itu? Yang paling penting, emangnya badanmu, vesselmu itu siap menampungnya? Kamu ngga dikasih dari awal ya berarti memang bukan untukmu. Vesselmu ngga disiapkan untuk itu. Ibarat sarung hape, kamu itu sarung Vi*o tapi pengin diisi sama Iphone 11 pro, Max pula. Kalau kamu memang dari awal uda Indovision ngga akan kamu ngebacot, jual jasa, berbagi cerita yang belum tentu benar seenak itu ke publik, sampai seniat itu jadi salah satunya. Seenaknya klaim ini itu. Kamu akan tau rasanya susah buat hidup normal and you will pray for it every second. Ngga ada namanya hidup tenang. Mentally Physically challenged setiap hari. Sejak bayi. Ada temanku yang ngga kuat batinnya padahal sejak kecil dan karena ngga ada dukungan dari keluarga, dibilang gila dibilang aneh malah diobati ini itu, dia sekarang “geser”. I met him when i have training in Malang. Pertanyaan dia padaku cuma; “Mba kenapa bisa tahan sama semua ini?” Aku ngga jawab apapun. Cuma senyum. Entah karena memang aku terlalu keras kepala, keras hati. But here i am.
Ketemu Aki 02 juga disini, dia udah gabung duluan. Satu hal baik yang terjadi setelah semua kegilaan ini adalah aku ketemu dia dan satu lagi temanku Mrs Cavill, yang paham situasi dan kondisi. Tebak tebak buah manggis dia dewa apaan. Capcipcup kembang kuncup jadi apa prok prok prok!