Terimakasih, Abang!
Hari ini berjalan cukup baik. Emosi Abang dan Bunda cukup terkendali. Abang juga mudah diajak kerjasama setelah beberapa hari sebelumnya benar-benar menguji emosi Bunda.
2 bulan lagi Abang menginjak 3 tahun. Beberapa hari terakhir terasa sekali perkembangan yang berbeda dan menguras emosi. Abang susah sekali diajak kerjasama, selalu menolak dan berkata 'tidak mau'. Melakukan negosiasi juga tidak mempan. Ah benar-benar sangat menguji. Aku belum mencari tahu kembali apakah memang fase perkembangannya demikian. Aku hanya berusaha untuk tetap sabar, mengelola emosi, mencoba negosiasi dengan berbagai cara dan menurunkan egoku. Terkadang aku juga khawatir jika keinginan Abang tidak sesuai dengan harapanku maka aku akan sangat marah. Aku khawatir jika kemarahan itu hadir hanya karena egoku yang apa-apa harus sesuai. Maka tak jarang aku memaksa otakku untuk berpikir logis agar tidak ada perilaku reaktif ke anak jika rasa marah itu hadir.
Dan hari ini, alhamdulillah Abang mau diajak kerjasama dan negoisasi. Ketika dimintai bantuan Abang mau melakukannya meskipun tidak langsung dan harus negosiasi. Tidak ada teriakan tidak mau. Ketika diminta untuk membereskan mainan juga dilakukan. Sampai pada suatu ketika ada yang membuatku merasa terharu.
Sore hari ketika aku menyiapkan makan malam untuk Abang dan Adik, tiba-tiba Abang berkata, "Makasih Bunda udah masak telur ceplok." Beberapa detik kemudian disusul, "Makasih Bunda udah bikin nasi, udah bikin sayur, udah potongin telur Abang." Sederhana tapi buatku terharu. Pertama, Abang mampu mengucapkan terimakasih tanpa arahan dari siapapun. 4 kata ajaib itu memang sudah kami biasakan sejak awal. Kadang Abang bisa mengucapkan sendiri, tapi beberapa kali juga kami dikte. Kedua, Abang tahu dan paham terimakasih karena apa. Abang borong dan sebut semuanya. Bunda sudah masak nasi, sayur, telur, bahkan sampai potongin telur. Lalu kujawab, "Iya sama-sama Abang, terimakasih juga ya Abang."
Ketika suami pulang, kuceritakan padanya perkembangan baik anak kami ini. Mudah-mudahan kami termasuk orang yang pandai bersyukur kepada yang Kuasa dan ringan dalam berterimakasih kepada sesama.











