Jurnal Jo: Online Pada saat aku duduk di bangku SMP, teknologi belum secanggih hari ini. Gadget yang kumiliki aja saat itu Nokia 1700 yang ada ring tone lagu Radja. Boro-boro bisa main-main di sosial media, aplikasi kamera aja enggak ada 😁 . Adanya seri Jurnal Jo ini bikin aku seperti terlempar kembali ke masa menengah pertama dengan tambahan banyak warna. Buku pertamanya aku baca pada saat di tahun pertama perkuliahan dan efek flashbacknya begitu luar biasa. Sedangkan Jurnal Jo: Online ini aku baca bertahun tahun setelahnya tapi sensasinya enggak jauh beda. . Jurnal Jo: online ditulis oleh Ken Terate, diterbitkan pertama kali pada tahun 2010 oleh Gramedia dengan jumlah halaman 224. Enggak begitu tebal tapi enggak tipis juga. . Dari sejak lembaran lembaran awal novelnya, aku seperti tiba tiba menjadi Jo yang mendapat ranking lumayan tetapi enggak cukup kuat buat jadi alat barter hp dari orang tua. Jo juga menceritakan liburan sekolahnya yang enggak ngapa ngapain tapi sering kali direcokin dua adik dan mamanya. . Atau aku yang dibuat deg degan sendiri pada saat Jo memikirkan bahwa Rajiv, si teman Jo yang super baik itu punya rasa ke Jo. Atau aku yang tiba tiba jengkel sama geng Nadine yang serba sok, sok cantik sok terkenal hehe . Hampir keseluruhan isi cerita yang Ken tulis lebih kepada kehidupan sehari hari dari sudut pandang bocah yang baru gede bernama Jo. Tapi hal itulah yang menjadi daya tariknya. Jo seperti menjadi sosok yang lebih dewasa dari teman teman sebayanya, tapi sering kali Jo masih bersifat layaknya remaja yang suka cek cok sama kedua adiknya atau Jo yang musuhan sama geng Nadine. . Ken juga seperti ingin memperlihatkan sesuatu ketika cerita Jo di puncak masalah. Bahwa sebesar apapun permasalahan yang menerpa kita, tidak ada pilihan lain selain hadapi. Toh ketika akhirnya Jo menghadapi si masalah tersebut dengan kembali menjadi wakil Nadine di acara amal antar kelas di sekolahnya, Jo telah menemukan sebuah arti kehidupan. . Tidak hanya menjadikan dia dan teman temannya bermanfaat bagi orang lain, dengan menyumbangkan buku perpustakaan dari dana amal tersebut, Jo juga merasakan kebersamaan ketika tidak ada lagi geng di kelasnya, termasuk geng Nadine karena mereka telah menjadi satu setelah acara amal itu 😉 . P. S iya aku tau ini super duber telat maafkeun kakaknya 🙏









