Jika aku menjadi Kamu
Menjadi seorang kakak aku rasa memang bukan hal yang mudah. Ada satu panutan yang harus kamu pertahankan karena siap-siap saja untuk ditiru oleh adek - adekmu
Aku memang bukan anak pertama, namun aku sangat bisa merasakan bagaimana kakak ku berpikir bahkan merasa. Banyak hal yang dilalui dan banyak pengalaman yang telah ia rekam, dia bangkit dari tadinya tidak suka berbicara menjadi suka berbicara, dan banyak hal
Tadi sewaktu kita ngobrol dikamar berdua, ada hal kecil yang membuatku selalu berpikir lagi. Jika kau menjadi kamu. Mbak adalah kakak yg pikirannya beberapa langkah didepanku, namun terkadang berpikiran agak jauh dari jalurku. Wajar kan ya adek kaka gitu, tapi untuk hal satu ini entah mengapa ia sudah bergitu paniknya dan sebegitu mikir tapi yang terburuknya.
Yaitu perihal Menikah. Well memang jarak kita terpaut 5,5 tahun, mbak memang belom menemukan pasangan yang Alloh pilih (inshaalloh secepatnya ya, tahun ini. ) dan beliau memikir mengenai Rencana menikah, maunya dirumah sajalah menhemat budget, dll.
Namun aku? Memang aku berpikir hingga kesana, ada satu impian yang ingin ku kejar juga, impian nikah kek apa. But, aku tidak memikir jeleknya, meski aku tau jeleknya kek apa tapi pikiranku aku sugesti yang BAHAGIANYA yang enak-enaknya. Tapi kenapa tidak sebegitu santainya dengannya?
Tapi ya balik lagi, semua orang, semua manusia memiliki cara berpikir masing-masing. Dan semua pasti memiliki keburukan dan kebaikan disatu sisi yang saling melengkapi. Dan semoga apa yang menjadi hal terburuk yang kau bayangkan, lelahnya menunggu dan harus membayar beberapa tahun lamanya, semoga bisa kau ambil hikmahnya
Bahwa hidup ini berputar, jika kau menghindar dari roda ini kau akan tergelincir, nikmati saja roda ini berputar jika bisa jadilah Nahkodanya untuk memutar roda ini diarah yang baik-baik dan baik selalu.
Aku sayang kamu e Mbak, Mbak satu - satunya, mbak yang kadang bawel naudzubillah tapi Rajin dan sangat Rajin ibadah. Semoga mbak tetap dalam Lindungan Alloh SWT. Aamiin :)








