Awal Cerita (bagian pertama)
Awal ceritaku bermulai dari sini
Sudah 4 tahun lebih 5 bulan akhirnya masa sebagai mahasiswa s1 di salah satu Universitas tertua di Indonesia, Universitas Islam Indonesia akan menuju titik akhir. Dan semua cerita itu berawal dari kelas B Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UII.
Sempat beberapa kali menyesali takdir setelah ditolak Universitas Negeri di Indonesia, sampai di semester 2 mencoba peruntungan ternyata masih saja sama. Tak berubah, masih saja aku duduk di salah satu sudut ruang kelas untuk mendegarkan penjelasan Bapak/Ibu dosen dari tentang sebuah mekanisme organik yang kita harus berusaha memisahkan mereka padahal tak ada yang punya salah apa-apa, sampai dengan angka-angka di kimia fisika yang akhirnya dengan sangat berat hati menerima nilai C pada daftar KHS.
hujan masih air tapi hidup harus terus mengalir.
Akhirnya jika menerima dengan lapang dada dari setiap peristiwa ternyata Allah selalu menyisipkan hikmah dalam perjalanannya. Tiada sangka bertemu dengan orang-orang yang tak hanya hebat intelektual tapi matang dalam ikhtiar serta tawakal.
Beberapa kali rutinitas laporan hanya menjadi bahan sambatan, dan akhirnya hanya ditulis juga dikerjakan sekadarnya. Lucunya, itu tak hanya saya. Beberapa kawan memiliki perasaan serupa, bahwa teman satu nasib dan satu penderitaan itu memang ada rupanya. Ini merupakan sebuah penguat dalam perjalanan, tak terkira jika tak ada orang yang sama-sama magerannya menulis laporan dan berakhir mencari peruntungan untuk tanya teman, siapa tau ada jawaban.
(ket : Untuk kasus diatas harap menjadi perhatian, jangan dilakukan terus menerus karena bersifat aditif. Selagi bisa mandiri ayo coba, Allah tak pernah menyebut sia-sia dalam sebuah usaha)
Pada akhirnya untuk menjadi penawar itu semua, berlari ke sebuah sudut ruang lembaga menjadi tempat tujuan. Belajar mengais manfaat di luar kelas sebanyak-banyaknya sekalipun sampai bosan-bosan dan menghilang, lembaga adalah rumah tempat aku kembali. Jadi yang sering kesel nyari-nyari saya dulu jangan takut aku pergi ya
Hingga pada akhirnya masa itu tiba, sebuah karya ilmiah #AgengNashrullahSkripsiApa Jilid I datang. Tak sadar rupanya kedatanganku ke dosen pembimbing termasuk dalam daftar terakhir mahasiswa yang konsultasi soal judul. Sudah telat, kemudian hilang hampir satu semester karena mendadak sok sibuk,. Dasar. Alhamdulillah dosen saya masih menerima sebagai anak bimbingannya, Terimakasih Pak Arso, Dosbing PKL dan Skripsi dabest lah.