Di Bawah
ANJING
AN JING
BANGSAT
BAJINGAN
GOBLOK
GOBLOK
GOB LOK
.
sssttt...
itu rahasia.

seen from Germany
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Yemen
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Russia
Di Bawah
ANJING
AN JING
BANGSAT
BAJINGAN
GOBLOK
GOBLOK
GOB LOK
.
sssttt...
itu rahasia.
ZODIAKMU BAWA UNTUNG ATAU BIKIN BUNTUNG?
Istilah zodiak pasti sudah tidak asing di telinga sebagian besar orang. Mulai dari siswa di Bandung sampai pedagang sayur di Amerika. Tapi in case kamu belum tahu, zodiak itu adalah lingkaran khayal di cakrawala yang dibagi menjadi dua belas tanda perbintangan, yaitu Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Itu pengertian zodiak dari Kamus Besar Bahasa Indonesia kita. Udah tau kan sekarang?
Nah, zodiak ini konon bisa menentukan dan menggambarkan banyak hal dari seorang Individu, misal karakternya, karirnya, kesehatannya, bahkan jomblo atau enggaknya. Walhasil, banyak orang yang mencoba melihat ramalan mengenai nasib dan peruntungannya dalam kehidupan melalui zodiaknya. Pengikut ramalan zodiak pun banyak macamnya, guys. Ada yang benar-benar setia nungguin ramalan mereka setiap minggunya di majalah atau stasiun radio kesayangan mereka, ada yang sekadar iseng-iseng saja, bahkan ada juga yang sampai paranoid atau nangis-nangis saat ramalan zodiaknya lagi enggak bagus.
Aprilia yang berzodiak Aquarius adalah salah satu orang yang sedang hoki-hokinya minggu ini. Siswi dari SMK Negeri 3 Bandung itu baru saja mendapat rejeki nomplok karena mendapat HP iPhone baru dari Ayahnya. “Kalau soal asmara, aku belum punya pacar sih. Tapi kalau sekarang kebetulan ada yang lagi deketin,” Ungkap Cewek penyuka warna biru muda ini.
Selain Aprilia, nasib baik juga sedang berpihak kepada Qori yang berzodiak Aries. Dirinya baru saja mendapat pacar baru setelah putus dari cowoknya. Ia juga sedang mendapat peningkatan yang positif di bidang akademik. “Pelajaran dan akademik aku lagi bagus dan meningkat. Dapat nilai tinggi-tinggi di tugas dan ulangan juga. Sekarang juga udah enggak galau karena udah dapat yang baru,” kata siswi SMA PGRI 2 Bandung ini sambil terkekeh.
Ramala zodiak atau horoskop memang digemari banyak orang. Nanisha Effendy, pakar astrologi dan tarot mengatakan pada dasarnya ketertarikan seseorang pada ramalan zodiak muncul karena tiap individu pasti ingin mengetahui apapun yang menyangkut tentang dirinya, termasuk nasib dan peruntungannya. Apalagi, jika seseorang menemukan kecocokan antara ramalan dan kenyataan yang dialaminya, kemungkinan besar ia akan kembali untuk mengetahui ramalan berikutnya.
“Remaja juga termasuk yang sering mengikuti ramalan zodiak karena di masa-masa ini mereka tengah haus mencari jati diri mereka masing-masing, dan tentunya karakteristik zodiak ini, berikut ramalannya, bisa menjadi salah satu cara bagi mereka memenuhi kebutuhan informasi itu,” ungkap Nanisha.
Walaupun sampai saat ini kebenaran mengenai ramalan zodiak atau horoskop masih dipertahankan, tak sedikit orang yang merasa isi ramalan zodiak sesuai dengan nasib mereka. Kalangan remaja sendiri biasanya membaca ramalan zodiak karena rasa ingin tahu mereka terhadap nasib mereka. Rasa kepo yang merupakan sifat alami remaja itulah yang akhirnya member dorongan terbesar. “Tapi kalau aku sendiri sih baca ramalan zodiak ya biasa aja gitu. Maksudnya ya enggak yang bener-bener percaya 100%. Kalau bener syukur kalau enggak yaudah,” ucap Qori.
Berbeda dengan Aprilia dan Qori, Akmal dan Alfa memiliki peruntungan yang kurang menggembirakan. Dua cowok dari SMA Negeri 27 Bandung ini sedang mengalami peruntungan dan kesehatan yang buruk. “Aku sekarang lagi pilek sama badannya sakit-sakit sih,” kata Akmal. Cowok yang badannya tinggi ini juga bilang ia belum punya gandengan. “Apa itu asmara, aku enggak ngerti,” imbuh berzodiak Gemini ini sambil tertawa.
Senasib dengan Akmal, minggu ini Alfa juga tidak mendapat durian runtuh atau kejutan apapun dari keluarga atau temannya. “Nilai bagus aku sih enggak ada rasanya. Kejutan juga enggak ada seminggu ini, paling terkejut si gebetan jadian sama yang lain,” kisahnya. Siswa berzodiak Libra ini bercerita dirinya baru saja gagal melakukan PDKT dengan gebetan incarannya. Walhasil, kini dia pun jomblo.
Akan tetapi, dari semuanya, yang minggu ini memiliki peruntungan paling baik adalah Widia. Siswi dari sekolah yang sama dengan Qori ini sedang banyak uang karena usaha sablonnya berlajan mulus. “Lagi banyak orderan sih dari usaha aku jadi rezeki juga adaan,” curhat cewek berzodiak Virgo ini. Selain keuangannya bagus, kesehatan dan kehidupan asmaranya juga menemui keberuntungan yang sama. “Aku Alhamdulillah baik, enggak ada gangguan flu atau kenapa-napa kayak yang lain dan sama pacar juga lancar dan udah bertahan lama banget sama doi,” tambahnya sambil tersipu. (tj1)
PENGEN CERDAS ENGGAK PERLU BELAJAR KERAS
Belajar merupakan salah satu kewajiban dan keseharian yang tidak bisa dilepaskan dari pelajar. Bahkan bisa dikatakan, hubungan kamu dengan belajar itu lebih mesra ketimbang pacarannya kamu sama dia. Coba saja pikir, kamu pasti sudah melakukan apapun demi belajar, mulai dari belajar dalam kelas atau di rumah, belajar mata pelajaran atau organisasi, sampai belajar sendiri atau bareng teman. Lha kamu sama dia, jalan aja paling cuma seminggu sekali di mall, kan?
Tapi, tidak salah jika seseorang memang mengorbankan banyak waktumu untuk belajar. Selain berfungsi untuk menambah pengetahuan, belajar juga bisa mengasah kemampuan otak seseorang dan membuat dia jadi cerdas. Alasan siswa belajar juga beragam mulai dari ingin menjadi juara kelas, pengen membanggakan orang tua, atau agar punya aset intelektual sebagai bekal sukses di masa depan.
Namun, terkadang sekeras apapun seseorang belajar, ia merasa sepertinya tidak bisa mengerti pelajarannya. Kamu mungkin juga pernah kan sudah membaca banyak buku tapi tidak ada satu pun materi yang membekas ke otakmu. Jangankan ingat pelajaran satu semester lalu, materi yang baru setengah jam lalu dibaca saja, kadang sudah lupa.
Nah kalau kamu pernah merasa demikian, maka mungkin cara belajar kamu kurang tepat. Selama ini, memang banyak pelajar di Indonesia, termasuk Bandung, yang lebih menerapkan pola belajar yang pasif, yakni hanya membaca atau mendengarkan penjelasan saja. Padahal, sebenarnya agar materi yang dipelajari mudah masuk dan tersimpan di memori seseorang tidak perlu belajar ekstra keras, melainkan ia perlu belajar secara cerdas dan efektif.
“Aku kalau belajar ya bisa lewat baca atau ngedengerin penjelasan. Tapi lebih suka lewat ngedengerin penjelasan di kelas sih. Soalnya ngerasa lebih masuk dan bisa lebih inget kalau belajar di kelas,” kata Vicky. Siswi SMA Istiqamah Bandung ini mengungkapkan dirinya memang orang yang tipe belajarnya auditory, yang berarti ia lebih mudah paham dengan mendengarkan penjelasan dari guru, teman, maupun video tutorial di internet.
Sekilas mungkin tidak ada yang berbeda antara cara belajar kamu dan Vicky. Kamu juga sama seperti dia, mendengarkan penjelasan guru di kelas. Namun, sebenarnya kunci belajar efektif seperti yang dilakuan Vicky bukan mendengarkan, guys. Kuncinya adalah mengetahui tipe belajar efektif kamu sendiri.
Setiap orang punya tipe belajar yang berbeda, mulai dari auditory, visual, dan audio-visual learning. Orang dengan tipe auditory lebih cocok belajar dengan menengarkan, tipe visual dengan melihat materi, sedangkan tipe audio-visual adalah gabungan keduanya. Untuk mengetahui tipe belajar ideal, seseorang bisa mencoba semua jenis itu dan kemudian mengevaluasi mana yang cocok dengannya.
“Buat belajar sih aku lebih suka baca buku-buku daripada ngedengerin penjelasan sih. Soalnya kalau baca buku kan aku otomatis lebih tahu tiap bagiannya dan materi mana yang mau aku pelajari. Jadi lebih cepet dan efisien waktu juga kan,” ungkap Delfia, siswi SMA Negeri 1 Jatinangor. Cewek kelas XII ini juga menganggap belajar itu lebih enak kalau fleksibel dan tida terpaku pada textbook saja. “Kan sekarang ada internet, jadi bahan belajar juga lebih banyak kayak ada materi online, video tutorial, dan macem-macem lah. Jadi tinggal dipilih aja mana yang paling nyaman,” imbuhnya.
Gilland, siswa dari SMA Negeri 22 Bandung, menambahkan bahwa saat belajar, seseorang juga perlu menciptakan suasana dan mood yang pas menurutnya sendiri. “Jujur, kadang kan aku ngerasa males untuk belajar. Nah, ngatasinnya ya dengan niat yang kuat. Aku juga suka ngebangun mood karena itu ngaruh banget buat ngejaga semangat belajar,” ujar cowok yang suka minum coklat panas untuk membangkitkan moodnya itu.
Ia juga menyarankan siswa untuk belajar dengan mengutamakan preferensinya masing-masing. “Kalau aku sih lebih suka belajar bareng-bareng. Soalnya kalau kita susah kan ada teman yang lain, jadi bisa minta bantu ngejelasin,” kata dia. (tj1)
MANFAATKAN TEKNOLOGI BUAT BELAJAR
Zaman sekarang, belajar itu tidak melulu membosankan. Seseorang bisa belajar dengan media yang saat ini sudah beragam dan interaktif. Kamu bisa bebas memilih belajar di manapun dan kapanpun kamu suka. Bisa lewat website belajar online seperti zenius atau dengan cara tradisional belajar kelompok dan berkunjung ke rumah gurumu. Semuanya bisa yang penting kamu nyaman, guys.
Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu coba supaya belajar kamu lebih seru dan enggak monoton.
- Niat dan berdoa. Kamu pasti pernah dengar ungkapan “Segala sesuatu yang dimulai dengan baik akan berjalan baik” kan? Nah, dalam kasus ini, permulaan yang baiknya ya dengan niat dan berdoa. Niatkan dengan kuat bahwa kamu ingin belajar karena tanpa niat kamu tidak akan pernah mulai. Jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan agar belajarmu dimudahkan dan lancar, seperti laju mobil di jalan bebas hambatan.
- Bikin suasana nyaman. Belajar di kondisi dan suasana yang nyaman itu sangat berpengaruh terhadap pemahaman kamu terhadap materi. Oleh karena itu, sebelum belajar, terutama kamu yang agak moody, buatlah suasana yang nyaman agar kamu bisa belajar dengan rileks dan optimal. Caranya bebas, tergantung keinginanmu, bisa dengan dengan belajar di kamar atau di café, bisa dengan ditemani cemilan, atau bisa sambil mendengarkan suara oppa favorit kamu.
- Tentukan jadwal dan durasi belajar. Belajar juga idealnya mengikuti peribahasa “Sedikit demi sedikit, lama-kelamaan menjadi bukit”, guys. Artinya, belajar itu harus dilakukan dengan perlahan dan teratur. Buatlah jadwal belajar versimu sendiri. Enggak perlu lama-lama belajarnya, satu atau setengah jam juga cukup. Asalkan dilaksanakan dengan teratur dan jangan belajar dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam.
- Terapkan metode belajar aktif. Metode belajar aktif ini, seperti namanya, merupakan metode belajar yang melibatkan banyak panca indera dan anggota tubuh kamu. Penelitan menunjukkan semakin banyak indera yang “ikut” kamu belajar, maka akan semakin mudah kamu memahami dan mengingat materi pelajaranmu.
- Belajar dengan variasi media. Di era modern seperti sekarang, teknologi sudah sangat berkembang pesat. Ada internet dan segala macam media interaktif yang bisa kamu manfaatkan untuk belajar. Jika kamu bosan baca buku, cobalah dengarkan materi melalui podcast yang ada di internet. Atau kalau kamu sudah jungkir balik tapi enggak bisa juga ngerjain soal matematika, cobalah tonton video tutorial yang banyak diunggah di youtube maupun website belajar online. Manfaatkanlah teknologi untuk mempermudah belajarmu.
- Istirahat. Setelah belajar dengan penuh fokus dan konsentrasi, kamu juga perlu istirahat loh. Jangan menyepelekan istirahat dan tidur cukup karena jika kamu tidak sehat maka belajarmu pun pasti akan tergangggu dan tidak maksimal.
PAKAI SOFTLENS BIKIN TAMPILAN LEBIH KECE
Pada tahun 2011 lalu, softlens atau lensa kontak di Indonesia pernah populer banget dan tingkat pemakaiannya sedang tinggi-tingginya. Saat itu, softlens banyak dilirik masyarakat untuk menggantikan kacamata sebagai alat bantu penglihatan karena terlihat lebih menarik, guys. Alhasil, mulai dari remaja hingga orang dewasa berlomba-lomba memakai lensa kontak supaya lebih kekinian dan terlihat mengikuti tren.
Softlens memang bentuknya bulat dan gitu-gitu aja—ya karena menyesuaikan dengan bentuk kornea mata juga kan—tapi modelnya? Tentu saja lumayan beragam. Mulai dari motifnya yang variatif sampai pada warnanya yang banyak pilihannya, mulai dari warna yang netral seperti biru dan coklat, sampai yang unik seperti hijau dan ungu. Oleh karena itulah, mau tidak mau, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pemakaian softlens bisa membuat mata kita jadi terlihat lebih indah dan mempesona.
Bahkan, sampai sekarang softlens juga masih menjadi alternatif yang sering diambil orang-orang, termasuk para remaja, buat menjadi alat bantu penglihatan sekaligus pilihan gaya. Khaira, seorang siswi dari SMA Negeri 12 Bandung mengatakan kalau ia memang suka menggunakan softlens karena cara pemakaiannya simpel dan memiliki lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan kacamata. “Softlens itu lebih enak dipakai dan enggak usah ribet pakai kacamata. Make softlens juga bikin mata kita lebih enak dilihatnya sama orang,” ucapnya sambil tertawa.
Cewek yang biasanya memakai softlens berwarna hitam atau coklat ini mengaku dirinya tidak memakai softlens setiap hari. Ia hanya memakainya saat hendak menghadiri acara tertentu, seperti saat tampil paduan suara atau saat datang ke undangan. “Keuntungan lain make softlens itu kalau foto-foto jadi lebih nyaman soalnya kan kalau pake flash suka pada mantul gitu cahayanya,” imbuh.
Selain Khaira, ada juga Salwa yang sepakat bahwa pemakaian softlens bisa mempercantik wajahnya. Siswi yang juga satu sekolah dengan Khaira ini mengungkapkan dirinya merasa tidak nyaman memakai kacamata. “Aku emang enggak pede make kacamata. Terus ngerasa lebih bagus gitu kalo pake softlens. Selain buat pengganti kacamata ya emang bisa buat penampilan biar lebih menarik sih kata aku,” ujar pelajar yang sudah mulai memakai softlens sejak kelas 9 itu.
Namun, berbeda dengan kedua siswa sebelumnya, Dessy lebih memilih memakai kacamata. Dalam pandangannya, softlens itu perawatannya lebih rumit disbanding kacamata. “Aku juga emang enggak pernah kepengen nyoba softlens juga sih. Terus make softlens juga ribet dan asa gak cocok aja buat aku,” papar siswi yang ingin masuk Fikom itu.
Terlepas dari pilihan memakai softlens atau kacamata, Salwa mengingatkan agar pemakai softlens selalu memperhatikan aturan dan keamanan penggunaannya. Walau pemakaiannya secara mandiri, ia mengingatkan sebaiknya kita selalu konsultasi terlebih dahulu dan mengganti softlens yang digunakan secara rutin. “Kalau aku periodenya biasanya kan 6 bulan gitu. Jadi kalo udah 6 bulan softlensnya ganti yang baru,” kata Khaira.
Jika ada orang yang masih ragu untuk memakai softlens, Khaira juga menyarankan agar lebih baik mencoba terlebh dulu. Tapi menurutnya jika kita memakai softlens hanya untuk alasan gaya saja, sebaiknya urungkan saja niat tersebut sebelum menjadi kebiasaan. “Kan bahaya juga kalau pake softlens terlalu sering bisa rusak matanya. Makanya kita juga harus bener-bener gitu pakenya dan jangan asal-asalan. Sebelum pake softlens, pastiin cuci tangan, telaten bersihin softlens, ganti cairannya, dan lain-lain. Detail kayak gitu penting banget diperhatiin,” paparnya. (tj1)
LIBURAN DAN MAIN BOLEH, TAPI JANGAN SAMPAI MALAM YA
Setelah lelah belajar dan berorganisasi di sekolah, remaja tentunya butuh sarana untuk melepas penat yang menumpuk. Bermain menjadi salah satu cara melepas stress dan lelah selain beristirahat atau tidur. Bermain versi remaja juga ada banyak bentuknya, mulai dari memainkan game smartphone, jalan bersama teman, nongkrong di café, hingga rekreasi ke tempat wisata. Selain bisa melepas penat, bermain juga bisa menjadi sarana untuk menyalurkan keinginan dan minat remaja serta mengembangkan otak kanannya.
Karim mengaku ia adalah salah satu orang yang suka bermain untuk melepas penat, terutama setelah sibuk melakukan kegiatan organisasi. Remaja yang bersekolah di SMA Negeri 1 Bandung ini biasanya menyempatkan untuk bermain di akhir pekan. “Kalau main biasanya sih pas weekend, kayak ke Paris Van Java (PVJ), nonton, atau ke tempat kreatif anak muda, misal art gallery gitu,” ungkap Karim.
Namun, menghabiskan waktu dengan bermain juga bukan tanpa efek samping. Jika dilakukan tanpa kontrol, bermain bisa menimbulkan konsekuensi yang negatif seperti kebablasan bermain sampai malam. Saking asyiknya bermain, Karim juga pernah sampai pulang larut malam. “Iya emang beberapa kali kadang pulang malam. Tapi aku kalau pulang malem sih enggak cuma karena main aja. Tergantung juga sama berapa lama kebutuhan saya di suatu tempat. Terutama kalau ada kegiatan atau emang lagi enjoy sama teman-teman,”ucapnya.
Selain Karim, Rafi dan Liani juga pernah terlena bermain dan pulang malam. Dua siswa dari SMA Negeri 12 Bandung ini berkata bahwa mereka tidak sering pulang malam. “Ya kalau main sih kadang pulang malam, kadang enggak. Kadang suka jadi nginep dirumah teman juga. Ya gak tentu gitu deh,” kata Rafi. Liani pun menambahkan waktu liburan sekolah seperti saat ini juga bisa membuat remaja merasa lebih bebas dan santai saat bermain, bahkan saat malam sekalipun.
Akan tetapi, ketiga remaja tersebut mengaku sudah meminta izin orangtua jika mereka hendak pulang malam. Selain itu, menurut mereka izin dari orangtua juga bisa membuat mereka tenang dan tidak terlalu terburu-buru untuk segera pulang.
Meskipun demikian, tak sedikit orangtu yang merasa khawatir jika anaknya pulang malam atau bermain saat malam. Salah satunya adalah Sri Ranti (45) yang merasa cemas jika anaknya yang saat ini duduk di kelas 11 SMA keluar rumah saat malam. “Sudah izin sekalipun, namanya orangtua saya tetap was-was lah kalau sampai jam 10 malam anak saya belum pulang juga. Apalagi kan anak yang main dan pulang malam itu kesannya jelek. Jadi walaupun anak saya cuma main ke rumah temannya, tetap saja enggak enak juga kalau dilihat tetangga,” tutur Sri.
Sri juga mengaku, akibat pulang terlalu larut otomatis anaknya akan telat tidur dan saat pagi akan lebih susah dibangunkan untuk mulai bersiap-siap ke sekolah. Karena itu, dirinya juga selalu mengingatkan anaknya agar tidak sering main dan pulang malam. “Tapi kalau diingetin gitu kadang dia juga ngerasa dibatasin. Padahal kan kita sebagai orangtua emang sayang sama anak makanya selalu nasihatin,” ujar Ibu dari 2 anak itu.
Secara alamiah, remaja memang merasa tidak suka dibatasi tapi pemberian batas terutama mengenai jam malam memang perlu dilakukan oleh orangtua demi keamanan anaknya. Tak hanya itu, jam malam juga berfungsi sebagai upaya mencegah remaja dari risiko melakukan kenakalan remaja. Dikutip dari laman psychologytoday, semakin malam remaja berada di luar rumah, semakin besar kemungkinan ia terpapar risiko kelelahan, alkohol, dan terlibat dengan orang yang melakukan pelanggaran sosial.
Oleh karena itu, agar orangtuanya tak khawatir dan berpikiran macam-macam Rafi selalu mengabari orangtuanya saat ia bermain hingga malam. “Kayak misalnya kan kalau malam minggu gitu, aku ngabarin kalau lagi ngumpul di secretariat sama teman-teman. Kan emang biasanya ngopi-ngopi sama ngobrol aja, enggak macam-macam,” kata Rafi. Rafi juga mengaku ia lebih baik izin menginap di rumah temannya agar orangtuanya tidak mencemaskan keselamatannya di jalan saat malam.
“Kalau emang sekiranya aktivitas di luar bakal sampe larut banget, aku sih pasti bakal izin nginep aja da kagok juga kalau pulang,” tambahnya. Mengenai keamanan dan risiko kenakalan remaja, Liani berpendapat bahwa satu hal yang tidak boleh diacuhkan dan bisa menjaga remaja adalah nasihat orangtua. Menurutnya, batasan dan larangan dari orangtua sebenarnya diterapkan demi kebaikan anaknya.
“Kalau kita enggak ingin diatur secara sepihak, ya harus deket ke orangtua layaknya teman, sehingga orangtua juga tahu kita itu gimana dan bakal percaya dengan apa yang kita lakuin di dalam atau di luar rumah. Setelah orangtua percaya, ya jangan sampai kita ngerusak kepercayaan itu dengan ngelakuin hal-hal negatif diluar batas wajar. Gitu,” pesan Liani. (tj1)
PASTIKAN LEWAT JALAN YANG TERANG SAAT PULANG MALAM
Terkadang karena beberapa hal, kamu terpaksa harus pulang malam dan tidak bisa menginap di rumah temanmu setelah main atau belajar bersama. Kalau kamu pulang malam secara berkelompok dengan teman-teman yang lain sih tidak terlalu jadi masalah. Kalian masih bisa saling menjaga satu sama lain. Akan tetapi, lain ceritanya kalau kamu hanya sendirian. Kondisi jalanan yang sepi saat malam dan risiko adanya pelaku kejahatan yang mengintai bisa mengancam keselamatanmu.
Oleh karena itu, jika kamu hendak pulang sendiri saat malam lakukan beberapa tips ini agar tetap aman:
- Minta jemput kerabatmu. Seberani apapun kamu untuk pulang malam sendirian, sebisa mungkin usahakan kamu menghubungi kerabatmu terlebih dahulu. Mintalah ayah, ibu, paman, atau kakakmu untuk menjemput dan menemanimu pulang. Jika tidak ada yang bisa menjemputmu, maka setiap saat berkabarlah agar mereka mengetahui di mana kamu berada.
- Berpura-puralah Menelpon. Saat kamu merasa ada yang tidak beres, cobalah untuk berpura-pura menelpon. Katakan “Iya aku sudah hampir di depan pintu rumah” atau “Lihat ke jalan, aku sudah di seberang rumahmu” agar kamu terlihat tidak sendiri dan sudah berada di tempat tujuan.
- Hindari menggunakan hal yang mengurangi kepekaan. Sebisa mungkin hindarilah menggunakan headphone karena itu akan mengurangi kepekaanmu terhadap kondisi dan suara di sekitarmu. Jika kamu memang tidak tahan dengan kondisi yang sepi, gunakan earphone di salah satu telinga dan biarkan yang lainnya tetap terbuka. Jangan pula gunakan hoodie jika tidak hujan agar jarak dan jangkauan penglihatanmu lebih lebar.
- Ikuti cahaya. Bahkan jika jarak yang harus kamu tempuh menjadi lebih jauh, sebaiknya tetaplah berjalan dengan mengikuti cahaya daripada berjalan lewat rute yang pendek tapi gelap. Kamu juga bisa berjalan di daerah yang banyak dihuni agar lebih aman dengan keberadaan orang-orang di sekitarmu.
- Berjalanlah di daerah yang familiar. Jangan coba-coba untuk mengambil rute yang tidak kamu kenali saat kamu berjalan sendiri saat malam. Pilihlah jalan dengan orang-orang yang mengenalmu, seperti tetangga, agar keselamatanmu lebih terjamin. Karena jika kamu merasakan bahaya, kamu bisa langsung menghampiri dan mengetuk pintu rumah tetanggamu.
- Jangan panik. Walaupun kamu merasa takut dan cemas, tetaplah berjalan dengan menampakkan bahwa kamu berani. Berjalanlah dengan tegak dan jangan tundukkan kepala. Dengan memasang penampilan berani, orang juga akan ragu mencari masalah denganmu karena kamu terlihat percaya diri.
- Saat darurat. Saat kamu terdesak, berjalanlah menuju ke daerah yang terlihat aman dan berteriaklah untuk meminta pertolongan. Jangan takut dan buatlah suara-suara bising agar mendapat perhatian orang-orang. (tj1)
AH! KEJADIAN MEMALUKAN ITU BISA JADI PELAJARAN KOK
Kejadian memalukan bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Entah kamu salah masuk kelas, salah orang, lupa menutup retsletting celana sampai terpeleset jatuh jalan yang licin. Kejadian memalukan ini juga bisa terjadi kerena kamu lalai, ceroboh, atau memang karena kamu anaknya bodor saja. Yang jelas, jika, apesnya, peristiwa ini sedang menimpamu biasanya orang-orang di sekitar akan refleks menertawakanmu.
“Aku pernah waktu SMP lagi bareng sama teman-teman makan di KFC Riau. Terus lagi cerita-cerita gitu sambil ngerebahin kepala di atas tangan di mejanya kan. Tiba-tiba mejanya roboh karena ada bautnya yang copot. Malu banget dilihatin dan diketawain semua orang di sana. Pokoknya benar-benar malu deh,” cerita Ghea (17).
Ghea yang merupakan seorang siswi di SMA Negeri 11 Bandung ini mengungkapkan bahwa pengalamannya itu tidak akan pernah ia lupakan saking malunya dia. Tak hanya Ghea, Silmi (19) pun pernah mengalami kejadian yang membuatnya salah tingkah di tempat umum. Dara cantik ini berkisah bahwa pernah suatu ketika ia sedang berjalan-jalan bersama gengnya di Ciwalk Bandung. Saat itu mereka hendak turun dari ke lantai bawah. Namun, alih-alih menginjakkan kakinya di escalator yang mengarah ke lantai bawah, Silmi justru menaiki escalator yang menuju ke atas.
“Entah kenapa waktu itu aku juga enggak sadar-sadar kalau itu tuh escalator ke atas dan aku terus maksain aja ngelangkah di sana. Aku malah mikir ‘Kok enggak sampai-sampai ke bawah sih’. Setelah berapa saat gitu, aku baru sadar kalau aku naik escalator yang salah,” tuturnya sambil tersipu.
Sebuah studi oleh Profesor Joshua Clegg menyatakan bahwa mayoritas orang mencari tempat di mana ia bisa bernaung dan karenanya mereka terus memikirkan apa yang orang-orang di sekitarnya pikir tentangnya. Dan saat dia mengira orang berpikir negatif tentang dirinya, baik terlihat dari cara orang memandang atau menertawakannya, ia akan merasa jatuh dan rendah.
Razy (17) pun pernah mengalami perasaan seperti ini. Perasaannya rendahnya itu bermula saat dia mengalami kejadian yang cukup memalukan di depan umum. Saat itu dirinya tengah menyampaikan pidato dalam sebuah kompetisi. Ia menyampaikan narasi pidatonya dengan gagah dan lantang. Namun, di tengah pidatonya yang membara itu, tiba-tiba ia lupa apa yang harus ia ucapkan. Jadilah teman-temannya menertawakannya.
“Saya malu banget waktu itu karena belum pernah ngalamin kejadian pidato terus nge-blank gitu. Dampak kejadian itu di psikis saya juga buruk. Saya jadi trauma untuk pidato lagi. Terus saya ikut terapi di psikolog dan konseling di sekolah dan akhirnya kepercayaan diri saya langsung pulih lagi setelah sebulanan gitu deh,” ungkap cowok yang bersekolah di SMA Negeri 18 Bandung ini.
Di saat-saat awkward seperti inilah, seseorang biasanya merasa bahwa semua orang memperhatikan dan menilai mereka. Waktu akan terasa lambat berjalan dan mulai merasakan ketidaknyamanan yang melanda dirinya. Saat itu, secara refleks mungkin kamu akan berusaha menutupi rasa canggungmu dengan berbuat sesuatu, tapi hasilnya justru akan makin membuatmu terlihat kikuk.
“Saat aku sadar aku salah naik escalator, aku langsung balik arah dan langsung ngejar teman-teman aku yang ngetawain dan udah ninggalin aku di belakang. Saat itu aku benar-benar merasa malu dan ingin nangis karena dilihatin banyak orang di sana,” papar Silmi menyambung ceritanya.
Secara natural, orang yang mengalami kejadian memalukan akan secepat mungkin untuk mengatasinya dengan bertindak lain atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Sayangnya, dengan berpura-pura kejadian buruk barusan tidak terjadi tidak akan membuatnya hilang. Justru orang-orang di sekitarnya akan mengetahui apa yang kamu sembunyikan. Oleh karena itu, sebaiknya saat seseorang mengalami kejadian buruk semacam itu kamu menghadapi dan mengakuinya. Cara yang paling umum digunakan untuk mengakui rasa malu seseorang dalam situasi itu adalah dengan melalui lelucon.
Mae (17), siswi SMA Negeri 26 Bandung pun pernah merasakan kecanggungan saat dirinya terpeleset di depan teman-temannya. Saat itu teman-temannya tertawa dan mengejek kecerobohannya. Namun, ia bisa mengatasi kecanggungannya dan dalam beberapa hari saja ia sudah mampu mengatasi rasa malu dari kejadian memalukan yang menimpanya itu.
“Setelah itu teman-teman sih masih suka ngungkit kejadian (terpeleset) itu. Tapi aku pun kalau ingat juga suka ketawa sendiri karena memang terasa lucu,” ucapnya.
Pada dasarnya, kejadian memalukan dan kecanggungan seperti itu bisa menimpa siapapun. Namun, ketimbang mengingat-ingat dan menyesali apa yang sudah terjadi, akan lebih bijak kalau kita mengambil pelajaran dari sana. Karena sejatinya, setiap pengalaman pasti memberikan suatu pemahaman baru bagi kita. Dengan mengalami kecanggungan di masa lalu, kini kita bisa mengatasinya jika kejadian serupa terjadi lagi, juga lebih berhati-hati.
Bahkan kejadian memalukan seperti itu juga bisa menjadi “tes” untuk menguji siapa teman kita yang bisa dipercaya dan diandalkan. Intinya, jangan sampai kita membiarkan kejadian memalukan yang pernah menimpa kita menghantui apa yang kita lakukan ke depannya. Kita harus tetap percaya diri, saling menolong dan menjadikan kejadian itu sebagai pelajaran. (tj1)
KEJADIAN MEMALUKAN LAGI MENIMPA KAMU? INI TIPS MENGATASINYA.
Saat kamu melakuan sesuatu yang bodoh atau memalukan, mungkin kamu akan merasa jadi satu-satunya orang di dunia ini dan jadi pusat perhatian. Tapi, jangan sampai kamu merasa down akan hal itu, karena nyatanya tiap harinya pasti ada orang yang merasa malu jadi kamu enggak sendiri. Lebih penting dari itu, kamu juga harus bisa melupakan emosi negatif dari kejadian memalukan itu dan bangkit lagi.
Nah, berikut ini ada beberapa tips buat kamu untuk mengatasi rasa canggung saat kamu mengalami momen memalukan:
- Tertawakan dirimu sendiri. Berdasarkan penelitian yang baru-baru ini dilaksanakan, tawa dan humor merupakan fasktor yang mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, dengan tertawa saat mengalami kejadian memalukan, kamu bisa mengurangi kecemasan dan canggung yang muncul saat merasa malu. Bahkan kamu bisa sekaligus melontarkan lelucon atas kejadian yang kamu alami dan membuat sekelilingmu tertawa bersamamu, ketimbang menertawaimu.
- Akui bahwa kamu merasa malu. Kamu tak bisa memutar waktu untuk mencegah kejadian yang menimpamu. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menerimanya. Dengan cara ini bahkan kamu bisa memulai pembicaraan baru dan berbagi pengalaman memalukan dengan teman-temanmu.
- Bernapaslah dengan dalam dan tenang. Pada saat kita merasa malu, pasti kita akan mulai cemas mengenai apa yang orang pikirkan tentang tindakan bodoh atau ceroboh kita. Selain itu, badan kita akan mulai menunjukkan tanda-tanda kecemasan seperti wajah yang memerah karena menumpuknya darah, detak jantung yang makin tak karuan, dan keringat yang mengucur deras. Untuk mengurangi kecemasan, tariklah napas dalam-dalam dan atur pernapasan. Ini akan mengurangi dampak negatif secara fisik maupun psikologis.
- Jangan heboh. Saat mengalami kejadian memalukan, usahakan jangan berteriak, berlari, atau menangis di depan umum. Karena semakin kamu bereaksi berlebihan, perhatian orang-orang akan semakin tertuju kepadamu dan justru akan mereka ingat untuk waktu yang lama. Jadi bersikaplah natural dan biasa-biasa saja.
- Berpikirlah positif. Yang terakhir, jangan lupa untuk selalu berpikir positif. Yakinkan dirimu bahwa kejadian yang kamu alami itu tidaklah terlalu memalukan dan bukan akhir dari hidupmu. Momen itu akan dilupakan orang-orang dan kamu bisa tetap keren di mata mereka. (tj1)
IKUT ORGANISASI BIKIN HEPI
Menjadi siswa di sekolah tingkat menengah atas memang tak bisa lepas dari segudang tugas dan kegiatannya. Sejak pagi mereka sudah berangkat ke sekolah dan belajar hingga siang atau sore. Setelahnya pun, biasanya kebanyakan siswa SMA tidak langsung pulang ke rumahnya. Akan tetapi, mereka akan berkumpul dan berkegiatan dalam organisasi di sekolah seperti OSIS dan kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul.
Belum lagi dengan ide dan kreativitasnya yang tak ada ujungnya dan tenaga yang tidak ada habisnya, para siswa ini melahap semua organisasi yang bisa diikutinya. Namun, sering juga mereka merasa lelah karena banyaknya beban sekolah dan organisasi yang dipikulnya.
“Cape sih sebenernya, tapi kan kita punya tanggung jawab. Jadi, kalau udah masuk organisasi ya harus bertahan gimana pun konndisinya,” ucap Mizan. Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Bandung ini berkata, ketertarikannya untuk berorganisasi di OSIS muncul karena ia ingin mencoba hal baru dan merasakan pengalaman dan tantangan yang belum pernah didapatkannya. Meski tugas yang diembannya berat, Mizan mengungkapkan dirinya banyak belajar dan mendapat manfaat dari organisasi.
“Untungnya ikut organisasi ada banyak. Yang pasti dapat pengalaman berharga banget buat kehidupan ke depannya yang enggak mungkin didapat kalau hanya sekolah aja,” ucapnya mantap.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Yohanna. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bandung ini mengatakan bahwa dengan berorganisasi ia menjadi lebih bisa mengatur waktu dan menambah teman. “Ikut organisasi itu bikin happy kalau dinikmatin. Dibawa enjoy aja,” tambah cewek yang aktif di Paskibra Kota Bandung dan Pramuka Smansa ini.
Nyanyang, guru sekaligus Pembina OSIS di SMA Negeri 1 Bandung pun mengungkapkan bahwa kegiatan organisasi yang diikuti oleh siswa-siswanya itu memiliki efek yang positif. Menurutnya, dengan berorganisasi, siswa dapat menyalurkan hobi, bakat, maupun potensi yang dimilikinya. Selain itu, keikutsertaan dalam organisasi juga bisa memberikan pengalaman yang berharga untuk mahasiswa.
Namun, terkadang ia tetap merasa khawatir terhadap aspek akademik siswanya, seperti soal nilai dan tugas-tugas dari sekolah. “Di satu sisi saya senang ketika melihat antusiasme anak-anak aktif berorganisasi apalagi mereka dapat berkontribusi secara maksimal. Tapi di sisi lain kadang suka ada siswa yang ternyata ketika mereka aktif berorganisasi, secara akademik mengalami hambatan atau gangguan,” paparnya.
Tapi, bagi Mizan dan Yohanna, berorganisasi memberikan mereka banyak manfaat, sehingga sayang untuk dilewatkan. Lita, siswi SMA Negeri 5 Bandung juga sepakat. “Dengan berorganisasi kita bisa punya banyak teman dekat dan dapat banyak ilmu baru. Selain itu, organisasi itu mengajarkan buat saling menghargai pendapat orang lain yang kadang enggak satu pemikiran,” jelas siswi kelas XII yang dulu aktif menjadi pengurus di organisasi DKM sekolahnya itu.
Terlepas dari keuntungan dan kerugiannya, mereka setuju berorganisasi memang bisa memberikan kesenangan tersendiri bagi pelakunya. Kepuasan yang didapat saat mencapat ilmu, teman, dan kesuksesan baru dari berorganisasi tidak bisa didapatkan di tempat lain. “Saya sih nyaranin banget sih buat (siapapun) masuk organisasi asal siap sama segala konsekuensinya,” tutup Mizan. (tj1)
BINGUNG MEMBAGI WAKTU ANTARA BELAJAR DAN ORGANISASI? INI TIPSNYA
Pernah merasa ingin membelah diri supaya kamu bisa menyelesaikan setumpuk tugas yang diberikan guru sekaligus mengurusi kegiatan organisasi kamu dalam waktu yang sama? Rasanya, semua siswa yang aktif berorganisasi pernah merasa kelimpungan kayak gitu ya, guys. Bahkan, terkadang karena kamu terlalu memforsir fisik dan mental, kamu sampai bisa jatuh sakit.
Tapi sebenarnya kamu tidak perlu sampai mengorbankan kesehatan atau mengeluarkan jurus kagebunshin seperti Naruto loh untuk bisa menyelesaikan semua tugas sekolah dan organisasi. Kamu bisa simak dan coba praktikkan tips membagi waktu sekolah dan organisasi berikut ini:
- Pilih posisi dan organisasi dengan bijak. Tips ini sebenarnya bisa kamu terapkan jauh di permulaan sebelum masuk ke sebuah organisasi atau memilih posisi di dalamnya. Ingat, saat kamu memutuskan untuk berorganisasi kamu pasti akan mendapat tugas dan peran. Nah, agar kamu tidak kewalahan mengurus tugas dan peran nantinya, pilih dan pertimbangkanlah dengan seksama. Gampangnya, pilih mana yang kamu suka dan mana yang tugasnya bisa kamu handle.
- Buat jadwal kegiatan sehari-hari. Seringkali kita merasa bisa menyelesaikan semua urusan kita dengan tepat waktu. Namun, saat lalai semuanya justru ngaret. Oleh karena itu, untuk membantu kamu supaya lebih terorganisasi, buatlah jadwal kegiatan dan tugas yang rutin kamu lakukan tiap harinya. Buatlah sejeli dan sedetail mungkin, apa kegiatannya, kapan, dimana, dengan siapa, dan seterusnya. Jadwal ini juga nantinya berfungsi sebagai reminder untuk kamu.
- Utamakan prioritas. Walaupun sudah membuat jadwal yang teratur, sialnya kadang ada urusan yang mendadak muncul padahal belum diagendakan sebelumnya. Nah, jika kamu menghadapi situasi seperti ini, kamu harus menentukan prioritas. Sebaiknya kamu menyelesaikan mana yang lebih penting dan mendesak. Setelahnya, baru kamu kerjakan urusan yang tertunda. Sortir prioritasmu dengan matang. Jika ada UAS keesokan hari sedangkan hari ini harus rapat, tentunya kamu harus memilih untuk menunda rapat untuk persiapan UAS karena belajar tetaplah kewajiban siswa.
- Jangan menunda pekerjaan. Ini nih salah satu kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan oleh banyak orang, termasuk siswa. Sering kamu merasa deadline tugas atau kegiatan masih lama dan akhirnya malah mengakhirkan pengerjaannya. Padahal, seharusnya waktu luang yang kamu punya itu dimanfaatkan sebaik-baiknya karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di detik, menit, atau jam berikutnya. Jadi buang jauh-jauh kalimat “Nanti aja” atau “Males ah” dari kamus hidupmu.
- Komunikasi dengan teman. Organisasi itu melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, bukan jadwal kamu saja yang harus dipertimbangkan. Kamu juga harus menyesuaikan kegiatan dengan teman-temanmu. Cara terbaiknya ya dengan berkomunikasi dan berkoordinasi. Susun rencanamu bersama-sama supaya jadwal kegiatan setiap anggota tidak ada yang bertabrakan. (tj1)
KOMIK INDONESIA MASIH MENCARI SINGGASANANYA
Seorang lelaki berdiri tak beranjak dari rak di sebuah toko buku di Bandung. Ia tampak asyik membolak-balik halaman komik yang diambilnya dari rak besar di depannya. Di sampul depannya, tercetak cukup besar, memenuhi sepertiga sampulnya yang berwarna cerah, tulisan KOSMIK Mook. Rak buku yang berisi komik-komik kompilasi itu tak hanya setia ditunggui oleh lelaki tadi, melainkan ramai dikerumuni oleh 5-10 orang sekaligus.
Pemandangan seperti ini makin bisa dibilag makin banyak ditemui di toko-toko buku di Indonesia. Orang-orang kini semakin sering membaca komik kompilasi. Lebih menggembirakannya lagi, komik kompilasi yang laris dibaca tersebut adalah komik kompilasi karya anak bangsa. Ya. Komik-komik kompilasi asli Indonesia seperti KOSMIK Mook dan Re:ON Comics kini sudah makin populer di khalayak pecinta komik.
Tak cuma perhatian khalayak yang berhasil direbut, komik kompilasi Indonesia saat ini juga sudah menduduki rak-rak tersendiri di banyak toko buku. Tak lagi nyempil di balik digdaya komik impor terjemahan dari Jepang atau Amerika seperti dulu. Beberapa di antaranya pun distribusinya sudah meluas sampai ke luar Jawa dan Sumatera. Misalnya Re:ON Comics yang kini sudah bisa didapatkan di minimarket Indomaret di seluruh Jawa. Jadi siapapun bisa menjangkau komik-komik ini dengan mudah. Hal ini sekaligus menjadi salah satu bukti bahwa komik kompilasi Indonesia makin diinginkan dan sudah tak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Namun, benarkah komik Indonesia sudah mendapat singgasana istimewanya di hati masyarakat?
Untuk menjawab pertanyaan itu, sebenarnya kita perlu melongok lagi perjalanan komik Indonesia. Selama ini, komik Indonesia cukup naik-turun kiprahnya. Di satu waktu, komik-komik Indonesia diterbitkan dan beredar, tapi di waktu yang lain tiba-tiba komik bikinan anak bangsa itu lenyap bak jadi asap dan menghilang di udara. Jika ditanya mengapa, baik dari sisi komikus maupun pembaca mempunyai andil dalam kiprahnya yang timbul-tenggelam ini.
Industri komik di awal tahun 2000an memang bisa dibilang masih lesu, apalagi sektor komik kompilasinya. Faktor penyebabnya ada banyak mulai dari faktor penerbit sampai minat baca masyarakat yang rendah. Problem minat baca terutama menjadi penghambat majunya komik kompilasi saat itu. Selain itu, adanya stigma di benak para orang tua yang masih menganggap komik sebagai bacaan yang tidak mendidik juga membuat anak-anak muda urung membaca dan membeli komik.
Perkembangan komik kompilasi merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa dilihat dari satu sisi atau sudut pandang saja. Menurut Henry Ismono, pengamat Indonesia, berbagai pihak punya andil dalam memajukan komik Indonesia.
“Komikus, pembaca, dan penerbit sama-sama punya andil besar dalam memajukan komik Indonesia. Kalau ketiganya bisa jalan, otomatis industri akan tumbuh. Komikus bertugas membuat karya yang baik agar diterima pembaca. Penerbit bertugas memodali dan menditribusikan komik agar mudah ditemui pembaca, dan, pembaca bertugas membeli karya-karya komik,” papar Henry yang juga kolektor komik Indonesia ini.
Namun, pada tahun 2013 lalu sebuah buku komik kompilasi diterbitkan dan ternyata menuai respon yang positif dari masyarakat pecinta komik di Indonesia. Komik kompilasi sendiri merupakan komik cetak dengan format seperti majalah yang menyajikan beberapa judul komik dalam satu edisinya. Judul komiknya sendiri ada yang bersambung dan ada pula yang sekali chapter habis. Dalam perkembangan selanjutnya, format komik kompilasi ini dinilai cukup efektif dan sukses dalam menarik minat masyarakat.
Maulana Akmal, seorang mahasiswa dan penikmat komik Indonesia mengungkapkan dirinya mulai tertarik membaca komik Indonesia sejak munculnya komik kompilasinya.
“Pas itu nyoba baca komik kompilasi (Indonesia), terus ternyata isinya banyak kan karena kompilasi dan menarik. Jadi yaudah deh keterusan. Apalagi makin kesini kualitasnya juga saya lihat makin meningkat,” jelas lelaki yang juga menyukai komik Amerika ini.
Selain Maulana, ada juga Redita dan Alien. Dua siswi asal SMA Negeri 4 Bandung ini ternyata juga penggemar komik Indonesia, terutama komik digital. Dua dara manis ini berkata biasanya mereka membaca komik Indonesia lewat aplikasi baca komik Webtoon.
“Suka baca webtoon sih soalnya formatnya menarik dan gambar-gambarnya enak dan menarik buat dibaca,” aku Redita. “Kalau aku seringnya bacanya yang genre romance sama school life atau horror,” sambung Alien.
Berbicara komik kompilasi, Re:ON Comics merupakan salah satu nama yang menjadi pionir dalam perkembangan komik kompilasi modern di Indonesia. Awalnya, ide menerbitkan komik kompilasi Re:ON Comics ini melintas di benak Chris Lie dan Andik Prayogo pada tahun 2011. Namun, akhirnya Re:ON Comics baru mulai diterbitkan pada tahun 2013, setelah mematangkan konsep dan menggaet Yudhanegara Njoman sebagai otak ketiga.
Re:ON sendiri digawangi oleh berbagai komikus Indonesia baik yang sudah “punya nama” seperti Is Yuniarto, C. Suryo Laksono, dan Ockto Baringbing maupun yang baru berkecimpung di dunia komik profesional, seperti Annisa Nisfihani dan Maximillian Fansyuri. Dalam setiap edisinya Re:ON Comics menyajikan 8 judul komik kreasi tangan-tangan putra-putri bangsa. Kini, Re:ON Comics sudah diterbitkan hingga 23 edisi, dan satu jilidnya dijual dengan harga Rp. 30.000,00.
Selain Re:ON Comics, ada juga KOSMIK Mook yang merupakan pendatang paling anyar dalam kancah komik kompilasi Indonesia. KOSMIK Mook merupakan komik kompilasi yang dikepalai oleh pentolan studio Stellar Labs, Sunny Gho. Untuk komik di dalamnya, KOSMIK Mook memasukkan unsur-unsur budaya Indonesia agar lebih dekat dan mudah diterima masyarakat Indonesia.
Banyaknya komik kompilasi yang kini terbit dan beredar ini sebenarnya belum cukup untuk menjamin majunya sektor komik kompilasi di Indonesia. Lagi-lagi faktor khalayak menjadi rintangannya. Komik kompilasi yang dicetak dan beredar di Indonesia tentunya harus dibeli sebelum dapat dibaca dan dimiliki. Dan seperti yang bisa ditebak, masih banyak pembaca komik yang enggan membeli komik kompilasi karena dinilai cukup mahal harganya.
Selain Redita dan Alien, Fildzah juga merupakan salah satu pembaca komik Indonesia yang lebih suka membaca komik dengan format digital. Menurut mahasiswa Unpad ini, ia lebih gemar membaca komik digital karena tidak ada pungutan biaya yang harus dibayarnya alias gratis. Sedangkan, jika membeli komik cetak ia harus mengeluarkan uang setiap kali edisi baru diterbitkan.
“Kalau baca komik di Webtoon kan lebih gampang juga. Tinggal buka aplikasi terus udah deh pilih komik apa yang mau dibaca,” tambah Fildzah.
Namun, Maulana tidak sepakat dengan pemikiran itu. Baginya membaca komik cetak itu lebih nyaman dan mengasyikkan karena ketegangan dan sensasi yang diciptakan komik cetak terasa lebih nyata.
“Rasanya tuh ada yang beda dari pada saat baca (komik) yang digital. Saya ngerasa lebih ada kepuasan tersendiri karena kita bisa megang komiknya secara fisik, secara langsung, saat membaca. Selain itu saya juga berusaha selalu membeli komik kompilasi lokal juga untuk ngedukung dan ikut memajukan industri komik lokal di Indonesia,” papar Maulana.
Terlepas dari faktor preferensi khalayak, komik Indonesia memang masih harus menempuh jalan panjang sebelum bisa benar-benar berjaya dan menempati singgasana spesialnya di hati masyarakat Indonesia. Selain itu, gempuran komik asing juga masih menjadi tantangan yang harus ditaklukkan agar komik Indonesia benar-benar maju dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Akan tetapi, setidaknya kini kita boleh berharap dengan komik kompilasi lokal yang kini mempunyai wadah, mendapat sambutan yang positif dari masyarakat, dan memiliki pembacanya yang setia.