[15/04] Kamu datangi aku dan meminta kesempatan kedua setelah lima bulan lalu kamu buat hatiku kehilangan akal sehatnya untuk berdetak. Aku terima pintamu malam itu, tapi tahu apa yang kupikirkan saat itu? Bukan. Bukan kenangan baru yang akan kita buat dimasa depan. Tapi satu rencana balas dendam atas apa yang kamu perbuat dulu. [16/04] Baru sehari aku dan kamu menjadi satu (lagi). Jangan bangga atas hal ini, kesempatan kedua dan janji-janji yang kamu tawarkan kemarin malam bukan alasanku menerimamu kembali saat ini. Bahkan malam ini, dikamar ini, aku menatap layar ponsel sambil terus terpaksa membaca dan membalas pesan darimu membuatku ingin muntah. Kata-katamu masih sama seperti dulu, terlalu manis. Tapi, kamu tahu? Seiring berjalannya waktu akan kusiapkan satu rencana yang akan membuatmu tidak bisa lagi merangkai semua kata manis itu. [04/06] Sudah hampir dua bulan kujalani hari-hari baru bersamamu. Apa kamu menikmati ini? Selamat kamu masuk dalam jebakanku. [10/06] Ah malam ini aku tak tahan. Ingin kusudahi saja rencanaku ini, aku lelah mengalah dan bungkam dalam keterpaksaan saat satu pertengkaran sepele datang. Aku tidak benar-benar menikmati ini. Tapi, akan ku kuatkan hati dan tenangkan pikiran demi lancarnya rencanaku ini. [22/06] Malam ini kamu romantis. Membuatku melambung tinggi setelah lama berdiam diri dalam jurang kehampaan. Kamu buat rasa cintaku padamu dulu perlahan kembali bersemi, hingga aku lupa akan rencana balas dendam yang sedang aku jalankan. Kamu memang luar biasa! [30/07] Mendekati hari itu, kamu mulai menunjukan tanda-tanda tidak ingin kehilanganku. Entah itu dari lubuk hatimu atau hanya permainanmu saja, yang jelas aku senang karena dengan begitu rencanaku ini akan berjalan mulus seperti yang kubayangkan [14/08] Hari ini waktunya. Bersiaplah! Kutancapkan pisau ini berkali-kali ke hatimu. Kamu meringis menahan tangis. Satu tancapan untuk hilangnya semua rasa cintamu, satu tancapan untuk hilangnya akal sehatmu, satu tancapan untuk hilangnya kata manismu dan tancapan untuk hilangnya rasa percayamu. Aku terbahak. Aku tahu setelah hari ini kamu akan menganggap semua wanita sama sepertiku, terlalu sadis untuk dicintai. Hidupmu akan hampa, hatimu akan kosong dan berdebu, mulutmu kaku untuk sekedar berbicara kepada wanita dan matamu seakan buta untuk menatap lekat mata wanita. Sekian, tuan. Terimakasih sudah dengan rela menerima kutukan dariku, orang yang pernah kamu sakiti dulu. Semoga setelah ini kamu mengerti apa itu mencintai dengan setulus hati. Ah, tapi tenang, kutukanku tidak untuk seumur hidup. Aku masih punya hati untuk memikirkan bahagiamu. Salam sayang dariku, {pict by omario2d on Instagram}










