Yang kau takutkan sebenarnya bukan ketika mimpimu tercapai. Tapi tanggung jawab yang akan hadir setelahnya.
dimazfakhr

seen from Malaysia
seen from China
seen from Russia

seen from United States

seen from Jamaica
seen from Russia
seen from Japan
seen from Russia
seen from Germany
seen from China

seen from China
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from France

seen from Malaysia
Yang kau takutkan sebenarnya bukan ketika mimpimu tercapai. Tapi tanggung jawab yang akan hadir setelahnya.
dimazfakhr
Seling(kuh)an
d.
Menanam
pantes aja, orang yang belajar karena keingintahuan dari diri sendiri akan “mencari” dan “menggali” lebih ekstrem dibanding mereka yang belajar dicekoki dan atau belajar sudah sedari dulu, menuju…elempem.
Saya lihat teman-teman saya yang semangat luar biasa untuk menggali ilmu karena keingintahuan dari dalam dirinya, seringkali melangkahi semangat saya. Melihat mereka kini -bahkan- ada yang memakai hijab lebih panjang dari saya, pakaiannya lebih syar’i dan oke punya, amalan yaumiannya lebih dahsyat, dll dll. *senyum*. :)
Ini bukan semata untuk mereka. Timbal Balik adalah mekanisme hidup. Ketika hari ini kita mengingatkan seseorang pada kebaikan, di hari kemudian, mereka yang akan mengingatkan kita.
Terbukti. Ketika saya lenjer-lenjer males sholat, siapa yang mengingatkan, kalau bukan mereka? Kalau kelakuan bocah saya mengganas, siapa yang mengingatkan, kalau bukan mereka? Kalau kegalauan saya memuncak melintasi dua alam (?) siapa yang akan mengingatkan, kalau bukan mereka?
Kalau tidak ada mereka -atau kita tidak berusaha menciptakan mereka ada- akan adakah kata “saling menjaga” hadir diantara mereka? *ciileh.
Pada akhirnya, semua proses ini adalah tentang saling menjaga. Saya membangun “benteng” ini, perlahan…karena tahu suatu saat nanti, mungkin saja akan ada badai besar yang menghantam pilar-pilar hidup saya. Mereka yang akan datang menyelamatkan, seandainya itu terjadi.
Sama Saja
Apa yang kamu lakukan dulu, sebenarnya saya lakukan juga. Bedanya, kamu bermain kurang rapi, dan ketahuan. Sedangkan saya, bermain cantik dan tidak ketahuan. Ketika akhirnya kamu memilih pergi (entah dengan alasan apa), saya tidak dapat mencegah. Karma sedang menyapa :’)
“selalu ada seseorang yang mengorbankan perasaannya, demi kamu yang menjaga perasaanmu”
“tidak banyak orang yang memilih bertahan pada ketidaknyaman, karena lebih mudah pergi daripada memperbaiki”
“Aku tahu aku tidak dapat mengubah kehidupan, tapi mungkin aku bisa mengubah cara pandangku terhadap kehidupan”
Cuma laper & haus ga bikin kamu bertaqwa..