Baru mendengar "katanya" saja sudah mampu meledak-ledakkan imaji ku.
Lalu, apanya yg sudah move on? Bibir boleh tersenyum, lelucon tetap ku gelar menggemakan renyah tawa sekitar, sok sibuk mengerjakan semua tugas kantor dan pekerjaan rumah. Tapi tak ada yg tahu kan? Sepanjang perjalanan pulang selalu tatapanku kosong, dan selalu menderai bulir-bulir bening yang kemudian meninggalkan jejak basah di pipi.
Kamu yg paling tahu aku. Aku yg pandai sekali berkelakar dan berpura-pura.
- dz -











